willy...masih melotot ke white board, saat spidol merah, biru dan hitam menari mengukir pasti. Hari ini pertama kali aku menjadi guru. Guru matematika jadi lakon baru yang kupilih setelah project- project di kantor " pemberdayaan masyarakat, yang kugeluti setahun terakhir; sepi. Aku begitu bersemangat menulis sambil menjelaskan; " bilangan bulat adalah, seluruh bilangan yang terdapat dalam garis bilangan. Bilangan bulat positif, adalah bilangan yang terletak di sebelah kanan angka 0 ( baca: nol), sedangkan bilangan bulat negatif adalah bilangan yang terletak di sebelah kiri angka nol. Lalu daniel, teman willi tiba- tiba tunjuk tangan, "0 itu termasuk bilangan apa pak?" Saya kaget, dia ingin kepastian, dia ingin jawaban yang pasti. Matanya saja melihatku tepat di mataku: " Guru, berbicaralah, sebab kami ingin mendengarmu". Mulutnya tertutup rapat, namun matanya tak bisa diam, menungguku memberi jawaban pasti. Seketika ketidakpastian menghampiriku," haruskah aku memberi jawaban yang pasti, saat aku sendiri ga yakin itu pasti?" Aku masih diam, melanjutkan materi berikutnya, namun matanya mengintaiku. Buku yang kubaca sejam yang lalu, tentang nol juga tidak memberi kepastian, walau penulisnya juga menyatakan nol itu adalah bilangan bulat. " Nol itu termasuk bilangan bulat", aku berusaha memastikannya. Namun Daniel,yakin aku tak memberinya kepastian, sama seperti dua puluh tahunan yang lalu, saya tanyakan hal yang sama, guruku waktu itu bilang:"kamu jangan banyak tanya!" Namun apa bedanya aku dengan guruku, yang juga tak bisa memberi kepastian? Disini, kepastian menjadi abstrak, kepastian menjadi jauh, namun kepastian kadang- kadang sangat dekat, walaupun menebar ketidakpastian. Daniel tak dapatkan kepastian dari jawabanku yang pasti, atau jawabanku yang berusaha pasti. Bell berbunyi, akhiri ketidakpastian dalam matematika, sebagai ilmu pasti. Di ujung senja, saat mereka pulang, dengan mencium tangan ucapkan selamat sore, daniel melangkah pasti, sembari menatapku." Pak, kutunggu kepastian darimu: Nol, bilangan bulat?"
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Idenya bagus, top dah, tapi penulisannya masih kacau berat.
Huruf depan nama, dll, banyak yang salah.
Trus satu lagi, agak diberi jarak ya, biar yang baca, matanya ga pegel...
Maaf... Peace!
Kunjungi juga karyaku ya, thx
hidup matematika... hahaha... *merasa munafik*
coretanku dibaca dan dikasi komen juga yaa.. thx..
Haha..jd igt drq pas msh kul d math itb
sastrawan sableng matematika!
Julukanku
dirapiin bos
dan bgunan epistemologi crtamu msh lemah
Bagus idenya. aku juag bingung nol masuk bilangan apa. Katanya bilangan bulat? Kenapa? Karena bentuknay yang bulat kah? *Polos* mode ON
5 juga...
bang... haruskan kita menunggu sesuatu yang tak pasti padahal kita tau itu pasti?, atau haruskan kita menunggu sesuatu yang pasti ketika kita tau itu sebenarnya tak pasti... saya bingung.... Bang kutunggu kepastian juga darimu 
psti.ngga psti.psti.ngga psti...
kbalik2 deh..yaampunn...
yaya.sy stuju .
crdas psann ..
cerdas dobel! Senang membaca cerita2 yg punya misi terselubung(halah!).
Salam kenal.
cerdas!
Angka ini juga bukan kepastian tentang nilai, hanya alat bantu memberi kepastian, paling tidak karena prasyarat di sini, lima, angka yang tepat untuk ketidakpastian ini? bukan, itu hanya bulan lahirku!