SD Gary - Pernikahan di Gereja part v - Di Kamar Korban
Kalau saja aku tak berpikir panjang, aku takkan mau disuruh Omri pergi ke rumah Koploda untuk memeriksa kemungkinan petunjuk di kamar putrinya yang tewas pagi menjelang siang di dekat tong sampah. Sekedar mengingatkan, Iin-putrinya itu tewas dengan luka pukulan dengan benda tumpul di dahinya. Sebelah kanan. Itu menandakan pelakunya memukul dengan tangan kanan dan kekuatan penuh. Iin tewas seketika karena kami tak menemukan petunjuk dia melakukan perlawanan.
ehm, menurutku kali ini, banyak hal yang bisa kutemukan, yang pertama, karena kebiasaan OOT jadinya aku melihat efeknya di sini, ga sekedar tulisanmu yang "kuda jadi kudo" itu, tapi lebih ke lamanya diskusi Gary dengan Satpam, suer dah OOT banget dalam cerita ini!!
tapi bikin ngakak apalagi aku ngakak pas telur ma ejaan GARY ma siAlan, dah lucu menurutku...
terus kalo mau nulis plesetan google, kenapa sekalian ga ditulis "gugel" aja chi
terus, terakhir, intinya aku ga nemu di dini, kebanyakan OOT menurutku, keadaan di kamar jadi tak bisa fokus....
gitu aja
Kalau nama gang itu adalah gang Bahagia, pasti terlalu berat. Aku sering mendengar kaleng, piring dan sebagainya berteriak hancur berantakan menimpa s ... lanjut baca
Coba kau hitung
berapa malam yang kulalui
dengan deras dingin mendekap sepiku
Coba kau sapalah
bintang mana yang kubisikkan
betapa aku sangat ... lanjut baca
Kalau ia datang seiring angin mengecap peluh kesah sepanjang malam
mungkin hanya ada jejak-jejak sedih tanpa sambutan
tentang bising kereta, rel bes ... lanjut baca
Kutunggu atau kujemput? Dua pilihan yang punya tujuan sama: mendapatkannya. Tapi, kupikir aku akan memilih yang kedua karena egoku yang terlalu ti ... lanjut baca
kali ini aku melihat mesin jahit dan jarum bergerak cepat
menarik benang setubuhi kain
jemariku gemuk sebesar jempol
semuanya
mesin jahit ini ma ... lanjut baca
Lalu aku menatap kembali ke layar laptopku. Sejenak senyuman khas Desy menghilang. Aku teringat dengan satu peristiwa saat dia baru keluar dari kamar ... lanjut baca
Teng! Pas tiga jam. Mungkin aku mengalami kejenuhan dalam menulis. Setelah kupikir-pikir, aku mulai menyadari ini sejak dua minggu yang lalu. Saat ... lanjut baca
do re mi fa sol la si do!
lho?
ulang deh
do re mi fa sol la si do
"Kudo! Ayo makan?"
do re mi fa sol la si do!
"Kudo!!!"
satu-satu-setengah ... lanjut baca
“Allow, Om! Ada laporan?” kataku begitu kutekan yes di hapeku.
“Loh? Saia yang harus nanyak gitu! Gimana? Kamu berhasil gak?” katanya di ... lanjut baca
“Sampe lupa. Kamu kan tertusuk jarum ini! Pantesan ada darahna. O’on niy dirikuh,” Omri menepuk jidatnya dengan paha ayam goreng. Dia sedang be ... lanjut baca
“Eh, ini jugak udah sabar. Lagian, saia udah beberapa menit dapat inpo dan sudah menyusun hipotesis. Karena kelamaan di kamar mandi aja, makana sai ... lanjut baca
Perlahan kuajak Rina ke kamar tidur. Aku segera menutup pintu dan membiarkan ia bertanya-tanya apa niatku membawanya masuk. Ranjang empuk menanti kami ... lanjut baca
...pengantin wanita yang malang
Ternyata mengisi TTS itu menyenangkan sekaligus menantang otak. Beberapa kali aku harus menatap ke langit-langit, m ... lanjut baca
Pernikahan di Gereja
Masih ingat namaku? Orang memang gampang mengingat satu kata itu karena memang sudah pasaran. Coba nama mall-an atau plaza-an? ... lanjut baca
Siang itu sebuah motor bebek berwarna hitam masuk melewati ruang televisi. Aku satu-satunya orang yang ada di sana. Motor itu berhenti tepat di sampin ... lanjut baca
Seperti pagi ini, aku masih terbangun dalam balutan mimpi buruk yang sesungguhnya kenyataan. Tepatnya aku bermimpi beberapa minggu yang lalu. Tapi, w ... lanjut baca
Ketika Kereta Api Bima (biru Malam) masih manyediakan kamar tidur, naiklah seorang pria dan seorang wanita yang tidak saling kenal. Meski tidak saling ... lanjut baca
Di pagi yang dingin, kumulai hariku dengan sedikit sentuhan sabun. Kuusap dan kubelai, perlahan tapi pasti..., dalam kamar mandi yang sepi. Aku seoran ... lanjut baca
Ahak hak hak. Yang ini belon komen ternyata. Gak usah komen dah. Gokil best lah
karakter satpamnya menambah unsur lucu yg baru...jd tambah seruu...
trus...moso detektib gary nda pny cw??
Do aku malah suka yang ini. Gary-nya lbh pinter lebih gokil. Jd mungkin masalah pd judul. Gmn kalo d ganti Satpam dan telur ayam huahaha...
Iya kali, mba'
Tenang aja. Tinggal edit jugak
dan Bandung Lautan Asrama bagian 1,2,3,6,7,8,10,dan13. Aku punya bagian yang kosong.
:D
ini dong om yg suka....kekekekeke...
emang kurang lucu... tapi tetep aja ngakak....tapi gak ampe bikin rahang duolllll wakakakakakakakak
ditunggu kelanjutannya
ralat *miring......
(malas edit chi)
satu lagi, pelajaran di sini, tentang penulisan tanda titik di kalimat yang dicetak mirik, makasih aku jadi tahu sebenarnya dengan jelas
OOT nya nular di sini nih.........
ehm, menurutku kali ini, banyak hal yang bisa kutemukan, yang pertama, karena kebiasaan OOT jadinya aku melihat efeknya di sini, ga sekedar tulisanmu yang "kuda jadi kudo" itu, tapi lebih ke lamanya diskusi Gary dengan Satpam, suer dah OOT banget dalam cerita ini!!
apalagi aku ngakak pas telur ma ejaan GARY ma siAlan, dah lucu menurutku...
tapi bikin ngakak
terus kalo mau nulis plesetan google, kenapa sekalian ga ditulis "gugel" aja chi
terus, terakhir, intinya aku ga nemu di dini, kebanyakan OOT menurutku, keadaan di kamar jadi tak bisa fokus....
gitu aja
OOT HIDUP OOT
kurang emang ketwanya...
tapi tetep bkin ketawa..dasarr shinicie..!!!
ayo chie!!!! bkin yang lebih bkin ketawa
secara ni cerkom kan..
ciehhh mb.dewi ko dah jadi penongkrong pertama di sini yak?