Salju itu hinggap di keloHpak! matanya. Basah. Andra berdiri di& sampingku sambil memegang kameranya, seKse@kaLli6 membersihkan salju yang menempel pSaTd$a* benda kesayangannya itu. Hari in7iH ada banyak objek lagi yaPngY ingin ia amati, tapi iaS terlihat agak lelah siang in3i.Z Kulit wajahnya mulai terlihat puRca4tM seperti orang-orangan salju. Aku menRgen&gga)m* tangannya dan mengajak ia bOe|rUtUeCdRu7h* di teras rumah kami yXa~n2g5 mungil. Semburat senyum tenang me2reLka6h8 di bibirnya sambil berlari kecDil* mengikuti langkahku. Aku tertawa meliChat# ia yang terlihat bersemangat.
Pertama, aku berkesimpulan penulis pernah ke Belanda atau belajar tentang Belanda (apapun itu bahasa atau kebudayaan).
Kedua, menurutku rangkaian katanya sudah mengalun enak dibaca. Deskripsi alam, tokoh dan konflik terangkum dengan baik.
Ketiga, saya jadi teringat sebuah buku kumpulan Cerpen RENENSI (sebuah buku kumpulan cerpen, para penulisnya membuat cerita dengan setting Belanda atau tokohnya orang Belanda yang memupunyai keterkaitan dengan Indonesia).
Bagus, bisa menerjemahkan kisi-kisi cerita sesuai dengan yang diminta namun masih kurang dalam. Tapi saya suka dengan penggunaan momentum dalam cerita ini ^^
Ada beberapa konflik yang belum tereksplor seperti hubungan Eva dan Doni, bagaimana Eva memperjuangkan hubungannya dengan Andra di hadapan keluarga, perjuangan Andra dengan HIV, dll. Cerita ini masih berfokus pada perasaan Eva. Yah bisa dimaklumi sih, soalnya kalau membahas semua itu, agak sulit tercakup dalam satu cerita saja (memang kudu jadi novel).
EYDnya masih ada yang perlu diperbaiki, seperti menyender yang benar mungkin bersandar, lalu melenguh, mungkin mengeluh kali ya?
Mengenai masalah pun, saya setuju dengan Herr Rivai, pun yang menunjukkan orang atau kata benda tidak disambung, tapi kalau walaupun meskipun demikianpun disambung.
Pun? bukannya kalo penggunaan pun untuk walaupun itu disambung ya? Kalau 'Andra pun membalasnya' baru dipisah. Atau 'aku pun tak sadar'. Tapi, ntar coba cek lagi deh di EYD.. hehe.. thanks ya.
rivai... mantap... hanya rada terganggu dengan EYD-nya. Contoh penggunaan pun yang seharusnya dipisah. Walau pun demikian pun... bagus pun... huehehe pun
"Akhirnya bisa diposting juga, setelah beberapa kali gagal ngebuka Kemudian. Berbekal sebuah e-book kamus Indo-Jerman (yang entah bisa dipercaya atau ga) dan beberapa contoh percakapan dasar, saya memutuskan utk memasukkan beberapa kata Bahasa Jerman demi memperkuat setting.Soalnya pengetahuan bahasa Jerman sy benar-benar NOL ('selamat pagi' aja nggak tau), jadi beresiko juga nih, apalagi penantangnya pasti tahu. Ada beberapa kosakata yang ga tepat, akan sy koreksi lagi. Anyway, berikut terjemahannya: (buat yg bisa bhs jerman, tolong koreksi ya kalo salah) Paradies: surga, firdaus; Schnee: salju; Sonnenuntergang: fajar; Gutten Morgen: selamat pagi; Wie geht’s?: apa kabar?; Gut: baik; Künstlerhäuser: rumah seni; Ich liebe dich: aku cinta padamu; Was meinst du...?: apa artinya itu?; Mittags: siang hari; Guten Abend: selamat malam; Auf Wiedersehen: selamat tinggal; dankeschön: terima kasih banyak; Sejujurnya sy tidak puas dengan tulisan ini dan merasa kurang pede untuk menjawab tantangan. Tapi apa boleh buat, waktunya udah terlalu molor. Mungkin karena cerpen ini udah jadi cerpan (3000 kata lebih), makanya saya sendiri ga ngerasa sreg. Fokus cerita juga agak bergeser dari yang ditulis bintang_alzeyra, semua ini karena sy nggak terbiasa dengan plot cerita seperti ini (yah namanya juga tantangan, ya ga? Tujuannya memang membuat yang diluar kebiasaan) Akhirul kata, selamat membaca dan semoga saja hasilnya tidak terlalu buruk. Danke! :)"
kamu mungkin sudah lupa sejak kapan
kurva tubuhmu menjadi aksen dalam bingkai persegi
kamu mungkin sudah lupa sejak kapan
ada yang katakan bahw ... lanjut baca
mereka membuat manusia masuk ke dalam kotak
dan terpisah-pisah
dibawa detakan gugup pejuang berani mati
satu detik sebelum bunuh diri
mereka tem ... lanjut baca
angel falls, heroes down
but the justice will prevail
wahai sebangsa ular
yang mencengkram kami dengan sisik-sisik
satu nyawa di antara kami aka ... lanjut baca
Hari ini sebuah kartu memori berisi sekumpulan rekaman suara sampai di tanganku. Rekaman dalam bentuk memory card ini adalah benda penyingkap kebenara ... lanjut baca
Saya sebenarnya tidak begitu mengerti apa yang membawa saya ke tempat ini, sebuah pengadilan kerajaan yang dihadiri oleh para petinggi, hakim, dan bah ... lanjut baca
semenjak engkau diturunkan ke Bumi
Bumi selalu menanti
walau engkau telah mencuri bintang-bintang ke dalam rumahmu
untuk menerangi ruang tamu, ka ... lanjut baca
Entah sejak kapan kamu tiarap di dalam jejak-jejak
menjadi tanda yang memberiku firasat: aku tengah tersesat
aku mendengar pelan suaramu meran ... lanjut baca
Namaku adalah Putri Indra Ramadhani, seorang mahasiswi psikologi tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian di sebuah desa kecil bernama Sirna May ... lanjut baca
Suara seorang perempuan berteriak-teriak dari ponselku, suaranya sangat berisik bagaikan sederet petasan yang meledak di malam lebaran, atau seperti k ... lanjut baca
Pagi buta dengan hawa yang mencekam. Dingin dan heningnya terasa begitu menusuk kalbu. Toko mainan “TOY STORY” sudah memulai kehidupannya. Jam men ... lanjut baca
Betina kecilku berlari di dalam taman yang lara
ia tak mengerti dunia langkahnya
ia hanya tahu luasnya samudra tanpa mengerti seberapa jauh cahaya m ... lanjut baca
Anak itu terduduk di teras sebuah toko. Etalase toko itu malam ini sangat meriah, seakan-akan memanggil perhatian setiap orang yang lewat di situ. Tap ... lanjut baca
“Plaaak!!!”
Sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat di wajah Doni. Dia menatap nanae ke arah Elen.
“Apa salahku Len?” tanya Doni keb ... lanjut baca
Segera setelah langit gelap, Martiuas mengendap-endap meninggalkan kamar. Ia mengintip dari jendela, mengamati ibunya mendarat ringan di beranda dan b ... lanjut baca
Dalam sunyi aku bernyanyi
Dalam gelap aku menunggu
Saat hati merasa rindu
Senyum manismu yang terbayang
Ia memandangi foto itu dengan tatapan pe ... lanjut baca
Do you remember?
Hari itu, langit bertabur kelopak mawar merah muda.
When we were young, standing on our tiptoes. There was a door we couldn’t ... lanjut baca
Memang rasanya kalau cerita ini dijadikan cerpen rasanya masih kurang, harusnya jadi novel. Banyak tokoh yang berkesan hanya selingan.
Cerita ini termasuk cerita yang aq baca dengan status offline, karena panjang. Dan termasuk cerita yang bisa narik aku buat baca sampai habis. Bagus!
@Ceritanya bagus vai!
@Deskripsi settingnya lumayan ok (saranku sih tolong baca buku tentang negara yang mau kamu jadikan setting cerita).
@Pemilihan diksi pas untuk beberapa narasi.
@Kata "mittags" tolong dihilangi "s"nya.
@Penokohan kurang kuat. Tak jelas diterangkan seperti apa Eva, Andra, Raras, Doni secara fisik atau karakter.
@Tokoh-tokoh seperti Raras, Doni serta keluarga Fritz terkesan numpang lewat saja.
@Isi menarik kok. åku hargai usahamu !! Bravo!!
Selamat kamu layak mendapat 1 kaos Euro Meister 2008 ( silahkan hubungi saya di YM atau email untuk ukuran dan warna).
Vielen dank!!
Ceritanya menarik ^_^ jd iri karena ak lum bs buat cerita yg ky gni =p huehue...
mh.... bagus....
Cerita sangat bagus.
Pertama, aku berkesimpulan penulis pernah ke Belanda atau belajar tentang Belanda (apapun itu bahasa atau kebudayaan).
Kedua, menurutku rangkaian katanya sudah mengalun enak dibaca. Deskripsi alam, tokoh dan konflik terangkum dengan baik.
Ketiga, saya jadi teringat sebuah buku kumpulan Cerpen RENENSI (sebuah buku kumpulan cerpen, para penulisnya membuat cerita dengan setting Belanda atau tokohnya orang Belanda yang memupunyai keterkaitan dengan Indonesia).
Kesimpulannya OUTSTANDING!
Bagus, bisa menerjemahkan kisi-kisi cerita sesuai dengan yang diminta namun masih kurang dalam. Tapi saya suka dengan penggunaan momentum dalam cerita ini ^^
Ada beberapa konflik yang belum tereksplor seperti hubungan Eva dan Doni, bagaimana Eva memperjuangkan hubungannya dengan Andra di hadapan keluarga, perjuangan Andra dengan HIV, dll. Cerita ini masih berfokus pada perasaan Eva. Yah bisa dimaklumi sih, soalnya kalau membahas semua itu, agak sulit tercakup dalam satu cerita saja (memang kudu jadi novel).
EYDnya masih ada yang perlu diperbaiki, seperti menyender yang benar mungkin bersandar, lalu melenguh, mungkin mengeluh kali ya?
Mengenai masalah pun, saya setuju dengan Herr Rivai, pun yang menunjukkan orang atau kata benda tidak disambung, tapi kalau walaupun meskipun demikianpun disambung.
-cek EYD lagi keknya-
keren!!! Gua suka konsep ceritanya!!!
Hahahaha....(ketawa buat Super x)
Bagus. Saya suka istilah-istilahnya.
Pun? bukannya kalo penggunaan pun untuk walaupun itu disambung ya? Kalau 'Andra pun membalasnya' baru dipisah. Atau 'aku pun tak sadar'. Tapi, ntar coba cek lagi deh di EYD.. hehe.. thanks ya.
rivai... mantap... hanya rada terganggu dengan EYD-nya. Contoh penggunaan pun yang seharusnya dipisah. Walau pun demikian pun... bagus pun... huehehe pun