KEBENARAN SEJATI
Mengertilah bahwa cinta tak seindah surga,
dan bunga tak seharum melati di taman firdaus,
Aku melangkah di atas bulatnya bumi yang berkerut
karena waktu, tak seorang teman pun yang menghampiri,
Aku adalah iblis setengah manusia
yang terbuang oleh manusia-manusia setengah iblis
yang berjubah malaikat,
Bara api neraka sebagai alasku mendaki puncak nirwana, dalam perjuangan di kehidupan terbatas ini,
Tawa ku selalu berderai diiringi senyuman
yang tak semanis bidadari dalam mimpi-mimpi indahku,
Mataku yang tak bisa sejernih air pegunungan
selalu bersyukur,
memuja pada Mahakarya Ilahi yang dahsyat,
Sepasang telinga ini tak henti dengarkan nurani
yang lagukan senandung tuntunan Sang Khalik
bertema kebenaran sejati,
MENYAPA TUHAN
Pedih terasa ketika sujudku ke tanah gersang, penuh reflek terucap doa-doa yang kurangkai dengan bahasa hati,
Bangun dan berdiri tegak ku tengadahkan harapan
pada TUHAN, masih terucap lirih kata-kata dari bibir ini,
Dan kembali ku bersujud, dengan penuh pasrah
Terduduk ku, perlahan terhanyut dalam renungan,
Dan serahkan semua pada segala kehendak-Nya
Amen
JILBAB UNGU
Jilbab ungu yang sederhana,
dengan wajah mempesona penuh kelembutan di balik jiwa, sunguh elok…
Dengan lembut salamnya terucap, seketika menunduk
bukan karena malu, tapi budi pekerti mulia…
Dan aku seperti unta gurun yang melihat samudera,
Seperti domba yang terdampar di padang savanna…
Ingin ku bicara, tapi hatiku terganjal oleh sesuatu…
Maaf, sungguh ku tak bisa melagukan isi hatiku…
Maaf…
Roma, April 27, 2006
![]()
Rating
Comments: 6
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hm ... tripuisi
yang memikat hati
kosa kata yang kuat
menjadi karakter hebat
seeep !
thx bangget sob.. salam kenal
nice...
mercy ... you are nice too
puisi-puisi yang cukup manis
ya.. semanis karya2 anda juga ... hehee