Happy birthday to me..happy birthday to me….happy birthday,,,happy birthday..happy birthday to me…happy birthday laura…yaa..lagu yang ku nyanyikan untuk diriku sendiri. 1 kotak kue tart terbungkus rapi dan sebuah lilin di hadapan ku, bertuliskan angka17, yaa malam ini adalah hari jadiku yang ke 17 tahun, tanpa siapa pun di ruangan yang berukuran 6x 8ini. aku memandang lilin angka 17 itu dengan hati penuh harapan, ku pejam kan mataku, mencoba mengingat kejadian 2 tahun silam, ya di hari jadi ku yang ke15 .
Read more (1569 words) sebuah ruang yang teramat besar sudah menunggu ku, dengan hiasan-hiasan yang indah, gaun yang indah pun aku kenakan di tubuhku yang mungil ini, semua mata tertuju pada ku, aku tampak cantik bak supermodel ternama yang berjalan di atas catwalk, aku sangat senang hari itu, di hari jadiku yang ke 15 tahun . Lilin angka hari jadiku pun ku tiup, sambil berharap sesuatu” semoga hari indah ini tak akan berakhir tuhan”….
Semua orang mengucapkan “ happy birthday” untuk ku. Hari itu hari yang paling indah untuk ku. Aku sangat terkejut melihat sosok yang sangat ku sayangi hadir di hari jadi ku ini. Yaaa.. mama dan papa…
“ Happy Britday laura anak ku “ ucap mama dan papa kepada ku. Sungguh aku sangat terkejut saat itu, sudah 3 tahun orang tua ku tak pernah hadir dalam acara hari jadiku, karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ya maklum mereka sangat gila berbisnis. Sedangkan kakak ku mas arya, sudah 4 tahun yang lalu meninggal dalam kecelakaan pesawat, saat hendak menghadiri ulang tahun ku, aku sangat terpukul atas kepergian mas arya, awalnya orang tua ku tak ‘segila’ itu dalam berbisnis, namun ketika mas arya meninggalkan kami seakan-akan obat untuk menghilangkan rasa sedih mereka adalah berbisnis. Mas arya adalah anak yang sangat mereka sayangi, sebelum nya orang tua ku tak akan pergi berlama-lama untuk sekedar bisnis, mereka lebih suka menghabisknan waktu mereka bersama mas arya, dulu rumahku sangat ramai, selalu ada canda gurau orang tua ku bersama mas arya, namun saat mas arya pergi, semua itu seakan-akan hilang, mereka tak pernah memikirkan ku, aku sendiri tinggal di rumah yang besar ini tanpa mereka, hanya mbok min lah yang selalu bersama ku. Mbok min adalah orang yang sudah bertahun-tahun ikut dengan keluargaku, malah aku lebih sangat dekat dengan mbok min, daripada dengan orangtua ku.
“ Lauraaa..ada apa ?? kamu tak senang melihat kami hadir di hari jadi mu ini sayang ??” Tanya mama kepada ku. lamunan ku pun segara ku hilangkan.
“ Mama.. Papa.. tentu laura sangat senang mama dan papa hadir dalam acara laura ..”
“oiya,, ma..pa.. ini potongan kue pertama dari laura untuk mama dan papa.. “ aku sangat senang mereka hadir dalam acara ku..
“ooooo… makasih sayanggg…” mereka mencium kedua pipiku, aku merasakan kehangatan yang selama ini hilang dari ku, kehangatan kedua orang tua ku.
“oiya… sayanngg.. mama sama papa beliin kamu sesuatu yang kamu suka..”
“hayyyooo…kamu tau ga sayangg??” Tanya papa, mereka membuatku penasaran..
“ mmmmmm… baju ?? sepatu?? Mmm..oooiiyaaaa… teropong bintang yaa???” Tanya ku sangat antusias…
“mmmm…apa yaaaaa…..”. Mama membuatku sangat penasaran aku tak sabar melihat hadiah dari mereka ..
“kalau begitu sebaiknya laura lihat sendiri di kamar laura, papa sudah taruh disana ya sayang “..
“ok!! Paapaaa…lauraa saaayyyangg papa mama…… ” aku pun memeluk mereka berdua sangat erat, sampai aku tak mau melepaskannya, aku berharap hari yang indah ini akan terulang di hari jadiku tahun depan, sebuah kehangatan yang kembali di sisiku..
Aku pun berlari dengan cepat menuju kamarku, namun ku sempat menoleh ke arah mereka, aku melihat wajah papa yang tampak tegang sambil menerima telpon,
“ loohhh,, kenapa papa ?? wajahnya tampak aneh??” Tanya ku dalam hati..
“ahhh,, sudahlahhh”. Aku pun segera berlari ke kamarku, mencari di mana hadiah itu mereka taruh,, akhirnya ku temukan benda itu, ada di atas tempat tidurku. Dengan cepat ku buka hadiah ituu,, betapa sangat senangnya aku saat melihat sebuah teropong bintang yang sangat ku inginkan berada di tangan ku. aku sangat luar biasa senangnya malam ini, ku sempatkan menulis kan hari indah ini di dalam diary yang selalu ku isi..
Dear diary…
Malam ini di hari jadiku yang ke 15 tahun, orang yang sangat ku sayangi hadir bersama ku, dan juga mas arya pun hadir dalam hatiku, memberi kado terindah, yaitu membawa mama papa hadir dalam acara ku. Diary aku berharap hari indah ini dapat terulang lagi, malam ini aku mendapatkan sesuatu yang sudah lama hilang kini kembali ke sisiku, tuhan aku memohon jangan pernah hilangkan hari indah ini lagi..
“lihat .. apa yang ku temukan 1 buah foto yang sudah sangat lama, ya foto aku bersama keluargaku, disana juga ada mas arya, mama papa tampak masih sangat muda saat itu, di belakang kami terlihat kebun bunga yang sangat indah, namun tak menggalahkan kegembiraan kami, aku berusaha mengingat dimana itu??. Yaaa.. aku ingat itu di hari jadiku yang ke 9, kami merayakan nya di sebuah villa keluarga ku, villa itu sangat indah.
“tokktokk..non..non.. non lauraaaa… ini mbok min non” panggil mbok min kepada ku, sambil mengetuk pintu kamarku..lamunan ku pun menghilang, segara ku menuju pintu untuk membuka pintu.
“ lohh mbok?? Ada apa?? “
“ non lauraa.. tuan sama nyonya sudah kembali ke Newyork non naik pesawat terakhir malam ini juga, mereka bilang ada hal yang mendadak” jawaban mbok min seakan-akan menghancurkan malam indah ku ini. aku terdiam mematung, mengingat harapan yang ku minta agar malam ini tak pernah berakhir.
“ mbok, aku mau tidur.. kalau para tamu Tanya bilang saja aku capek “
“ tapi non.. ini ada surat dari tuan sama nyonya buat non katanya, kata mereka kalau mereka sudah sampai, nanti non di telpon” mbok min memberikan surat itu kepada ku.
“ makasih mbok..”. Aku pun segera menutup pintu tak mau ada satu orang pun yang tau jika air mataku sudah hampir menetes. Aku baringkan tubuhku di tempat tidur, ku tutup mukaku dengan selimut, menahan air mata ku yang memaksa keluar, aku tak bisa menahannya, malam yang indah itu pun menghilang, namun didalam hatiku, aku berharap besok pagi mereka beri aku kabar.. akhirnya aku tertidur dalam tangisan ku..
Jam 11 pagi aku terbangun dari tidurku..“ hhuuuaaaaaaammmm, mbokkk..mbokkk..mbokk…” pangil ku pada mbok min, namun tak ada jawaban, aku mencoba bangkit dari tempat tidur, dan meletakan teropong bintang itu diatas meja, karena tanpa sadar aku tertidur dengan memeluk treopong bintang itu dan sebuah foto kami, aku pun keluar kamar, menuruni tangga, dan betapa terkejuutnya aku, melihat mbok min yang menangis tersedu-sedu, aku tak tahu mengapa, “aaahhhh.. mungkin mbok min sedang asik menonton telenovela, itukan kebiasaan mbok min”…… Namun aku heran mbok min ternyata tidak menonton telenovela, tapi sebuah berita siang yang kulihat seperti berita kecelakaan pesawat… aku tak pasti itu berita kecelakaan pesawat, karena suara TV itu sangat kecil, atau sengaja di kecilkan mbok min” pikirku..
Aku mencoba mendekati mbok min “ mbok..mbok.. ada apa mbok ??” Tanyaku kepada mbok min..dengan seketika mbok min memelukku dengan erat, sambil menangis memelukku“ non… sabar yaaa non,, mbok akan jaga non” dengan suara lirih mbok min berkata sesuatu yang sulit ku cerna.. aku pun merasakan hal yang aneh, aku merasa takut, takut sekali, daaannnnnn….
“Pemirsa Dipastikan 124 orang meninggal, 10 orang terbakar dan 29 orang lainnya belum di temukan, pesawat ini terbakar ketika sedang terbang menuju newyork sekitar pukul 02.14 dini hari, korban yang di pastikan hangus terbakar yang masih bisa di ketahui identitasnya bernama Anggoro setiawan (50), Herdi (35), Santi sulistiya (30), Anton budiherdi (45) dan Intan prasiasty (40). Saya Ananta dari Metro TV melaporkan”
Tiba-tiba aku membeku, membisu, air mataku tak sanggup ku bendung lagi, saat reporter TV itu menyebut nama korban kecelakaan pesawat “ Anggoro Setiawan dan Intan Prasiasty”…seketika jantung terasa berhenti, aliran darah ku membeku, otak ku tak dapat berpikir, tiba-tiba mataku pun seakan-akan tertutup kain hitam, tak ada yang ku dengar dan kulihat.
“ lauraaa…lauraaa sayyyanggg… bangun sayaaannggg”. Suara itu tak asing ku dengar, itu suara mama dan papa.
“lauraaaa… adikku saayyaaanggg baangun saaayyang”ITUU..!!! ituu suara mas aryaaa..ada apaa ini!!!! TTIIDAAAAAAAAAKKK!!!!!!!Aku tiba-tiba terbangun, namun aku sudah berada di kamarku, aku mencoba mengingat apa yang terjadi, TIDAAAAAAAAAAKKKK!!!!! Mereka tidak akan meninggalkan ku lagii… yaaa tuhannn TTIIIIIIIIDAAAAAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!!! Aku menangis sejadi-jadinya dikamar ku. tiba-tiba mbok min datang ke kamar ku.
“ non… ini the hangatnya di minum dulu non.. “ sambil memberikan ku the hangat
“ mbok udah telpon saudara nyonya sama tuan nono, mereka akan datang secepatnya kesini non..”
“……………………………..”
“ non yang sabar yaaa.. masih ada mbok min non “ perkataan mbok min membuatku merasa aku benar-benar sendiri saat ini. Air mataku mengalir, aku menangis sejadi-jadinya memeluk mbok min. Entah apa yang aku rasakan, aku merasa jika saat ini aku tidak sedang menginjak bumi, semua badanku lemas, tanpa daya dan aku ingin sekali berteriak !!! melepas semua beban ini..!!! mereka pergi !! semua telah pergi !!! “AAAAAAAAARRRRRGGGGGGGGGGG !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaku pada dunia ini !!
Aku hanya terdiam mematung di tempat tidurku, dengan tangan sebelah kananku memegang sebuah foto, foto terakhir yang kudapatkan dari mereka!! Mereka yang telah pergi !! di hadapanku telah tergeletak sebuah buku diary yang telah terbuka, yang bertuliskan “ Hari Jadiku Ke-17 “ aku mengulang membaca tulisan yang telah aku tulis semalam, tulisan itu sangat menunjukan jika semalam aku sangat senang dan bahagia. Namun lihat lah aku sekarang!! Tak ada sedikitpun senyum di wajahku. Aku pun kembali menangis sejadi-jadinya aku sangat terpukul, sedih, benci, kesal !!! tiba-tiba aku melihat sebuah gunting di meja belajarku. Terlintas pikiranku untuk menyusul mereka, aku mengambil gunting itu dari atas meja belajarku, tanpa memikir apapun aku ambil dan sekarang gunting itu sudah berada di tangan ku. Tanganku bergetar namun tetap tidak menghalangi niat ku ini, namunnnn………….
“ non … saudara-saudara tuan sama nyonya sudah datang non “ terdengar suara mbok min dari depan pintu. Segera aku batalkan niatku dan cepat-cepat aku menyelipkan gunting itu di bawah tempat tidurku.
“ iyaa mbok.. aku nanti keluar”
5 menit kemudian aku keluar kamar dan sudah melihat saudar-saudara papa dan mama sudah berkumpul, dan …
“ lauraaaaa….huuhuuuhhuuh…. saa..baaa..rrr.. yaaa.. sayyyaanngg…” masih ada tante sama om sayang.
haduuww iyaa niee mav ktwa.. abis nya ga tau ...
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH
WEKWEKWEKWEKWEKWEKWEKWEKWEKWEKWEK
KOK GITU? ITU KETAWA SENENG ATAU KETAWA SEDIH? DENGAN BERTAMBAHNYA UMUR BERARTI BERTAMBAH PENDEK LHO UMUR KITA...
ga ngerti bgt
kenapa harus hahaha, kok bukan syukur pada tuhan yang dilantunkan