Suara sopran bening itu sudah berhenti bernyanyi, tapi aku tak dapat bergerak sama sekali. Suaranya tadi bagaikan menembus sampai ke tulang rusukku. Kucoba mengatur napas, dan kusadari kini pandanganku mulai jelas. Atap-atap jerami di sekitarku melambai mengikuti arah angin. Orang-orang dengan telinga aneh seperti rubah, berdiri di pinggir jalan dan memakai baju tradisional panjang yang diikat tali tebal disekitar perut . Mereka semua memandangku takjub. Bahkan ada yang tak segan-segan mendekat dan mengendusku dengan hidung mereka.
Oh... rupanya Astrea itu perempuan. Ia manusia normal seperti kita? Tak habis pikir, perempuan berkuping dan berekor rubah bisa ia anggap sebagai makhluk tercantik sedunia.... BTW saya suka gaya penceritaan kamu! Dengan luwes menampilkan monolog si tokoh utama yang sesuai dengan kepribadiannya. Astrea, si petualang yang ceroboh. Dari segi packaging, memisahkan satu kalimat awal di tiap seri adalah ide yang bagus!
hehe,,,yang masalah tandu mank rancu ya ? yang kudu diperhatiin adalah kata-kata Astrea yang merasa tandunya naik, dan "kurasa kami sedang menaiki tangga"..itu cuma perasaan Astrea,,kondisi sebenarnya bakal ditulis di part 3...eniwei,,makasih banyak bwt komennya ya ^^
Lanjutan dari seri pertamanya,,moga-moga yang ini gak terlalu membingungkan,,buat yang baru baca, coba baca part 1 nya dulu, sebelum baca part yang ini. Saia mohon reviewnya ya...^^
John mengajak kekasihnya Emily, ke sebuah konser musik. John tak mau menyebutkan artisnya agar menjadi kejutan untuk Emily nanti.
“John, kau memb ... lanjut baca
A day lily, a yellow lily, a screech owl.
Staying up late: a wild rabbit, a tiger finch.
A baby lizard without a tail...
In its place, a dragon ... lanjut baca
Sinar matahari menyilaukan mataku. Aku duduk di kursi, memikirkan berbagai hal menyenangkan. Apa yang kumasak hari ini ya? Nabe? Kinpira? Tidak, d ... lanjut baca
Kletak..Kletik..
Suara jarum rajut yang beradu seakan membangunkanku dari rasa kantuk yang sedari tadi menyerang. Kemarin aku baru tiba ke si ... lanjut baca
Kau dengar itu? Suara tetesan yang berirama? Suara gemericik di kolam dan sungai? Udara dingin sejuk yang datang, kau merasakannya?
Musim huj ... lanjut baca
A gray starling, a turtledove, a Japanese gold beetle,
and a giant purple butterfly, all in a dream.
The evening primrose can't sleep
because i ... lanjut baca
Oke. Mungkin sebaiknya kuceritakan dulu situasinya, supaya kau tidak beranggap ini cerita tentang pembunuhan tragis karena balas dendam. Walaup ... lanjut baca
Aduh, ia tampan sekali, betul tidak?
Namanya Kedy. Anak kelas 1 SMP, baru berumur 12 tahun, baru lulus SD. Tapi, ya ampun, dia sangat berbaka ... lanjut baca
Di gang sepi kota New York, seekor kucing hitam melompat dari dinding pembatas sebuah gedung megah. Ia berjalan tanpa suara, mengitari blok dan be ... lanjut baca
[SnowDrop : The Trespasser]
Anggap aku angin lalu. Anggap aku lalat hijau gemuk yang melewati bak sampah depan rumahmu. Anggap aku tungau di karpe ... lanjut baca
Aku tersesat.
Kuedarkan pandanganku ke hutan disekelilingku. Daun-daun yang basah bergelantungan disana-sini. Tanah cokelat berlumpur menggenang ... lanjut baca
Aku pikir aku bermimpi semalam.
Tapi nampaknya tidak, kalau melihat ruang serba jingga yang kutempati sekarang. Aku duduk di dekat jendela, menata ... lanjut baca
Antara Aku, Dia, dan Suara Gadis Mezzo Sopran [new version]
Detik terus saja berlalu menggerogoti hari. Terkadang malah berlari seolah bumi b ... lanjut baca
Page 1
Matahari sudah condong ke barat saat aku tiba di persimpangan Burrows. Sudah saatnya bagiku untuk meninggalkan “sofa” jerami yang empuk ... lanjut baca
Page 2
“Apa kau mencariku?”
Suara yang masuk ke dalam telingaku terdengar lembut. Aku menoleh ke belakang dan aku terkejut.
Dia ada di b ... lanjut baca
Ku dengar nyanyian malam yang berdenting pada jeram-jeram malam
Menggaris sepi dengan sapa peduli
Tapi awan tetap sedu membawa angin kembara
Hingga ... lanjut baca
Puisi Djamal
Malam Ini Aku Ingin Menulis Tentang Penyihir
Sayang malam mulai menghilang, padahal aku masih mau mengukir
busuknya aura yang te ... lanjut baca
Aku tak pernah menyangka bahwa Hoverside Cottage akan semenarik ini.
Maksudku, kami di panti selalu mendengar cerita tentang perjalanan Mr. Miller ... lanjut baca
mata yang nyalang
pada malam yang panjang
diri yang terjaga dalam naungan
rembulan penguasa malam
selalu menolak buaian
yang terlalu pagi
saat l ... lanjut baca
whaaah~
cerita kedua ini asyik sekali!!
gw sangat suka pendeskripsian Zara..
pas baca itu, gambarannya langsung muncul di otak.
dan dialognya sangat mendukung. membuat mataku sehat lagi (gw suka dialog soalnya)
yg bikin ku bingung cuma desa si qimba ini. malah kurang gambarannya~
tp tetep aja, nice!
Oh... rupanya Astrea itu perempuan. Ia manusia normal seperti kita? Tak habis pikir, perempuan berkuping dan berekor rubah bisa ia anggap sebagai makhluk tercantik sedunia.... BTW saya suka gaya penceritaan kamu! Dengan luwes menampilkan monolog si tokoh utama yang sesuai dengan kepribadiannya. Astrea, si petualang yang ceroboh. Dari segi packaging, memisahkan satu kalimat awal di tiap seri adalah ide yang bagus!
hmm hmmm
penasaran ke cerita akhir
hmm hmmm
ceritanya seru bgt
hmm hmmm....
Kya Kya Kya.... Keren! Snowdrop emang keyennn!!!
halo ayu sampurasun orang bandungmah tong diragukeun deui sarae...lah haloo
Hmm. Jadi inti ceritanya ke sini ya?
Arahnya jadi seperti dongeng anak-anak. Tapi sejauh ini masih cukup bisa dinikmati kok.
Fantasi pendek. Yeah, itu keren.
Hei, kalo misalnya mau diedit ulang. Gimana kalo gaya bahasanya dibikin kayak dalam bentuk catatan. Supaya sesuai sama judulnya.
Ayo, lanjutkan bila kau bisa!
masih membuat penasaran...cepat berikan aku endingnya!!!
rancu ya???
bingung ama tandu.........
overall, NICE =D>
hehe,,,yang masalah tandu mank rancu ya ? yang kudu diperhatiin adalah kata-kata Astrea yang merasa tandunya naik, dan "kurasa kami sedang menaiki tangga"..itu cuma perasaan Astrea,,kondisi sebenarnya bakal ditulis di part 3...eniwei,,makasih banyak bwt komennya ya ^^