Suatu sore saat saya baru pulang kerja,capek banget....
Sampai di tempat kos,saya langsung dihadapkan pada kenyataan bahwa tempat kosan saya sedang menjadi korban dari "ulah" PLN yang mencabut suplai listriknya...
"Barusan aja matinya mas,kalo liat jadwalnya sih mungkin baru hidup lagi sekitar jam 10 nanti malam..."kata ibu kos saya.
Barangkali selain EYD, perlu pula dihitung, menulis kisah pribadi -sebagaimana kisah dalam buku harian atau cerita di dalam surat- tak sama dengan menulis untuk orang banyak. Untuk yang belakangan ada aturannya. Sedang yang untuk konsumsi pribadi, seenaknya aja. Jangan sampe deh yang seenaknya aja ditaruh ke yang ada aturan.
Very interesting story, mungkin sisi spesialnya adalah cara penulisannya yang keluar "pakem" EYD tapi "ditambal" dengan penceritaan yang ciamik, great =D> n keep writing! =D>
haduh,,jadi ketawa dulu....soal eyd dan lainnya, gw gag akan komen deh, uda dibahas ma om bamby,,nyahaha..lebih senior dah..
eniwei,gw terhibur ma gaya bahasa lu yg nyantai tapi runtut..rada mirip gaya ceritanya raditya dika sih, tapi its fine 4 me...ditunggu cerita berikutnya deh...
Selamat ya, cerita pertamu akhirnya terposting juga. Mungkin aku pembaca pertama dan langsung memberikan komentar.
Pertama, dirimu punya bakat untuk menulis lebih baik.
Kedua, perlu diperhatikan hal-hal yang bersifat teknik dasar menulis cerita, misalnya gunakan EYD (hehehe).
Ketiga, aku rasa deskripsimu sudah bagus walaupun cerita ini menakutkan tetapi ada unsur komedi hehehe. Jangan-jangan dirimu penakut benaran sampai harus pindah kost =D>
Suatu sore disebuah bandara..
Seorang wanita berbaju putih berjilbab merah duduk ditemani sebuah tas warna putih serta sebuah travel bag ukuran kecil ... lanjut baca
Tiba-tiba saja tanganku ingin menari bergerak menuliskan puisi
Rupanya kau tuan Hamzah yang berkunjung menuntun jemari
Selarik bait dari cerita masa ... lanjut baca
Re membuang tatapan matanya ke arah macetnya ibukota pada jam pulang kerja.
Ia menghela nafas. Membuang penat. Mengusir galau. Menekan pedih yang t ... lanjut baca
Di suatu sore yang jenjang
Ku berdiri
Ku telanjangkan hati,
Selami diri, menekan emosi
Mengapa aku harus terhenti oleh tragedi?
Batu sandunga ... lanjut baca
Kisahku pada suatu sore.........
Pada suatu sore, aku memberanikan diri untuk mengintip dari celah kain gorden yang sedikit terbuka di kamar ku, ak ... lanjut baca
Aku rindukan langit sore hari kemarin
Saat ku bisa berkaca pada bias pelangi setelah hujan
Bermandikan semilir angin basah,
Pucuk-pucuk pohon d ... lanjut baca
Bukan dengan kencana swargaloka aku akan membawamu pergi
Tak pula dengan rerakit penuh lentera di setiap sudutnya
Hanya dengan benih-benih kata yang ... lanjut baca
Mahesa dan Orang-Orang Malam
Seseorang datang kepada saya suatu sore saat saya tengah membaca sebuah buku yang saya beli di lapak buku-buku bekas d ... lanjut baca
Hujan kali ini begitu deras, sesekali petir memecah langit dengan kilatan listrik maha dahsyatnya. Ini bulan Februari tapi sisa – sisa musim p ... lanjut baca
“Ada masalah, Nina?”, tanya professor Max suatu sore saat Nina datang ke rumahnya. Anak lelakinya datang dari Sydney dan Profesor Max mengundang t ... lanjut baca
Sampai dirumah kudengar hpku berdering, kuangkat dan kulihat dilayar ternyata dari risma, halo? Iya ris, da nyampek mana ros?gimana tadi kamu sama had ... lanjut baca
=D>
Horeeeeeeeeee.
Asyik baca ceritanya. Sangat personal.
Barangkali selain EYD, perlu pula dihitung, menulis kisah pribadi -sebagaimana kisah dalam buku harian atau cerita di dalam surat- tak sama dengan menulis untuk orang banyak. Untuk yang belakangan ada aturannya. Sedang yang untuk konsumsi pribadi, seenaknya aja. Jangan sampe deh yang seenaknya aja ditaruh ke yang ada aturan.
Waduh, komentar apaan sih ini.
Saya cuman mau komentar : Enek di judul. Angkanya itu loh... Adoh...
Contentsnya sih rame. Enak dibaca buat anti-bosen. Mengingatkan saya pada temen lama ketika si penghuni kos istighfar berkali-kali.
Garis bawah buat komentar sebelumnya ajalah. Jangan lupa buat memberikan karya yang lebih baik lagi.
Keep writing!
kenapa pindah kossan|??/
hahah..
membaca cerita ini seperti membaca buku harian sendiri.. ringan...dan simple...
hanay saja mungkin lain kali kalo posting di edit lagi yah
Very interesting story, mungkin sisi spesialnya adalah cara penulisannya yang keluar "pakem" EYD tapi "ditambal" dengan penceritaan yang ciamik, great =D> n keep writing! =D>
awalnya sempet ga nyambung klo kamu lg ngebayangin cewe kamu yg ternyata adalah hantu,,,
tapi setelah ditelik lbh lnjut,,,
gawat bnr ya... >:D<
Bgs cerita dan alurnya. Tp sdkt tkt ak jg sendrian d kamar neh.^^
Itu judulnya kok pke angka 2
eniwei,gw terhibur ma gaya bahasa lu yg nyantai tapi runtut..rada mirip gaya ceritanya raditya dika sih, tapi its fine 4 me...ditunggu cerita berikutnya deh...
Selamat ya, cerita pertamu akhirnya terposting juga. Mungkin aku pembaca pertama dan langsung memberikan komentar.
Pertama, dirimu punya bakat untuk menulis lebih baik.
=D>
Kedua, perlu diperhatikan hal-hal yang bersifat teknik dasar menulis cerita, misalnya gunakan EYD (hehehe).
Ketiga, aku rasa deskripsimu sudah bagus walaupun cerita ini menakutkan tetapi ada unsur komedi hehehe. Jangan-jangan dirimu penakut benaran sampai harus pindah kost