Sebentuk Semu

Hooa.. aku menulis lagi! :D Teman-teman, mohon komennya yah..^^

Karang besar itu tempat aku menulis perih ini. Jiwaku porak-poranda. Bisu adalah pilihanku. Dunia tidak lagi menyisakan pesona. Seperti punguk, itulah aku yang merupakan antonim sang rembulan. Berkaki dua, tak bersayap, namun bermimpi bisa terbang.

"Ada sesuatu yang tersimpan rapi, Ra.."

Kata-kata Bagas waktu itu menyiratkan sesuatu, tapi aku tak pernah berhasil mengungkapnya. Aku mendesah pelan. Bermimpi atasnya juga tak mungkin. Pelangi yang tersisa kuusap dengan jemariku.

Mencoba mengurai perih di dada. Mengintip gerimis yang mendera hati. Terlalu kejam membiarkannya terbungkam dalam sunyi yang membius.

Hening merayapi diri yang berdiri menatap kelam. Aku terus melihat gerakannya dan bersama jingga yang bergejolak bersama serangga yang melintas, tahu ada gundah yang tersimpan.

"Mengertilah, Lyra. Ini bukan keputusanku, tapi keputusan orangtuaku," katanya lirih.

Aku tidak bergeming. Angin menari dalam sepi. Kepingan angan mulai berdusta. Aku tak tahu lagi harus berbuat apa, sementara benang-benang halus mulai merayapi tubuh alam.

Mendung dalam balutan kelabu. Aku tak mampu memberi sedikit hangat untuk tubuh yang menggigil. Air mata tak terjamah, sulit dimengerti, mengapa semua menjadi begini. Akankah aku harus berlari atau hati ini kuhukum mati?

Tangan itu mencoba meraihku, tapi aku meronta. Dekapannya semakin erat, rontaanku semakin hebat, hingga akhirnya aku menyerah, saat mendengarnya menangis.

"Aku mencintaimu, Lyra..." Suaranya parau. "Demi Tuhan, aku tidak ingin kehilangan dirimu dan berharap dapat terus mendekapmu." isakannya menjadi-jadi. Aku dapat mendengar isakannya dengan jelas di telingaku. "...tapi aku tidak bisa," ia menatapku. "Maafkan aku.."

Sebentuk semu membiaskan biru cakrawala dalam dirinya. Aku pun ingin memiliki perasaan yang sama, meski Bagas telah bersamanya.

Hitam itu semakin menambah sendu saat ini. Berat melupakannya. Aku hanya bisa mencintai Bagas dengan semu itu, dengan mimpi yang pernah dibangun bersama. Kurasakan ia terus mendekapku..

Jakarta, 5 Februari 2008
Sefryana Khairil

Read previous post: 
177
points
(950 words) posted by sefry_chairil 3 years 7 weeks ago
84.2857
Tags: Cerita | cinta | Cinta | jakarta | Kopi | kumcer sefry | Paris

Rating

144
points
Views: 188 reads
Comments: 17
Rating:
75.7895

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer prince-adi
prince-adi at Sebentuk Semu (2 years 12 weeks ago)
80

hal yang sama tapi kemasannya beda

ditinggal kekasih...memang pedih (kah?)

Writer Anonymous
at Sebentuk Semu (2 years 22 weeks ago)
70

aku jadi merasa seperti sedang membaca cuplikan novel lama taun 90an
tapi kali ini tampil dengan sejumput kata2 yang segar
lumayan..

Writer Uung
Uung at Sebentuk Semu (2 years 27 weeks ago)
80

metafora bgt neh.. heheheeh

Writer FrenZy
FrenZy at Sebentuk Semu (2 years 27 weeks ago)
70

setelah membaca cerpen ini, rasanya metafora yang digunakan terlalu berlebihan (bukannya jelek - aku kagum pada permainanmu bertutur kata, tapi terlalu banyak sehingga kesannya mewah). aku setuju dengan noir, entah karena fokus jatuh pada bahasa, atau eksplorasinya kurang karena cerpennya terlalu pendek.

bagiku personal, kurang menggigit dari segi cerita.

Writer sefaralina
sefaralina at Sebentuk Semu (2 years 29 weeks ago)
100

..yang berpadu dengan baik!

Writer noir
noir at Sebentuk Semu (2 years 29 weeks ago)
70

Tumben nih jeng, karyanya bertabur metafor. Sederrhana tapi tetap menghentak. Cuma kok kayak kurang eksplorasi temanya ya? Terlalu singkat jadi belum benar2 menggali emosi

-halah-

Writer cat
cat at Sebentuk Semu (2 years 29 weeks ago)
90

beda ui karya yg uda pro.
keren neng.

salut deh buat ente.

Writer IechJaL
IechJaL at Sebentuk Semu (2 years 29 weeks ago)
90

wah wah. . . saya salut saya kata2 yg anda pilih.

keresa bgt maknanya. . .

liat pnya saya
"mesin waktu terkutuk"

Writer my bro
my bro at Sebentuk Semu (2 years 29 weeks ago)
100

ISTIMEWA ^_^

Writer warna kecil
warna kecil at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
80

Ooo..... begitu ya...
(sambil garuk garuk kepala n minum susu pagi)
he he he he klo udah pro ya gini neh tulisannya Uenak !!!
keep write somting new yah ...
MERDEKA!!!

Writer meier
meier at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
80

Anda mampu membuat saya merasakan perih yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita ini. Lewat cerita ini, anda membuat saya semakin menghargai cinta. Good job!

Writer masari
masari at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
90

Dan indah bgt.
Cerita yang sebenarnya sederhana, tapi jadi istimewa di tangan Sefry.

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
90

Halus dan sweet, sefry. Sasuke Sefry, kekeke. Saya selalu kagum dengan jalinan kata indah.

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
90

Indah, Sef. Menyakitkan, menyesakkan, tapi kamu bisa membawakannya dengan indah. Top banget. Aku ga bisa bikin kayak gini.

Guys, please read my poems & stories at K.com ^_^

Writer Ari_rasya
Ari_rasya at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
80

Keren ceritanya =)

keep writing n salam kenal ^_^

Writer urinomeeru
urinomeeru at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
70

ceritanya manis..
tapi agak kurang panjang

*mengharapkan sedikit lebih panjang =D*

salam kenal..^o^

Writer Littleayas
Littleayas at Sebentuk Semu (2 years 30 weeks ago)
80

kangen sama tulisanmu seff..*menahan haru..(kekeke...berlebihan ya)

so sweet deh cerita ini..walaupun sedih..*tambah terharu..hiks hiks