Akhirnya selesai penantian yang lama
Percuma didapat telat membalikkan semua
Sia-sia kurasa selalu menemani setiap arah
Apakah kau masih di sini
Masih menemani aku dikala pagi
Memandikan mimpi kala malam yang telah menghantui
Mendengar celoteh fajar yang meninggi
Apakah kau masih tetap setia
Bersandar dibahuku dan memintaku tinggal
Menemaniku saat umurku tak lagi lama
Di sampingku saat hidupku menjadi pasrah dan meninggal
Pada akhirnya aku masih sendiri
Sendiri berjalan menyikapi sunyi
Sendiri tersenyum menikmati mati
Hingga pudarku menunggu panggilan pusara
Hingga nafasku pun tak lagi udara
Rating
120
points
Views: 26 reads
Comments: 16
Rating:
Comments: 16
Rating:

Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Merana..
Kasian..
PPPAAARRRRAAAAHHHHHH..................
tega..
rupanya kau mengeksekusinya dengan jerat yang tak terlupakan..
nice
enak ya sendiri menunggu mati?
kek ndak ada kerjaan lain aj.
sunyi...
sepi...
sendiri...
silencer sejati..
iyaaaa, saya bisa ngerasain feelnya
tenang dan enak dibaca berulang-ulang
nice
bagus mas.. aku terasa feel'y..
makasih buat komen2'y..
wah..
aku suka di baris terakhir
'hingga nafasku pun tak lagi udara'
kerasa banget