Tomodachi, Bab 2 (Last Part of this Chapter)

Tetsuya terbangun dengan sebuah handuk dingin di dahinya. Wajahnya tampak kebingungan. Ia tidak tahu kenapa bisa terbaring di sofa ruang keluarga dengan handuk dingin di dahinya. Belum lagi bau menyengat khas balsem yang tercium di hidungnya.

Ada apa ini?
Kenapa bisa jadi aneh begini?
Apa yang terjadi?
Apa barusan tadi aku pingsan?

Rating

9
points
Views: 41 reads
Comments: 2
Rating:
45

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here
90

Aih..aih..Sari-chan, "watashi" bukannya berarti "aku"? Mungkin seharusnya "Anata Nihon go-ga wakarimasu ka" kali ya... ^^
Saran saja nih. Bahasa asing selain dalam dialog atau dalam pikiran mendingan diganti bahasa Indonesia saja. Biar konsisten gitu cerita indonesianya.
Waktu Yuko tanya keadaan Tetsu harusnya pake "ka" kan? "Daijabo ka, Tetsu-kun"
Huahahaha...bahasa Indonesianya Tetsuya lucu banget.
Tapi ceritanya fluffy abis ya? Senenag banget jadi si Rana kalo endingnya begitu ^^
Ditunggu lanjutannya...Oya, saranku yang mengenai bahasa jepangnya, bukan berarti aku bisa bahasa jepang lho ya? Aku juga modal nonton anime sama dorama doang..
ahak..ahak..ahak

Yup,Yosi!
"Watashi" itu memang artinya aku. Rana memang lagi tanya sama Tetsu apa dia ngerti sama bahasa Jepangnya. Gw nulisnya "Watashi nihon-go ga wakarimasu ka [Kamu mengerti bahasa Jepangku]?"...

Yang memang sih, daku tak jago2 amat bahasa Jepang. Gomen ne kalo tak sesuai harapan. Lain kali akan lebih berjuang untuk belajar bahasa Jepang yang baik dan benar...hehehehehe

Bdw, thank's buat komen dan kritik membangunnya Mbak Yosi. hehehehe