Terlepas dari apa yang telah disampaikan kawan-kawan di atas, mungkin diriku hanya ingin menambahkan sedikit (kalau tidak salah lihat, belum dibahas di atas). Tentang, gaya bahasa kakek. Rasanya kurang pas, melihat umur dan waktu hidupnya.
Coba dibaca sekali lagi dan derasakan dengan teliti. Ada beberapa penggunaan kata yang tidak seharusnya dan beberapa susunan kalimat yang kurang efisien (eh, udah nggak ngetren lagi ya komentar soal EYD?? XD).
Berikutnya, tadinya saya pikir kotak itu akan berhubungan dengan benda milik si nenek. Soalnya dari awal kakeknya bercerita tentang si nenek. Tiba-tiba di bagian akhir keluar kisah tentang pesan dari Soedirman. Logakanya, seharunya dari awal cerita bersama pak jenderal juga sudah dibahas dong, karena inti ceritanya kan mengenai kotak itu.
Lalu, nenek dan kakek itu sebenarnya tetanggak atau saudaranya tokoh utama cerita? saya agak bingung sama kalimat "Kakek bertemu neenku itu ketika..bla..bla.."
Untk EYD mini ga bs ngmg. Tp untk jalan cerita mini rasa cukup jelas.
Tokoh utamanya bukanya si kakek mba? Si aku kan cuma pengantar tema.
Tp mending yg nulis aja yg ngsh penjlsn.
Bagus. Bukankah nama jendral telah d sebtkan dalam isi kotak mas Bam.
Tidak d buat vulgar dan cukup sederhana sy rasa hanya untk menggmbrkan si kakek yg begtu sederhana dan enggan brcrta meski tlah berjasa besar. Good job^^
Lam kenal
Penceritaannya lumayan bagus, tetapi terlalu sederhana. Jenderal Besar yang dimaksud tidak diungkapkan secara vulgar, apakah ia Jend. Sudirman atau mungkin jenderal yang lain.
Dalam fiksi, sesuatu bisa menjadi realitas. Jadi jangan ragu untuk bercerita fiksi.
“Sri, aku tidak mau ikut” Suhendar bersikeras.
“Kenapa, mas? Bukannya kita sudah sepakat untuk berkomitmen dan percaya pada partai ini? Merek ... lanjut baca
“Merdeka..Merdeka..” Teriak prajurit-prajurit bersenjata tersebut.
Baru kali ini Murti mempunyai kesempatan untuk dapat melihat kembali kekasi ... lanjut baca
Sebuah nama ada dihatiku...
Rasanya takkan ada yang bisa menggantikan.
Seseorang yang begitu baik...
Seseorang yang selalu mendukungku...
... lanjut baca
Memilih sungguh sulit
Seperti memilih pakaian di toko
Begitu juga dengan dirimu
Yang tidak pernah bisa memilih antara aku dan dia
Aku dan dia baga ... lanjut baca
MOKO DAN NOTO
Namanya Moko. Begitulah ia dinamai ketika dilahirkan. Di desa. yang suasananya tenang dan udaranya sejuk. Tapi lama kelamaan panas juga ... lanjut baca
this story is the sequel of Sepak Bola & Sahabat Part 1..
please, give a comment for me...
enjoy it...
a story about football and friendship
by ... lanjut baca
Di hamparan tanah bergunduk sekarang Chear berada. Dengan isak tangis disegala penjuru, dan orang-orang yang menggunakan busana hitam-hitam. Air dar ... lanjut baca
Rumah bercat ungu
-13-
Setelah berhari-hari menyusuri Andagund yang penuh misteri, akhirnya Aleron dan Ornlu tiba di Ar-Pnaya. Sebuah kota yang s ... lanjut baca
Day 1
Oktober 3,2002
Hari ini adalah hari wisudaku. Setelah 4 tahun aku belajar di Universitas , akhirnya aku dapat menyelesaikannya dengan baik w ... lanjut baca
"Teng...teng...teng.." suara alarm terdengar memecah keheningan, membangunkan dan mengagetkan para awak dan budak, suara ini adalah sesuatu yang merek ... lanjut baca
“ Aku dengar kamu sudah diangkat jadi Direktur, benar? “
Eliza diam saja.
“ Yah, wajar saja. Di sini juga posisimu ngga bakal terangkat se ... lanjut baca
Hujan mulai turun, padahal tugas yang harus kuselesaikan baru selesai setengahnya. Aku menghela nafas panjang dan pasrah pada tetes-tetes air yang jat ... lanjut baca
masih bingung hehehe...
Cerita yang bagus. Sudah jarang ada cerpen tentang sejarah pada zaman sekarang ini.
Hehehe, yang ceritain tentang kakeknya bukan kakek-kakek sih, hehehe
Terlepas dari apa yang telah disampaikan kawan-kawan di atas, mungkin diriku hanya ingin menambahkan sedikit (kalau tidak salah lihat, belum dibahas di atas). Tentang, gaya bahasa kakek. Rasanya kurang pas, melihat umur dan waktu hidupnya.
Itu saja menurutku.. Tetap semangat ya!
Coba dibaca sekali lagi dan derasakan dengan teliti. Ada beberapa penggunaan kata yang tidak seharusnya dan beberapa susunan kalimat yang kurang efisien (eh, udah nggak ngetren lagi ya komentar soal EYD?? XD).
Berikutnya, tadinya saya pikir kotak itu akan berhubungan dengan benda milik si nenek. Soalnya dari awal kakeknya bercerita tentang si nenek. Tiba-tiba di bagian akhir keluar kisah tentang pesan dari Soedirman. Logakanya, seharunya dari awal cerita bersama pak jenderal juga sudah dibahas dong, karena inti ceritanya kan mengenai kotak itu.
Lalu, nenek dan kakek itu sebenarnya tetanggak atau saudaranya tokoh utama cerita? saya agak bingung sama kalimat "Kakek bertemu neenku itu ketika..bla..bla.."
Untk EYD mini ga bs ngmg. Tp untk jalan cerita mini rasa cukup jelas.
Tokoh utamanya bukanya si kakek mba? Si aku kan cuma pengantar tema.
Tp mending yg nulis aja yg ngsh penjlsn.
Bagus. Bukankah nama jendral telah d sebtkan dalam isi kotak mas Bam.
Tidak d buat vulgar dan cukup sederhana sy rasa hanya untk menggmbrkan si kakek yg begtu sederhana dan enggan brcrta meski tlah berjasa besar. Good job^^
Lam kenal
Penceritaannya lumayan bagus, tetapi terlalu sederhana. Jenderal Besar yang dimaksud tidak diungkapkan secara vulgar, apakah ia Jend. Sudirman atau mungkin jenderal yang lain.
Dalam fiksi, sesuatu bisa menjadi realitas. Jadi jangan ragu untuk bercerita fiksi.
Salam buat Kakekmu. Juga salam kenal untukmu.