Aku termenung memandangi kue ulang tahunku yang dihiasi 17 lilin diatasnya. Satu-persatu dari ke-17 lilin itu padam tanpa pernah sekalipun ku tiup. Ingin sekali rasanya aku memotong kue ulang tahunku dan menyerahkannya kepada orang-orang yang cintai. Tapi sayangnya itu tak mungkin. Karena semua orang yang aku cintai telah pergi dan tidak akan pernah kembali.
“Faish, janganlah engkau bersedih, Nak. Ayah yakin, pada suatu hari nanti kebahagiaan akan datang padamu.” Itu kata ayah angkatku sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
hi sefty, sori baru sempat baca sekarang. susah sekali meluangkan waktu untuk mampir di k.com akhir2 ini.
kesan pertamaku stlh membaca ceritamu ini, ceritanya tragis bener! hehehe, tp mungkin memang itulah idenya, "tak ada teman tuk berbagi". panjang dan tragis, tapi blm membuatku tersentuh, entahlah, mungkin lompatan peristiwanya msh terasa kasar. anyway, keep trying!
Cerita yang lumayan terasa panjang tentang kisah hidup seseorang. Kegetiran hidup faish benar-benar ditonjolkan, dari awal sampai akhir, namun demikian, belum terasa kesedihan memuncak saat membacanya.
Rantai itu bergemerincing lagi, memaksanya untuk tetap diam. Pedih rasa sunyi menyayat-nyayat dinding batu yang gelap. Suara yang didengarnya seperti ... lanjut baca
LELAKI itu mendekat. Semakin dekat. Ia datang dengan lengkungan di bibir. Hari ini ia mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam. Wajahnya begitu se ... lanjut baca
Asam berwarna kecut
rasanya biru terang
Berpadu aroma lemon
segar merintih
Butir-butir kristal menjadi pasir
Larut bersama raga kecoklatan
Kot ... lanjut baca
Kamu pasti tidak lihat langit semalam, bintangnya semua muncul! Ada rapat dengan Tuhan katanya. Ah, kamu kan tahu kalau aku tidak mengurusi yang begit ... lanjut baca
Banyak wajah-wajah berwarna asam
Satu berarti delima
Putih pun ingkar
Pagar-pagar mulai bicara, "inikah kita?"
Desahan pelan berlalu dalam gamang. ... lanjut baca
Sepasang mata menatap merayu
Aku tak ragu!
Lembut ucapannya membius
Aku memilih tak mendengar!
Tawanya sumbang
Merah pipinya membakar jiwaku!
Bilang m ... lanjut baca
Sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah teman kampusku. Teman-teman, komen yah...
SEMILIR embusan angin menyibakkan helaian rambut yang terger ... lanjut baca
Hooa.. aku menulis lagi! :D Teman-teman, mohon komennya yah..^^
Karang besar itu tempat aku menulis perih ini. Jiwaku porak-poranda. Bisu adalah pili ... lanjut baca
Bukan berarti aku melupakan malam
ketika bintang
kurasakan mulai temaram
Waktu berlalu
berjalan melintasi riak gelombang
hingga tak satu pun dari ... lanjut baca
"Cerita ini terinspirasi dari puisi karya Toto Sudarto Bachtiar yang berjudul "Gadis Peminta-minta". Teman-teman, komen yak..^^"
Aku merapatkan jaket ... lanjut baca
Tadi pagi
Kamu mengucapkan 'happy birthday' lagi
Sambil nanya
"Kamu mau kado apa?"
Aku nggak perlu kalung mutiara
Ataupun boneka rusia
Aku n ... lanjut baca
Izinkan aku membuka mulutku!
Bukankah itu yang kau mau aku lakukan, di malam itu?
Tapi aku diam saja. Tidak bisa mengatakan apa-apa. Begitu bany ... lanjut baca
Maaf, Tuhan
Sebelum palu diketok di atas meja pengadilan
izinkan aku sebentar interupsi
Sebab,
ada kutu yang menempel di palu Pak Hakim
izinkan s ... lanjut baca
Hhh... Izinkan aku untuk menarik nafas barang sejenak. Sekedar untuk mempersiapkan diri sebelum kuceritakan kisah ini. Kuberjanji, aku akan bercerita. ... lanjut baca
izinkan aku mengenalmu lebih dalam
karena hatiku ingin lebih paham
tentang senyum dan tatapan manismu
yang selama ini hiasi dasar kalbu dengan bung ... lanjut baca
Izinkan aku memperkosamu saat ini
Bukan, bukan karena keseksian tubuhmu
Yang usang itu
Bukan pula karena kewanitaan
Yang semerbak mewangi
P ... lanjut baca
izinkan aku mengiris perasaanmu
dengan sebilah sembilu yang baru saja
kugunakan untuk mengiris kata
izinkan aku menyentuh wajahmu
dengan selemba ... lanjut baca
Kutulis ini dalam malam-malam yang entah berantah,mengalir begitu saja,namun rasa tetap mengemudi diantara belahan arus penuh riam curam.Aku sadar per ... lanjut baca
[b]"Tuhan, izinkan aku untuk membahagiakan kedua orang tua ku.. Berikan aku satu kesempatan untuk mewujudkannya.Aku belum sanggup untuk melepaskan sem ... lanjut baca
hi sefty, sori baru sempat baca sekarang. susah sekali meluangkan waktu untuk mampir di k.com akhir2 ini.
kesan pertamaku stlh membaca ceritamu ini, ceritanya tragis bener! hehehe, tp mungkin memang itulah idenya, "tak ada teman tuk berbagi". panjang dan tragis, tapi blm membuatku tersentuh, entahlah, mungkin lompatan peristiwanya msh terasa kasar. anyway, keep trying!
baca nanti aja ya sef...
Imaginasi yang mampu meraih emosi
kasian yah si faish,ma gw aja
deh,klo pacarnya meninggal..,
hehehe,,,ngarep..,
tp.kayanya nulisnya kurang pake
perasaan deh...,
sedih deh si faish ini...
knp dya sll kehilangan orang yg dya sayang siy?
Jalan hidup harus ditempuh..apa pun itu
Cerita yang lumayan terasa panjang tentang kisah hidup seseorang. Kegetiran hidup faish benar-benar ditonjolkan, dari awal sampai akhir, namun demikian, belum terasa kesedihan memuncak saat membacanya.
Ditunggu tulisan berikutnya
umm....
its nice story...
berat juga ya... hidup si faish
keep writing...
hai temen-temen,, kirim tanggapannya ya...