Terkadang aku berpikir,
Apakah kau diluar jangkauan tangan dan hati ini,
Atau hanya akulah yang takut menjangkaumu?
Apakah aku harus berpaling,
Berjalan sendiri, menjauh darimu,
Atau haruskah kupersiapkan lagi hati ini untukmu?
Waktu telah berlalu.
Tiada kutemukan lagi hasrat untuk menggapaimu.
Tangan inipun tak lagi berusaha merangkulmu.
Sempat hatiku enggan melepaskanmu,
Namun kini kuberanikan diriku,
Untuk ucapkan selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Sekali lagi, selamat tinggal.
Jikalau takdir dalam candanya,
Mengatur ruang dan waktu,
Bermain dengan kemungkinan,
Dalam usahanya mempertemukan kita kembali,
Janganlah ragu untuk mengetuk pintu hati ini.
Semoga ia belum terisi,
Semoga ia tidak takut lagi.
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
terlalu datar untuk puisi yg menggambarkan "jarak"
ngumpulin point dulu...
hehe
hari pertama mau post...
hehe
salam
i like it..
pas banget ma kondisi q saat ni....
good. . .
kayak nya tu kisah mirip ma yg gw alamin jg. .
phy nyampe skr gw cuma bisa berharap. .
karena gw gak mampu tuk bertindak.
liat pnya ku. . .
cinta di ambang mati perjanjian
bagus bgt..
bahasanya terlalu lugas
kurang kosa kata
nulis cerita ajahbboss
hhmm...
cinta..cinta..dan cinta
Bagus.