The Legend Of The Blue Eyes Power (bab VIII)

Suasana di kantin Pak Jayudi begitu ramai. Para mahasiswa berjubel, ingin menampal perut mereka yang telah bocor. Begitu pula dengan Rafli. Ia dengan asyiknya menikmati honor bermain pianonya yang jumlah nolnya susah dihitung dengan sempoa. Ia dengan rakusnya memesan bakso seribu biji dengan es teh satu kaleng. Teman-teman se jurusan pun ditraktirnya makan bakwan yang ukurannya sebesar mata kancing. Begitu berlawanan dengan hal yang dinikmatinya.

Read previous post: 
46
points
(1491 words) posted by Endy Tatsuke 2 years 28 weeks ago
65.7143
Tags: Cerita | drama | action | Adventure | komedi

Rating

40
points
Views: 410 reads
Comments: 8
Rating:
57.1429

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

50

Hiperbola memang bagus tapi kalau sudah berlebihan jadi kurang asyik

iya sih..., dibagian ini saya memang rada aneh hahahaha

terima kasih atas sarannya :D

10

iyessss

80

I love blue eyes (halah, apa hubungannya ya..)

90

Pertama saya salut, bisa menulis hanya dalam waktu 1 jam. Dan ceritanya masih terkonsep, walaupun belum terlihat konflik baru dalam alur cerita. Kalaupun ada tidak terlalu dramatisir (namanya aja cerita komedi hehehe)

Kedua, bagus-bagus dan bagus. Kalo dikau bukan penulis beneran (seperti saya nulis disela-sela kesibukan kerja), dapat dikatakan cukup produktif.

Pokoknya tetap semangatlah!

80

hai2... idem ma penulis buku. kok kayaknya suka yang besar-besar ya? terlalu hiperbola
tapi ide bagus

90

maaf mas, tapi kok saya nggak ngerti..apa terlalu hiperbola ya?

Buat semua, pada khususnya Mas Bamby. Inilah sambungan yang ane ketik dalam waktu sejam!