Ketika seseorang ditinggalkan
"Pada suatu waktu, ada seekor rubah yang terluka. Perutnya berdarah setelah ia diserang serigala. Ia terbaring lemah di pinggir jalan. Ketika itu hari bersalju dan angin dingin bertiup kencang. Tiba-tiba, ia melihat anjing hutan berjalan ke arahnya.
“Hai, anjing hutan sahabatku, tolonglah aku,” pinta sang rubah.
“Hah? Untuk apa aku menolongmu? Jika engkau mati, buruan untukku akan lebih banyak,” kata anjing hutan menolak. Dan kemudian ia berjalan menjauh.
Rubah kecewa pada anjing hutan. Ia pikir anjing hutan adalah sahabatnya karena mereka sering berburu bersama. Tetapi ia tidak menyerah. Ia tetap berusaha terjaga dan mencari-cari hewan lain yang dapat dimintai tolong. Tak berapa lama, sekeluarga kelinci muncul dari balik semak.
“Hai, kelinci nan cantik. Maukah engkau menolongku,” pinta sang rubah.
“Untuk apa kau kutolong? Kemarin kau makan putraku,” cemooh sang kelinci. Dan mereka pun meninggalkannya sendirian.
Sang rubah pun masih tidak mau menyerah. Bertahun-tahun lamanya ia dapat mengalahkan kelaparan, kedinginan, dan luka-luka, ia tidak mau kalah hari ini. Namun begitu, hari sudah semakin gelap dan salju turun semakin lebat.
Tiba-tiba, ada seekor elang-burung hantu hinggap di dahan pohon di atasnya. Rubah pun memanggilnya, “hai elang-burung hantu yang gagah, tolonglah aku. Aku terluka dan kedinginan.”
Sang elang-burung hantu menoleh dan menatap sang rubah sejenak. “Maaf. Aku tak kenal kamu. Aku pun hanya singgah sebentar untuk beristirahat di sini.” Dan kemudian ia terbang lagi.
Malam pun tiba. Bulan yang biasanya terang bersinar malam ini disembunyikan oleh awan-awan salju tebal. Suhu semakin dingin. Di kejauhan, terdengar lolongan serigala.
Ketika musim semi tiba dan salju mulai mencair, tubuh sang rubah ditemukan masih membeku. Tampak pula jejak es turun dari matanya ke tanah.
WeHa
Februari 29, 2008
00:43
Tag:








