Fajri tertidur pulas di atas ranjangnya. Buku-buku pelajaran masih tergeletak terbuka di atas meja belajar Fajri di samping ranjangnya, di dekat buku tersebut terdapat piring dan gelas bekas fajri makan. Tv di kamar Fajri dibiarkan menyala tanpa suara, sementara suara penyiar radio malam dengan sendu terus menemani suasana kamar tersebut.
Read more (2620 words)
(tampak pk 04:40) suara adzan berkumandang dari radio. Fajri masih tertidur pulas.
(cut to)
Ayah Fajri,ibu Fajri dan adik perempuanya tertidur pulas di tempat tidur di kamar orang tua fajri.(Tampak jam dinding 04:50) Tv di dalam kamar tersebut menyala dan menayangka adzan shubuh. Ayah Fajri terbangun dari tidurnya, ia duduk sebentar di kasur tersebut sambilmenundukan kepalanya (suara adzan masih terdengar). Ayah Fajri kemudian keluar kamar menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu (tampak ayah Fajri melewatkan pintu yang ada tulisan “Fajri Room Caution!!) .Setelah itu ayah Fajri menuju musholla untuk menunaikan sholat shubuh.
(cut to)
Sulastri, pembantu rumah tangga keluarga tersebut turun dari kamarnya menuju ruang tengah dan mengambil beberapa gelas dan piring kotor untuk di cuci.Ia kemudian mencuci piring di dapur.
(cut to)
Ibu Fajri terbangun dari tidurnya. Ia memandang jam (tampak 04:45) ibu fajri kemudian memandang ke arah bekas ayah Fajri tidur, Ia menyadari Ayahnya Fajri sudah bangun duluan. Ibu fajri kemudian beranjak dari tempat tidurnya. Ia keluar kamar untuk mengambil air wudhu. Di perjalanan Ia memandang sang ayah yang sedang sholat shubuh sendirian. Kemudian ia meneruskan perjalananya untuk mengambil air wudhu.
Ayah Fajri selesai menunaikan sholat shubuh. Ia keluar dari musholla dan menuju dapur.
AYAH FAJRI
Trie..trie…(sambil berjalan menuju dapur)
Sulastri yang di dapur terus melakukan pekerjaanya mencuci piring.
AYAH FAJRI
Trie..trie..(suara ini terdengar oleh Ibu Fajri yang baru selesai keluar kamar mandi, sementara ayah fajri sudah sampai di dapur)
Trie..bangunin si Fajri dulu di atas.(bapak fajri pun pergi dari dapur)
SULASTRI
Iya..pak!!!
Sulastri menghentikan pekerjaan mencuci piringnya,(di perjalanan ia berpapasan dengan ibu Fajri)
IBU FAJRI
Kenapa trie barusa ?
SULASTRI
Mau bangunin bang fajri dulu Bu..(sambil terus melanjutkan langkahnya)
(cut to)
Fajri termenung di kamarnya,
SULASTRI
(o.s)
Bang..bang..bangun bang…(sambil mengedor pintu kamar fajri)
(TITLE)
Fajri kemudian mematikan tv dan radio di kamarnya. Dan membuka pintu kamarnya yang di gedor-gedor oleh Sulastri.
Sulastri
Bang..suruh sholat dulu baru mandi !
02.INT.DAPUR.PAGI
Ibu Fajri sedang sibuk di dapur membuat roti tawar dan beberapa the gelas hangat. Sulastri kemudian keluar dari kamar mandi yang ada di dapur.
IBU FAJRI
Trie.. fajri udah bangun?
SULASTRI
Udah bu.. paling Fitri yang masih tidur. Saya mau bangunin tapi di kamar masih ada bapak.
IBU FAJRI
Sekarang udah jam berapa?
SULASTRI
Udah hamper jam enam lebih bu…
IBU FAJRI
Ya ampun! Kenapa bukan di bangunkan dari tadi. Bangunin dulu sekarang! Memang kenapa sama bapa..takut amap bapa…pernah di apain kamu ama bapa..!! udah bangunin dulu sana nanti telat lagi ke sekolahnya.(sambil terus membikin sarapan pagi tersebut)
Sulastri kemudian bergegas untuk membangunkan fitri, di perjalanan ia berpapasan kembali Ayah fajri yang sudah dalam keadaan rapih. Sulastri membangunkan fitri
SULASTRI
Fit..fit bangun yu.. (sambil menggendong fitri dari tempat tidur) Yu..mandi dulu yu... (sambil membopong fitri ke kamar mandi)
Sang ayah sedang duduk menonton berita pagi di ruang tengah, sang ibu membawakan segelas teh dan roti ke hadapan bapak dengan dingin. Kemudian sang ibu masuk kamar. Fajri keluar dari kamarnya kemudian meminta izin ke ayahnya
FAJRI
Pa..minta duit!(sambil mendatangi ayahnya yang sedang duduk)
Ayah FAJRI
Cukup?(sambil memberikan beberapa lembar uang)
FAJRI
Cukup! (sambil pergi meninggalkan ayahnya, ia melihat beberapa seumpuk roti tawar yang ada )
AYAH FAJRI
(o.s)
Ini makan dulu rotinya fajri.
Fajri terus menuju ke garasi meninggalkan ayahnya ia kemudian menyalakan motornya. Kemudian ia membuka pintu garasi dan pagar rumahnya.
FAJRI
Trie..trie konci pagernya lagi.
Sulastri pun keluar menemui fajri seraya fajri pergi dengan motornya.
(cut to)
Ibu Fajri keluar dari kamarnya sudah dalam keadaan rapih. Kemudian ia mendatangi sang ayah yang masih duduk menonton tv.
IBU FAJRI
Fajri udah berangkat?? rotinya ga di makan dulu??
Ayah fajri tidak menanggapi perkataan ibu fajri.
AYAH FAJRI
Aku berangkat dulu ya…(sambil memberikan beberapa lembar uang kepada ibu fajri) cukup?
IBU FAJRI
Cukup! (mengambil uang tersebut).
Ayah fajri terus menuju garasi membuka pintu pagar dan garasi rumahnya. Kemuidan ia menyalakn mobil. Ayah fajri mengklakson 2 kali lalu Sulastri datang menutup pintu pagar-dan garasi.
(cut to)
Ibu fajri sedang menyisir rambut fitri yang sudah rapih memakai seragam sekolah di depan kaca di dalam kamar Sulastri kemudian datang sambil membawa tas fitri.
IBU FAJRI
Udah di masukan kedalam tas trie, bekal sama prnya?
SULASTRI
Sudah bu..!
IBU FAJRI
Ya sudah, kamu belum ganti baju? Ganti baju dulu sana! Dari tadi bukanya ganti baju sekalian, ngapain aja sih kamu!
Sulastri pun pergi, sang ibu memberikan tas kepada fitri untuk di pakai
IBU FAJRI
Udah,,awas jangan di apa-apain lagi rambutnya. Nanti di sisir lagi repot lagi!
Ibu fajri pun bergegas ke garasi menyalakan motor kemudian membuka pintu garasi dan pagar rumahnya. Ibu fajri kemudian mengeluarkan motornya sampai di teras luar. Fitri ikut di bonceng di belakangnya. Ibu fajri membunyikan klakson 3 kali.
IBU FAJRI
Aduh si trie ini lama banget.
Sulastri dengan keadaan rapih kemudian muncul dari garasi. Sulastri menutup pintu garasi kemudian keluar dari pintu depan. Sebelum naik motor ia menutup pintu pagar kemudian ikut naik motor di bonceng di belakang.
(Fade out)
03.EXT.PARKIRAN KAMPUS.PAGI
Fajri sampai ke parkiran kampus. Fajri mesngantri untuk membeli tiket parkiran
PENJAGA TIKET
500 rupiah mas
fajri memberikan uang 500. kemudian ia memarkir motornya. Ia berjalan menuju kelas. Banyak mahasiswa lain juga yang melakukan rutinitas harian tersebut. Ketika berjalan salah satu teman fajri memanggil
TEMAN FAJRI
Fajri…
Fajri menoleh ke arah temanya tersebut. Ia menganggukan kepala ke atas membalas sapaan hangat dari temanya. Kemudian terus berjalan.
Kemudian tampak seorang mahasiswa yang juga menyapa temanya. Mahasiswa yang dipanggil menyadari panggilan temanya tersebut, kemudian menghentikan langkahnya supaya bisa berjalan berbarengan.
(cut to)
04.EXT.GERBANG UTAMA KAMPUS.PAGI
Mobil ayah Fajri terlihat memasuki gerbang kampus. Mobilnya berhenti sejenak di loket tiket kampus. Ayah Fajri mengambil tiket kemudian melanjutkan perjalananya.
(cut to)
05.EXT.PEREMPATAN JALAN.PAGI
Tampak ibu Fajri sedang menyelip-nyelip di antara mobil yang penuh di perempatan.
ORANG DI DALAM MOBIL 1
(sambil mengklakson) Euleuh-eleuh rek kamana atuh ibu (tampak ibu fajri yang membonceng adik dan sulastri sementara tas fitri dan tas ibu fajri ngatel-ngantel teu puguh.)
ORANG DI DALAM MOBIL 2
Kasian anaknya ngantuk ngantuk. Riweuh pisan si ibu nya.
Setelah menyelip-nyelip, posisi terkahir motor ibu fajri di samping sebuah mobil(mobil yang sama merknya seperti mobil ayah fajri). Di dalam mobil tersebut sebuah keluarga lengkap berda di dalamnya. Ibu fajri termenung melihat sementara keluarga di mobil tersebut tidak memperhatikan Ibu fajri.
ANAK 1 DI MOBIL
Ayah. Yang cpet bawa mobilnya ya!! Dede telat nih.(kemudian anak tersebut melahap kembali suapan nasi dari ibunya)
IBU DI MOBIL
Eeh.. kalo makan dulu. Kalo makan jangan sambil ngomong.
AYAH DI MOBIL
Iya-iya masa ayah mau dede telat, nanti kalu guru dede marah gimana?
ANAK 2 DI MOBIL
Loh? Gimana sih… aku dosenya killer nih… kalau telat nanti ga di absent, aku duluan kan yah.
IBU DI MOBIL
Sutt… kamu udah gede ah, masa ga bisa di ajak “serius”
Ibu fajri masih termenung melihat interaksi hangat di dalam mobil tersebut. (tampak lampu merha telah menjadi hijau) suara klakson kembali terdengar kea rah ibu Fajri. Kemudian ia melihat lampu hijau dan meneruskan perjalanan.
ORANG DI MOBIL 1
Eeh.. si ibu teh nya, ngalamun!
(cut to)
06.INT.LABORATORIUM.SIANG
Ayah Fajri berjalan menuju pintu laboratorium. Kemudian seorang mahasiswa menyapanya.
MAHASISWA 1
Pagi pa! belum mulai ya pa, alhamdulilah.
Ayah Fajri hanya tersenyum.
MAHASISWA 1
Saya duluan ya pa..
AYAH FAJRI
Ya silahkan.
(cut to)
Suasana di dalam laboratorium. 2 orang mahasiswa bercakap-cakap di komputer yang paling belakang.
MAHASISWA 2
Aduh..males banget nih gua pengen langsung balik.
MAHASISWA 3
Mudah-mudahan aja si bapaknya ga masuk. Udah telat gilaa ini.
Mahasiswa 1 memasuki ruang laboratorium, suasana lab sudah sedikit ramai. komputer-komputer di daerah belakang lab tersebut sudah terisi. Ia kemudian mengambil komputer yang di depan. Tidak lama kemudian Ayah fajri memasuki lab tersebut. Suasana kelas pun mendadak hening. Ayah fajri berjalan menuju depan lab di antara komputer-komputer tersebut. ia menaruh tas labtopnya kemudian memandang mahasiswa 1 yang duduk di paling depan dan memberikan senyuman hangat.
AYAH FAJRI
Sampai mana materi kita waktu pertemuan terakhir nak?
(fade out)
07.EXT.KANTIN KAMPUS.SIANG
Seorang dosen keluar dari kelas di ikuti beberapa mahasiswa. Fajri merupakan salah satu di antaranya. Fajri yang mengenakan earphone langsung berjalan sendirian sementara mahasiswa lain ada yang mengobrol-ngobrol bersama seusai kelas tersebut.
Fajri(masih mengenakan earphone) mengangantri makanan di kantin kampus sendirian, sementara mahasiswa-mahasiswa di di depan dan belakangnya setidak punya satu orang teman yang menemani ketika mengantri makan tersebut.
Fajri(sambil mengenakan earphone) berjalan membawa makananya dan duduk di meja kantin sendirian.
Beberapa mahasiswa perempuan secara tiba-tiba duduk di meja Fajri.
MAHASISWA PEREMPUAN 1
Aduh!!! Udah males gua barusan ama si Pa lasman
Ilang tau ga sih semangat belajarnya
MAHASISWA PEREMPUAN 2
Alah..laper nih..mesen apa ya?
MAHASISWA PEREMPUAN 3
Yu kita mesen dulu yu.
Merasa ketenanganya terusik, tanpa mengahbiskan makanannya Fajri pun kemudian beranjak dari meja tersebut. kemudian beberapa mahasiswa perempuan tersebut menyadari kepergian fajri, mereka menegur fajri.
MAHASISWA PEREMPUAN 1
Eh..eh..(menyapa Fajri) ko pergi sih.. bisa jagain tas kita bentar.
Fajri hanya menatap dengan sinis mahasiswa perempuan tersebut,
MAHASISWA PEREMPUAN 1
Ye.. jutek amat! Kaga dapet cewe tau rasa lu!!
Fajri berjalan meninggalkan kantin (masih memakai earphone) kemudian ia pergi ke tempat yang paling tenang di kampus(CC). di tengah panas teriknya siang hari Fajri menyondorkan badan sambil mendengarkan earphone kemudian ia tertidur.
(cut to)
08.EXT.GERBANG SEKOLAH.PAGI
Motor ibu fajri sampai di pintu gerbang sekolah. Fitri dan Sulastri turun dari motor tersebut langsung kemudian pergi.Sementara di depan ibu fajri ada seorang ayah lain juga yang mengantar memakai motor, ketika anaknya turun tidak lupa anaknya mencium tangan ayahnya tersebut.
AYAH PEMAKAI MOTOR
Ade belajar yang bener ya..!(ketika meyodorkan tangan kepada anaknya)
ANAK KECIL 1
Nanti jangan lupa jemput dede lagi ya!(setelah mencium tangan ayahnya)
Assalamualaikum……
AYAH PEMAKAI MOTOR
Walaikum salam
Ibu fajri kemudian melaju setelah orang yang di depanya tersebut maju.
Pintu rumah terbuka, ibu fajri kemudian masuk membawa sekantung belanjaan. Ia kemudianmenaruh belanjaan tersebut di meja. Ia melihat setumpuk roti di atas meja yang ia buat tadi pagi tampak masih 80 persen utuh. The di pitcher kecil pun tdk jauh sama kondisinya. Ibu fajri membereskan sarapan pagi tersebut.Kemudian ibu fajri memasak di dapur. Setelah masakanya jadi ia menaruh di meja makan. Ibu fajri kemudian merapikan kamar tidur Fajri.Ibu fajri kemudian menelpon Ayah fajri, namun masih mailbox kemudian ia mneinggalkan pesan
IBU FAJRI
Pa… kalau mau makan siang di rumah aku udah masak.
Kemudian ia mengirim sms kepada fajri. (tampak di layar hp “fajrie, ibu udah masak di rumah, kalau kamu bias makanya di rumah aja”)
(tampak jam 11)
IBU FAJRI
Aduh udah jam 11, fitri harus di jemput lagi ini
Ibu fajri karena tergesa-gesa menaruh hpnya sembarangan .Ibu fajri kemudian menuju garasi menyalakan motor, kemudian ia mengeluarkan motor menutup garasi keluar dari pintu depan dan kembali berangkat di tengah panas teriknya matahari(hpnya tertinggal)
(cut to)
09.INT.LABORATORIUM.SORE
Suasana kelas berangsur-angsur usai. Ayah fajri sedang memasukan bukunya ke dalam tas di depan kelas. Sementara mahasiswa yang lain pulang si mahasiswa 1 mendekati ayah Fajri
MAHASISWA 1
Pa...saya ada kesulitan mengenai materi yang barusan,kira-kira kalau saya minta tutorial sama bapa bagaimana?
AYAH FAJRI
(sambil berjalan menuju pintu keluar) kalau mau tutorial lebih baik sekelas.
MAHASISWA 1
(mengikuti pergerakan ayah fajri ke pintu keluar) ya mungkin saya coba ajak dulu teman-teman yang lain. Kapan saya bisa ke ruangan bapak untuk memberikan kepastian
AYAH FAJRI
(berjalan menuju lift, kemudian memencet tombol lift) mungkin lusa sekitar jam 3 sore saya ada di ruangan memeriksa tugas-tugas
Pintu lift pun terbuka, ayah fajri dan mahasiswa 1 memasuki lift tersebut.
Percakapan sekarang sudah di dalam lift.
MAHASISWA 1
oh iya pa...menurut saya pertemuan wali selanjutnya bagaimana kalau sekalian kita sambil makan siang saja pa..
AYAH FAJRI
boleh..boleh! Kamu bisa menghubungi yang lain kan. Saya juga sudah punya niat untuk seperti itu. Kalian-kalian itu anak saya di kampus ini.Dosen wali itu kan sudah seperti orang tua seharusnya.
MAHASISWA 1
oke pa!! nanti bapak tinggal hubungi saya kalau buat pertemuan yang satu ini. Nati saya beritahu anak-anak yang lain
mendadak lampu lift mati..
MAHASISWA 1
aduh kenapa ini?
AYAH FAJRI
selama saya di sini baru pertama saya seperti ini(sambil memencet tombol emergency).
MAHASISWA 1
hanDphone saya habis baterai lagi pa.. gimana kita bisA minta pertolongan(sambil melihat hanphone yang baru di keluarkan)
AYAH FAJRI
Tenang nak, kita tunggu dulu sebentar. Saya juga tidak tahu apa gunanya tombol emergency bila terjadi seperti ini. Yang penting kita udah ikut prosedur kalau lift macet, kita tekan emergency.
MAHASISWA 1
(sambil berusaha membuka pintu lift secara paksa) Masih inget ga pa tadi terakhir kita di lantai berapa?
AYAH FAJRI
(melihat jam, tampak 16:30) Tenang nak, sekarang udah agak sore, mungkin orang-orang sudah sedikit di kampus ini. Kita tunggu sebentar lagi.
Mahasiswa mengedor-gedor pintu lift tersebut. Sesekali ayah fajri berusaha menenangkanya.
MAHASISWA 1
Pa..sehabis ini bapak rencananya pulang atau ada keperluan lain?
AYAH FAJRI
Tidak..tidak ada keperluan lain, saya langsung pulang.
MAHASISWA 1
(tersenyum) bagus pa kalau begitu, setahu saya bapak di sini punya anak kan? Pasti dia nunggu bapakkan sekarang untuk pulang bersama.
Ayah fajri terdiam ketika salah satu mahasiswa mengingatkan anaknya.masing-masing mulai sibuk dengan kegiatanya sendiri-sendiri.si mahasiswa hanya bias melihat foto kekasihnya yang ada di dompet. Sang ayah tiba-tiba tergerak untuk mengambil handphonenya. Terlihat sinyal di hanphonenya tersisa satu.
(Fade in)
10.INT.RUMAH’FAJRIE DREAM’AYAH FAJRIE VISION’.PAGI
Fajri terbangun dari kamarnya,suara gedoran pintu membahana, ayahnya membangunkanya untuk solat shubuh. Setelah selesai mengambil wudhu, ayah,ibu,adik dan sulastri telah menunggu di musholla. Mereka sholat shubuh berjamaah. Ibunya menyiapakan sarapan pagi,kemudian keluarganya srapan pagi bersama. Bersama-sama adik,sulastri dan ayahnya kemudian mereka pergi dalam satu mobil menjalani aktifitasnya. Di waktu siang fajri menjemput adiknya di sekolah, kemudian pulang ke rumah untuk makan sian bersama ibunya yang sudah memasak di rumah. Kemudian ia kembali ke kampus membawakan masakan ibunya ke ruangan ayahnya.
Di tengah mimpi hangatnya tersebut,fajri tak sadar handphone di sampingnya bergetar menerima telpon dari ayahnya.
(cut to)
sang ayah sedang berusaha menelpon dengan handphonenya ketika terjebak di lift.
(cut to)
handphone ibunya yang tertinggal di rumah menerima telepon dari ayah fajri yang terjebak di dalam lift.
(cut to)
sang ayah kembali kecewa kedua handphone keluarganya tdk aktif.
Sang ibu kemudian sampai ke rumah, melihat 10 missed call yang ada di handphonenya dari sang ayah, sang ibu curiga kemudian ia menelpon balik namun tidak nyambung.
Ibu fajri kemudian menaiki motornya menyusul sang ayah ke kampus.
(di motornya tergantung keresek tempat ia membawa masakannya)
Fajri terbangun dari tidurnya, suasana kampus sudah sepi ia melihat jam di tanganya (tampak 17:15) kemudian ia melihat handphonenya (tampak 6 missed call dari ayahnya) ia kemudian menelpon ayahnya.
FAJRI
Ayah..ayah kenapa?
AYAH FAJRI
Fajri, kamu di mana?(baru selesai di tolng dari lift, bersama ibu fajri)
FAJRI
Masih di kampus yah! Ayah di mana?
AYAH FAJRI
Alhamdullilah kamu masih di kampus,ayah juga masih di kampus, ya sudah ayah sekarang sangat ingin bertemu kamu, di sini juga sudah ada ibu!
FAJRI
Ayah kenapa yah? Suaranya seperti orang yang abis kesesakan.
AYAH FAJRI
Nanti saja ayah ceritakan, fajri ayah tunggu sekarang di ruangan ya.
Fajri berjalan menuju ruangan ayahnya. Di dalam ruangan sudah menunggu ayahnya yang sedang makan masakan yang di bawa ibunya. Ibunya pun sudah menunggunya. Malam itu mereka makan malam bersama di ruangan ayahnya dengan suasana hangat.
Dengan cerita seperti ini, sinematografi filmnya harus bagus dan diperani oleh pemain-pemain film yang bisa menarik simpati penonton. Soalnya, dengan cerita yang hanya sekedar potret kehidupan keluarga biasa, plus 'momen-hampir-tragis-segitunya?' perlu gambar yang bagus, pelakon-pelakon yang nyaman dilihat, serta sutradara yang baik untuk membuat naskah ini layak ditonton dalam format film.
ada sodaranya Nobita nihhh
Yups.. ini skrip.. buruang kirim ke bung meier.. dia lagi butuh katanya .. hehe..
tapi,.. banyak salah ketiknya juga.. ga sempat diedit lagi ya?
Buruan dikirim ke produser dan dijadiin film .ok
perpindaHAN aDEGannya BaNYAk juga YA?
banyak di cut just to...