Hatiku berdegup kencang, entah mengapa bukan jantungku. Setelah dua jam melakukan taaruf, hari ini akan diputuskan, apakah dia menerima diriku dan aku menerima dia sebagai calon istriku.
“Kau bukan yang pertama”, akupun berhasil mengatakannya walau jantung ini bergetar, entah mengapa bukan hatiku.
“Ya, kau bukan yang pertama, kalau memang akan menjadi istriku kelak”, wajahnya begitu tenang. Sebelumnya dia sudah memutuskan untuk mau menjadi istriku kelak dengan berbagai pertimbangannya.
“Umat telah lebih dulu memilikiku, istriku yang pertama adalah dakwah, dan kau harus siap untuk menjadi istriku yang kedua.”
Kini wajahnya menunduk setelah sebelumnya kulihat bibirnya yang manis tersenyum simpul menandakan kegembiraan.
Rating
Comments: 29
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
dalem bok
kiraian mau di madu. ternyata seorang mad'u. hahahahaha
kata-kata yg cukup sederhana...
tapi sori ye, gw ga ngerti apa itu dakwah, dan taaruf... klo bs laen kali dikasi keterangan ye...
gila ya!!! masih ada juga orang sebegitu hebatnya!!!! great!!!
bagus sih cerita yang punya makna & pesan... tapi temanya biasa... dan nggak ada klimaks...
ck ck ck ..
SALUT!!
keren, penuturannya halus, nilai moral yang sampaikan enak diresapi.
Akhi, benarkah tuturanmu dalam sepenggal kisah yang kau tulis?
Ada satu kata untukmu, ADIL-lah...
Dakwah...
Untuk Umat
Dan dia pun termasuk umat
ADIL-lah...
wuih..keagungan cinta Yang Maha Kuasa
ck..ck..ck..
bisa aja si mas....
keren
aku pikir emg sebelumnya uda pernah nikah...eh ternyata istri pertamanya dkwah...
keren ...
duh, cemana sih cara ngirim cerita ke kemudian.com?
wah...
tak apa kalaau tak jadi "yang pertama", karena yang pertama bisa saja melahirkan "yang kedua", "yang ketiga...". dan "yang pertama" itu takkan menjadi "yang terakhir"
tapi "yang kedua" bisa menjadi "yang terakhir" walau tak bisa jadi "yang pertama"
bukan begitu?
well...sepertinya lagi pengen nikahin banyak perempuan yah??
tapi wanita yang pertama adalah dakwah,jadi yang kedua apaan dong??
Siiip, aku dapat kejutannya soal 'istri pertama' itu. Ternyata dakwah tho istri pertamanya.
Hatiku berdegup kencang, entah mengapa bukan jantungku
dalam menulis fiksi, katanya, penulis harus mampu bercerita agar semua yang ditulis itu masuk akal. sehingga meski ketika bercerita sesuatu yang di luar nalar, ia harus berupaya keras agar pembaca percaya hal itu masuk akal.
Nah, hati itu tak pernah berdegup kecuali menyaring darah kotor sehingga kembali bersih. begitu pula "hati" (qulb) yang bekerja menyaring pikiran dan nafsu hewani yang ada di setiap diri manusia agar manusia dapat berlaku sebagai manusia -bukan hewan.
dengan "hati" ini pula manusia selamanya tak akan menjadi malaikat. sebab, manusia punya bafsu (nafs). di taaruf itulah kita kerap belajar agar selalu memakai nafsu mutmainah.
mau ambil istri kedua neh?
walau dia bukan yang pertama, tapi semoga menjadi yang terakhir.. hehehe
setuju, bagus untuk menyambut ayat ayat cinta...hahaha
huh... bisa aja soal taaruf sampai segitunya... lain kesempatan, ia akan jadi istrimu yang pertama.
keruntuhan umat terjadi karena tak adanya dakwah...baca punya gua ya "Pada Suatu Hari"
kita mesti menghargai apaun hasil karya manusia apapun bentuknya bagaimanapun car mendapatkan insipirasinya, tapi yang jelas adalah pasti buruk ketika kita membuat karya dengan pendekatan pragmatisme plagiat...okehhhh!!!semangat
alias cintaku_dimana
apa yang dimaksud saya menjiplak AAC?
saya sendiri tidak pernah baca novelnya. setelah melihat sinopsisnya saya urung membaca novelnya, karena sudah lama saya berniat membuat cerita serupa.
supaya tidak dianggap menjiplak. tapi penilaian terkahir ada di tangan pembaca.
Bagus man.
bahasanya mudah di mengerti namun seperti jiplakan sastra .
Hehehe, kirain mau berpoligami, ternyata...Gitu dech
Oh, somehow...sweet.
Keep writing ^_^
kirain ada apa..
tapi bukan berarti ada kedua, ketiga, keempat dst kan?
nice