Berjam-jam. Saya tidak bisa memulai. Ini terlalu sulit.
”Kau bercanda.”
Sebut apa saja, tetapi inilah kenyataannya.
“Ingat, kau pernah jatuh cinta pada melukis dan hanya aksara-aksara itu yang kau temukan di sana. Rumah-rumah beratap yang kau bilang lebih menyerupai huruf ‘A’, pegunungan sewujud rangkaian huruf ‘M’, liukan sungai seperti huruf ‘S’ dan wajah-wajah kosong huruf ‘O’. Kau melukis, tetapi jiwamu tetap menulis.”
ini bagus,mengajak bercerita dengan cerita.but de'ending?!i still figured out??? tapi sebelum kita "ngebunuh presiden en de'kroni",ayo kita "bunuh diri sendiri" dulu biar dlm mati kita bisa nemuin ceritanya atau berkonspirasi untuk,,,
Berusaha tidak membaca komentar teman-teman sebelumnya agar dapat memberikan sudut pandang se-murni pemikiran saya.
1. Waktu miss_worm share plot tantangannya, aq pikir plot akan dibawa ke intrik perebutan kekuasaan, gaya2 rebutan kursi ke anaknya yang bermula dari sistem pemerintahan monarki (Jaman2 Pak S*H**T* yang mulai mendomplengkan nama Mbak T***T ke kursi kementrian untuk digadang2 jadi pengganti dia seterusnya)
atau
2. Format terorisme
Ah tapi jawabannya ternyata ... so... typical cerita sinetron yak...
"Kamu ketahuan... nannanananana"
Dan... akhirnya... the 1st Man ini tumbang.
Tapi aku suka cara membawakan yang bermula dari kebingungan penulis pembuatan cerita, alasan (kalau boleh mengatakan "alibi ceriti"), dan alur...
Kalau masalah sekuens, pas... memang tema semacam ini sulit dimengerti untuk yang tidak terbiasa cerita "absurd", (dan aku pikir dirimu kan terjebak dengan pola itu), tapi kamu mengetengahkan dengan sesuatu yang "real", bukan bahasa awang-awang.
And 4 the most of all, I'm very salute 4 this story. In less 4 a week U can make that's. Bravo!!!
salut buat MAS Dadun, penantangku, yng telah melewti tantangannya dari mbak Windry (miss_worm) .... (saya masih menunggu format tantangannya loh mas....)
hasil pembacaanku :
1. typo dan salah eja masih dapat ditolerir
2. konflik dan dialog yg dibuat sedikit njelimet kemungkinan membuat pembaca mudah lelah/bosan
3. ending kurang greget .. karena konflik antara Aku dan "Aku" sepertinya masih belum jelas penyelesaiannya ... padahal yg konflik tersebut merupakan bagian utuh dari keseluruhan cerita ... (mungkin)
4. maaf klo ada hal yg kurang berkenan, saya pun masih perlu banyak belajar ...
mirip yah ama itu Kak Dadun...
tapi,,, cerita ini bagus banget...
kasus2 pembunuhan Presiden selalu bikin aku penasaran...
Dan membaca cerpen ini (yg dibutuhkan konsentrasi penuh dan mikir lama...) seru banget rasanya...
Entah kapan aku bisa bikin cerpen kek gini...
Buka les menulis gak Kak Dadun ???
*hehehe
Benar-benar gaya yang berbeda dari biasanya. Suspensenya terasa walau inti cerita berkisar tentang menulis, cuma flash back dan penggalan2 cerita yang italic agak kurang smooth masuk ke dalam cerita.
Oh ya Dun, typo ama salah eja masih banyak tuuuh...ntar kena jitak miss worm lho hehehehe
Konsep percakapan-tanpa-tubuh gini nih yang gua demen. Hehe. Idenya bagus juga. Bukan membuat cerita benar tentang membunuh presiden, tapi malah membuat cerita tentang seseorang yang membuat cerita pembunuhan presiden. Manthap!!! ^^
point plus di tulisanmu kali ini adalah kandungannya a.k.a. isi. nulisnya jadi pakai mikir pastinya kekeke. wajar, menulis harusnya kegiatan cerdas, begitu juga membaca (jadi, para pembaca ... dadun sudah menulis dengan pemikiran, bacalah dengan berpikir juga hehehe)
but hey, mari saya jelaskan kenapa nilainya 7 (bagi saya).
saya tidak menemukan sesuatu yang segar dalam tulisan ini. saya tidak melihat sesuatu yang baru. baik dalam hal ide maupun teknik. kasarnya, penulis terjebak dengan hal klise (saya setuju dengan pikanisa). perdebatan hati seorang penulis dalam menulis fiksi sudah terlalu sering diangkat, cerita ini menjadi membosankan bagi saya hanya dalam dua adegan di awal. semua teknik yang digunakan juga sudah pernah saya pakai. dan ini cukup krusial.
cerita di dalam cerita (kisah sang presiden yang itu sendiri) membosankan :D. tidak ada sesuatu yang benar-benar disuguhkan kepada pembaca. terkadang ini memang terjadi saat menulis prosa multiplot. keseluruhan tulisan juga begitu renggang, tulisan menjadi terasa kurang padat.
lalu saya kurang sreg melihat perpindahan adegan macam deretan garis melengkung itu. masih banyak cara yang lain.
masih ada beberapa typos, mungkin terburu-buru saat posting. it's ok. saya tidak ingin mempermasalahkan itu :D kuatir saya jadi terkenal cuma bisa kritik itu doang kekeke
di luar itu semua, dadun menulis sesuatu di luar kebiasaannya. so, well done. sering-sering lah eksplorasi. ^^ rasa puas saat menulis jauh lebih penting daripada komentar-komentar pembaca :D
segitu dulu, saya lupa tadi kita ngobrol apa aja di YM, Dun.
Dun, pas baca tantangan miss worm di forum aku berpikir "Ini terlalu sulit buat diriku".
Tapi dirimu membuatnya dengan cerdik. Aku nggak mungkin kepikiran sampai ke situ kali... ^^
Terlepas dari kekurangan yang lain, aku sudah salut banget sama cara penaympaiannya.
Jadi, baguuuussss..
Membaca cerita ini kebetulan aku selesai membaca sebuah buku berjudul KUDETA MEKKAH karya Yaroslav Trofimov dan membaca resensi film berjudul VANTAGE POINT (film tentang mencari dalang penembakan presiden Amerika, pemain Dennis Quaid).
So, menurutku alur ceritanya cukup apik, walaupun agak keteter saat bercerita flash back.
Unsur ketegangannya juga masih agak sedikit mengambang, tetapi konflik cerita lumayan terjalin dengan baik.
Secara keseluruhan cerita cukup menarik dan menantang untuk di eksplor.
Selamat ya, berhasil melewati tantangan sulit hehehe.
Dan aq juga harus berusaha berpikir buat baca ini karena harus menebak-nebak kira2 aq bakal dibawa kemana, bagaimana akhirnya sang penulis menentukan harus dengan cara apa si penulis membunuh sang presiden.
Aq bilang ini bagus karena biarpun aq harus sedikit mikir, tapi enjoy bacanya.
Btw, apa cerita ini hasil dari dialog dengan hatimu sendiri, dun? gimana caranya membunuh sang politisi...^_^
isinya cerdas. sy smpe terpana. kisah pembunuhan memang selalu menarik. apalagi orang penting. salut to u.
sip
ini bagus,mengajak bercerita dengan cerita.but de'ending?!i still figured out??? tapi sebelum kita "ngebunuh presiden en de'kroni",ayo kita "bunuh diri sendiri" dulu biar dlm mati kita bisa nemuin ceritanya atau berkonspirasi untuk,,,
Seru jg, walau memakai gaya penulisan yg kurang kusuka.
cerita yg berat yg membuat dahiku berkerut.
anyway selamat telah melewati tantangan miss worm.
Dari tantangan yg berat, emang jd cerita yg berat jg ya...
Rd bingung c d awal bacanya, tp akhrny ngert jg
salut buat Dadun ^_^
kalo ak yg dpt tantangan ky g2, gmana ya?? Pusing....!!!
Berusaha tidak membaca komentar teman-teman sebelumnya agar dapat memberikan sudut pandang se-murni pemikiran saya.
1. Waktu miss_worm share plot tantangannya, aq pikir plot akan dibawa ke intrik perebutan kekuasaan, gaya2 rebutan kursi ke anaknya yang bermula dari sistem pemerintahan monarki (Jaman2 Pak S*H**T* yang mulai mendomplengkan nama Mbak T***T ke kursi kementrian untuk digadang2 jadi pengganti dia seterusnya)
atau
2. Format terorisme
Ah tapi jawabannya ternyata ... so... typical cerita sinetron yak...
"Kamu ketahuan... nannanananana"
Dan... akhirnya... the 1st Man ini tumbang.
Tapi aku suka cara membawakan yang bermula dari kebingungan penulis pembuatan cerita, alasan (kalau boleh mengatakan "alibi ceriti"), dan alur...
Kalau masalah sekuens, pas... memang tema semacam ini sulit dimengerti untuk yang tidak terbiasa cerita "absurd", (dan aku pikir dirimu kan terjebak dengan pola itu), tapi kamu mengetengahkan dengan sesuatu yang "real", bukan bahasa awang-awang.
And 4 the most of all, I'm very salute 4 this story. In less 4 a week U can make that's. Bravo!!!
salut buat MAS Dadun, penantangku, yng telah melewti tantangannya dari mbak Windry (miss_worm) .... (saya masih menunggu format tantangannya loh mas....)
hasil pembacaanku :
1. typo dan salah eja masih dapat ditolerir
2. konflik dan dialog yg dibuat sedikit njelimet kemungkinan membuat pembaca mudah lelah/bosan
3. ending kurang greget .. karena konflik antara Aku dan "Aku" sepertinya masih belum jelas penyelesaiannya ... padahal yg konflik tersebut merupakan bagian utuh dari keseluruhan cerita ... (mungkin)
4. maaf klo ada hal yg kurang berkenan, saya pun masih perlu banyak belajar ...
salam,
-Mirza-
mirip yah ama itu Kak Dadun...
tapi,,, cerita ini bagus banget...
kasus2 pembunuhan Presiden selalu bikin aku penasaran...
Dan membaca cerpen ini (yg dibutuhkan konsentrasi penuh dan mikir lama...) seru banget rasanya...
Entah kapan aku bisa bikin cerpen kek gini...
Buka les menulis gak Kak Dadun ???
*hehehe
Benar-benar gaya yang berbeda dari biasanya. Suspensenya terasa walau inti cerita berkisar tentang menulis, cuma flash back dan penggalan2 cerita yang italic agak kurang smooth masuk ke dalam cerita.
Oh ya Dun, typo ama salah eja masih banyak tuuuh...ntar kena jitak miss worm lho hehehehe
Konsep percakapan-tanpa-tubuh gini nih yang gua demen. Hehe. Idenya bagus juga. Bukan membuat cerita benar tentang membunuh presiden, tapi malah membuat cerita tentang seseorang yang membuat cerita pembunuhan presiden. Manthap!!! ^^
hege baca, sebetulnya nilai cerpen ini 6,8 tapi dibulatkan 7 ajah. traffic logic, sometimes its boring dude.
dan, endingnya jelek banget T__T
point plus di tulisanmu kali ini adalah kandungannya a.k.a. isi. nulisnya jadi pakai mikir pastinya kekeke. wajar, menulis harusnya kegiatan cerdas, begitu juga membaca (jadi, para pembaca ... dadun sudah menulis dengan pemikiran, bacalah dengan berpikir juga hehehe)
but hey, mari saya jelaskan kenapa nilainya 7 (bagi saya).
saya tidak menemukan sesuatu yang segar dalam tulisan ini. saya tidak melihat sesuatu yang baru. baik dalam hal ide maupun teknik. kasarnya, penulis terjebak dengan hal klise (saya setuju dengan pikanisa). perdebatan hati seorang penulis dalam menulis fiksi sudah terlalu sering diangkat, cerita ini menjadi membosankan bagi saya hanya dalam dua adegan di awal. semua teknik yang digunakan juga sudah pernah saya pakai. dan ini cukup krusial.
cerita di dalam cerita (kisah sang presiden yang itu sendiri) membosankan :D. tidak ada sesuatu yang benar-benar disuguhkan kepada pembaca. terkadang ini memang terjadi saat menulis prosa multiplot. keseluruhan tulisan juga begitu renggang, tulisan menjadi terasa kurang padat.
lalu saya kurang sreg melihat perpindahan adegan macam deretan garis melengkung itu. masih banyak cara yang lain.
masih ada beberapa typos, mungkin terburu-buru saat posting. it's ok. saya tidak ingin mempermasalahkan itu :D kuatir saya jadi terkenal cuma bisa kritik itu doang kekeke
di luar itu semua, dadun menulis sesuatu di luar kebiasaannya. so, well done. sering-sering lah eksplorasi. ^^ rasa puas saat menulis jauh lebih penting daripada komentar-komentar pembaca :D
segitu dulu, saya lupa tadi kita ngobrol apa aja di YM, Dun.
Dun, pas baca tantangan miss worm di forum aku berpikir "Ini terlalu sulit buat diriku".
Tapi dirimu membuatnya dengan cerdik. Aku nggak mungkin kepikiran sampai ke situ kali... ^^
Terlepas dari kekurangan yang lain, aku sudah salut banget sama cara penaympaiannya.
Jadi, baguuuussss..
Membaca cerita ini kebetulan aku selesai membaca sebuah buku berjudul KUDETA MEKKAH karya Yaroslav Trofimov dan membaca resensi film berjudul VANTAGE POINT (film tentang mencari dalang penembakan presiden Amerika, pemain Dennis Quaid).
So, menurutku alur ceritanya cukup apik, walaupun agak keteter saat bercerita flash back.
Unsur ketegangannya juga masih agak sedikit mengambang, tetapi konflik cerita lumayan terjalin dengan baik.
Secara keseluruhan cerita cukup menarik dan menantang untuk di eksplor.
Selamat ya, berhasil melewati tantangan sulit hehehe.
memang sulit buat menjawab tantangan dari miss.
Dan aq juga harus berusaha berpikir buat baca ini karena harus menebak-nebak kira2 aq bakal dibawa kemana, bagaimana akhirnya sang penulis menentukan harus dengan cara apa si penulis membunuh sang presiden.
Aq bilang ini bagus karena biarpun aq harus sedikit mikir, tapi enjoy bacanya.
Btw, apa cerita ini hasil dari dialog dengan hatimu sendiri, dun? gimana caranya membunuh sang politisi...^_^