puisi ini hanya menggambarkan perasaanku...
aku tidak bermaksud menyinggung siapapun...
mungkin puisi ini masih hambar...
tapi...
Tuhan tahu segala kepedihanku yang kini telah terobati...
terima kasih, Tuhan...
"ketika ku menulis puisi ini...
ingatlah kenangan kita berdua di masa lalu...
kenangan indah yang dalam sekejap berubah menjadi kepedihan...
seminggu kami menjalin cinta...
tanggal 9 januari ialah perpisahan kami...
namun... hatiku tidak bisa berbohong...
bahwa aku masih menyayangimu...
kau tolak diriku...
aku mengerti....
aku memang bukan gadis yang kau cari...
aku mengerti..
karena aku bukan gadis yang kau damba...
aku memang bukan bunga-bunga cantik yang indah bermekaran...
aku memang hanya rumput liar...
tapi kau harus tahu...
bahwa...
rumput liar, meski diinjak-injak ia akan tetap tumbuh....
begitu pun perasaanku...
meski kau tinggalkan aku, aku tidak akan berhenti menyayangimu..
terima kasih, atas segala kenangan yang kau berikan untukku...
sungguh indah dan manis untuk dikenang...
Tag:








