Suara itu lagi, berdengung seperti suara lebah yang terbang diatas kepalaku. Berteriak, memaki, menyumpah. Kututup rapat telingaku dengan kedua telapak tangan mungilku.
Apa salahku?
Kenapa selalu bahasa yang memekakkan telinga yang terdengar?
Suara tangisan yang pecah, air mata yang berderai dipipi mama. Dan suara pintu yang berdentam keras saat papa melangkahkan kaki keluar dari rumah kami. aku hanya mampu melihat dari pojok ruang tanpa mampu berkata.
Perlahan kubejalan menghampiri mama yang menangis disofa. Kuusap air mata mama yang masih mengalir. Kurasakan mama memelukku dengan kesedihan dan kepedihan.
"Ma, jangan menagis.."
Kupeluk mamaku yang amat aku sayangi.
Kulihat mama berusaha terlihat tegar dihadapanku.
"Iya sayang, mama tidak menangis kok "
Kulihat senyum mama tersungging diantara lelehan air matanya.
Aku sendiri lagi,...
Tanpa mama, yang selalu saja sibuk dengan kerjanya yang seakan tak mengenal ruang dan waktu. Hanya dinding, hanya ruangan kosong dimana aku selalu saja sendiri, melihat dunia dari balik jendela kamarku yang sepi.
Kurasakan air dingin menetes dari atas genting saat kujulurkan tanganku keluar jendela, hujan.. Ingin kukeluar dan mandi air hujan, tapi aku tahu aku terkunci disini. Hanya mampu melihat butiran-butiran air hujan menetes seperti air mataku.
Apa salahku?
Kenapa semua meninggalkan aku sendiri?
Aku tak pernah mengerti mengapa. Aku tak pernah meminta seperti ini. Aku hanya ingin cinta.
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
keputusasan yang masih bisa berkelanjutan. keep writin'
dikadiman, aku setuju ma kamu....
kurang greget,ya....
konfliknya juga kurang jelas...
but....
kritik aku juga,ya...
ini cerpen, atau potongan dari novel yang sedang dibuat? menurutku bagus2 aja, tapi agak kurang seru aja kalau jadi cerita yang berdiri sendiri.
sebenernya bagus. cuma aku malah gak ngerti apa maksudnya. coba dikembangin lagi deh. biar mudah dicerna pembaca.
ha..ha..ha..
dah bagus. cuman kayaknya malah penggunaan katanya baku bgt...
being alone is scary...
nice tapi rien bingung juga...
coba deh dikembangin pasti jadinya lebih bagus..
kenapa semua ninggalin si "Aku"? kan kesihan..
hehe
keep writing...
Gue agak agak BINGUNG sama bagian waktu mamanya meluk, setelah itu KOK tibatiba dia ngomong SENDIRI LAGI?
diksinya sudah cukup baik. Tapi penegasan alur cerita kurang dapat saya pahami. Mungkin apakah ceritanya terlalu pendek?