MENYUSURI jalan di kota yang penuh dengan kenangan...
Jakarta
Aku berjalan seorang diri saat matahari tenggelam di ufuk barat. Mataku menatap langit senja yang indah. Burung-burung gereja mulai bertebangan, kembali ke sarangnya. Kota ini memang jauh berbeda dibandingkan tiga tahun lalu, sebelum aku berangkat ke Paris.
Kendaraan-kendaraan padat memenuhi hampir di seluruh sudut kota ini. Polusi udara, banjir dan entah apa lagi. Aku memang bukan Gubernur Jakarta, tapi sebagai masyarakat yang baik, aku merasa perlu untuk menjaga dan memperhatikan lingkungan.
Hiks...hiks...jadi pengen nangis. Setuju ama komen dari noir, gimana kalo nggak usah pake bold? Kayaknya Italic dah cukup. Soalnya mata gw jadi kaget pas baca bagian yang di-Bold itu.
Billy & Moon? Mia? Waduh, kok sama persis ama temen gw ya? Namanya Mia n tinggalnya juga di situ.
Rantai itu bergemerincing lagi, memaksanya untuk tetap diam. Pedih rasa sunyi menyayat-nyayat dinding batu yang gelap. Suara yang didengarnya seperti ... lanjut baca
LELAKI itu mendekat. Semakin dekat. Ia datang dengan lengkungan di bibir. Hari ini ia mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam. Wajahnya begitu se ... lanjut baca
Asam berwarna kecut
rasanya biru terang
Berpadu aroma lemon
segar merintih
Butir-butir kristal menjadi pasir
Larut bersama raga kecoklatan
Kot ... lanjut baca
Kamu pasti tidak lihat langit semalam, bintangnya semua muncul! Ada rapat dengan Tuhan katanya. Ah, kamu kan tahu kalau aku tidak mengurusi yang begit ... lanjut baca
Banyak wajah-wajah berwarna asam
Satu berarti delima
Putih pun ingkar
Pagar-pagar mulai bicara, "inikah kita?"
Desahan pelan berlalu dalam gamang. ... lanjut baca
Sepasang mata menatap merayu
Aku tak ragu!
Lembut ucapannya membius
Aku memilih tak mendengar!
Tawanya sumbang
Merah pipinya membakar jiwaku!
Bilang m ... lanjut baca
Sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah teman kampusku. Teman-teman, komen yah...
SEMILIR embusan angin menyibakkan helaian rambut yang terger ... lanjut baca
Hooa.. aku menulis lagi! :D Teman-teman, mohon komennya yah..^^
Karang besar itu tempat aku menulis perih ini. Jiwaku porak-poranda. Bisu adalah pili ... lanjut baca
Bukan berarti aku melupakan malam
ketika bintang
kurasakan mulai temaram
Waktu berlalu
berjalan melintasi riak gelombang
hingga tak satu pun dari ... lanjut baca
"Cerita ini terinspirasi dari puisi karya Toto Sudarto Bachtiar yang berjudul "Gadis Peminta-minta". Teman-teman, komen yak..^^"
Aku merapatkan jaket ... lanjut baca
“ia yang menanam pepuisi di dadamu masihkah sebagai kekasih yang setia menunggu di bebalik buku?”
dunia sophie, buku, yang padanya kau jejalk ... lanjut baca
Ku bangunkan sang Dewi malam
Dengan melodi bunga melati harapan hati
Ku harapkan cahaya mu dari kebulatan bentuk wajah mu
Dari kepekatan malam y ... lanjut baca
Apakah ini kota yang sama dengan kota yang kulihat tahun lalu? Bersamamu di puncak bukit, saat hujan baru saja berhenti dan kita bergandengan tangan?
... lanjut baca
Bodro sudah menghitung. Jika naik penerbangan pertama dari Cengkareng, dia akan sampai di Juanda sekitar pukul 07.00. Dilanjutkan ke Malang sekitar du ... lanjut baca
I
lelampuan, kuning kelabu
di tengah jalan
melintang-lintang
menyambut, sumringah, walau disuguhi asap atau gas pembuangan udara
anjing kencing ... lanjut baca
Melepas lelah disalah satu kostan temanku. Dian. Setelah mendapat tunjangan lebaran dari ibu dan menghabiskan sore di tempat-tempat penjualan baju dan ... lanjut baca
Aku tau, merokok tidak baik untukku. Peri manapun yang melihatku duduk berciuman dengan bakauan, akan segera terbang pergi, menaburkan bubuk ajaib di ... lanjut baca
I
Itulah mengapa aku merasa kau menggoda. Genit birahi
di acara yang disajikan malam. Katamu telanjang. Bayangmu surga
hingga gerimis membuatmu m ... lanjut baca
Kumbang itu melihat sekuntum bunga yang harum..
Hmm.. sangat unik baunya..
Ingin sekali dicicipi madunya.
Kumbang mendekat, dan semakin dekat..
Ba ... lanjut baca
Mengikuti karya-karya lo, ini benar-benar pendewasaan, Sef! Lo berbakat banget!
Hiks...hiks...jadi pengen nangis. Setuju ama komen dari noir, gimana kalo nggak usah pake bold? Kayaknya Italic dah cukup. Soalnya mata gw jadi kaget pas baca bagian yang di-Bold itu.
Billy & Moon? Mia? Waduh, kok sama persis ama temen gw ya? Namanya Mia n tinggalnya juga di situ.
ngopi yuuuuuuuuuk
nggak nyangka yah, kopi bisa jadi romantis+sedih gini...
g bsa comment apa2 mba,,,
cz bner2 cerita yang mengharu biru...
^_^
tulisanmu mba,,,
pffuugghhh
nyesek,,merinding,,nangis,,
saaakkkiitttt
(sumpah!msh pagi niy!!)*_*
kamu kok bisa banget sih tulis cerita bagus??
tinGgal disana? dulu tiap hari kesana. kopi dan sma memang bukan pasangan yang baik
senja dan kopi nice couple...
dan
entah mengapa... SMA dan kopi doesn't match for me.
sef, sumpah gue gak percaya lo bisa nulis cerita gue jadi T-O-P kayak gini!!!
jadi kangen Mia...
kapan novel barumu terbit?
kirim-kirim ke Paris ya. hahaha..
semangat!!
salam buat yang lain juga anggota kemudian.com...
be your best friend, always..