EMAS ATAU KUNINGAN

Alkisah, tersebutlah disebuah kerajaan antah berantah seorang raja yang terkenal dengan kedermawanan dan kekayaannya membagi-bagikan emasnya untuk semua rakyat yang hidup dibawah naungan kekuasaannya. Mendengar hal tersebut maka bersukacitalah rakyatnya, sambil memuji dan mengelu-elukan rajanya. Namun ada peraturan dari sang Raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu mereka tidak boleh mengembalikannya kembali. Jika didapati ada yang menukar atau menyia-nyiakan hadiah itu, maka orang itu akan mendapatkan hukuman karena ia tidak menghargai Raja.

Tetapi rajanya menjanjikan bagi mereka yang mendapatkan emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun sang Raja. Juga bila mereka merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Dari Cerita tadi muncul pertanyaan, apakah kita dapat membedakan sebuah benda emas atau kuningan jika ditempatkan pada satu tempat? Apa yang akan kita pilih diantara kedua benda tersebut? Apa yang kita lakukan jika kita diminta untuk memilih kedua benda tersebut dalam waktu yang terbatas? Apakah memilih apapun yang nampak emas 24 karat bagi kita, walaupun mungkin pada kenyataannya benda itu bukan emas 24 karat bahkan bukanlah emas 1 karat. Dengan kondisi seperti ini mungkin keterbatasan sebagai orang awam akan memaksa kita untuk 'memilih' emas menurut versi kita. Dan berharap bahwa benda yang pilih adalah bukan kuningan.

Satu hal yang hampir mirip dengan kondisi tersebut,adalah ketika kita sedang mencari pasangan. Tahukah kita (dengan sebenarnya) bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Sebagai manusia adalah 'boleh', 'mubah' dan 'manusiawi' jika kita harus memillih pasangan kita, tapi ingat jangan habiskan waktu yang terlalu lama dalam pertimbangan, untuk kita yang merasa sulit memilih, ingatlah semua orang itu pada dasarnya sama, hanya pemilik manusia yang tahu persis masalah itu, berdoalah dan berkomunikasi dengan Nya tentang pasangan kita.

Bagi anda yang telah memiliki pasangan tapi belum menikah, ketika pertama kali bertemu dengannya, si dia Nampak bagaikan emas 24 karat, tapi setelah bertahun-tahun anda mengenalnya, si dia hanya berkadar 10 karat saja. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, bagaikan rakyat tadi yang sedang memilih emasnya, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu jika kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik. Pada tahap ini, hal yang terbaik adalah menilai secara obyektif siapa dia dan apakah dapat menyelaraskan hati bersamanya. Jika anda mengetahui hal terjelek dalam dirinya sebelum kita menikah itu baik, apakah kita dapat mengusahakan perubahan atau tidak, apakah cinta dapat berperan disini, bahkan burung dengan satu sayap tidak akan dapat terbang, dia harus mempunyai dua sayap, begitupun cinta tidak dapat berjalan dengan satu orang tetapi butuh dua orang yang dapat bekerjasama dan saling menghargai. Meskipun pada tahap ini anda masih dapat berganti pillihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
Untuk yang telah menikah , dalam tahap ini siapapun dia berarti kita telah memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan darinya, jangan seperti orang yang egois dan tidak pernah puas dengan diri pasangannya, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Kita tidak boleh menyesal atas pilihan kita sendiri. Jangan kuatir Tuhan pemilik manusia selalu memperhatikan dan seperti janji raja tadi, Tuhan yang akan menambah kenikmatan bagi siapa saja yang pandai bersyukur. Dan dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Pada saat tertentu, Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi lalu bercerai lagi? Jadi periharalah pasangan anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. dan Tuhan lah pemilik hati setiap manusia.

Setelah beberapa lamanya, maka berdentinglah lonceng istana menandakan berahir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi dan berkata, " Wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, dan ketahuilah sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini untuk menguji dan supaya kalian mengabdi kepada kerajaan dan hanya aku yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah pemiliknya. Saat kuberikan waktu kepada kalian untuk merenungkan pilihan, kalian telah ku tunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi hanya satu orang saja yang datang kepadaku untuk menanyakannya...sungguh amat disayangkan" ujarnya, menutup kata-katanya .demikianlah raja yang bijaksana itu mengajarkan rakyatnya.

24:30 2008/02/22 Malam jum'at.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer yosi_hsn
yosi_hsn at EMAS ATAU KUNINGAN (6 years 25 weeks ago)
70

Saya lebih menganggap ini sebuah essay (walaupun saya nggak tahu pasti apa itu essay)

Writer kecurut-curutan
kecurut-curutan at EMAS ATAU KUNINGAN (6 years 25 weeks ago)
30

sepertinya ceritanya pendek banget, tapi di paragraf 3-5 cuma berisi semacam essai pendek juga...ini cerita bukannya? sory.

Writer miracle_hope
miracle_hope at EMAS ATAU KUNINGAN (6 years 25 weeks ago)
70