Setiap dari kita bertanya
Kemana angin membawa tubuh halus ini terbang
Melalui alur waktu dan berbagai dermaga
Entah camar mana yang akan menyapa kita hari ini ?
Kau dengar debur itu?
Mengiang di kala siang dan malam
Tak terhitung sudah
Bulir bulir yang menetes di rambut
Menyusuri dahi, tengkuk dan leher
Sampai lepaskan ikatan tangan kita
Kau dengar debar itu?
Mana tanganmu biar kupegang
Kenapa tidak kita kepakkan bersama?
Sayap kita sudah usang
Jiwa kita pun sama
Kau masih percaya cinta?
Pagi tak akan datang
Maka Kita peluk saja
Senja
Erat erat
Rambut kita masih basah
Tanda ular yang lekat di leher masih menganga
Matanya merah
Rating
41
points
Views: 32 reads
Comments: 5
Rating:
Comments: 5
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
romantizz yee
Aq g pernah meragukanmu
thumb up..
Cuma kalo q rasa klimaksny ada d erat2
cip lah...
nice poem
Nee Tanganku, pegang yg erat yach...(hehe...)
Nice kUsuka bgt, aplg pas bait-bait terakhir...