Temaram sore belum berlahan menyeruak. kuning keemasan berganti merah merekah berekor malam yang pasti dihiasi mutiara bulan yang kadang tertutup awan bergerak mengikuti angin berhembus. sunyi dingin bisu. seorang dara terdiam kosong memandang ke depan kumpulan air bertepi gunung dan cakrawala, dengan baju sedikit berpasir, pelipis merah berdarah, sesegukan menahan sedih yang tak terperi, sisa pertengkarannya dengan kekasih hati tadi siang tepat di depan batu besar pingir danau Toba.
ada ide yang besar di sini. kenapa kehormatan seorang perempuan selalu dipandang dari keperawanannya? serendah itukah perempuan di mata laki-laki?
tetapi ide yang besar ini menurutku masih kurang didukung dengan eksekusi yang rapi. banyak dialogmu yang masih kurang luwes, sehingga kesannya sangat artifisial. mudah-mudahan bisa dilatih lagi penulisan dialognya, ya, karena kamu punya potensi besar.
dan masalah editing ... hehehe maaf, tapi aku lebih suka kamu mengedit dulu ceritamu sebelum di-posting di sini. simpel, sih, untuk memanjakan pembaca aja. karena pembaca adalah raja buat penulis, kan?
satu kesalahan yang paling mengganggu adalah penulisan sepoi-sepoi yang pakai 'y' hihihi aku kira itu tadi istilah baru seperti asoy atau geboy, gitu ;p
Kala itu kau tegang
Kau tegang dengan memegang semua prinsip
perjalanan titian bambu kecil hidupmu
Evolusi daging berakar kemarahan menurutku
Tapi ... lanjut baca
Keretakan kesetian itu selalu terdengar merdu
ditengah kegalauanmu mengenai keberadaan status sosial yang bersama kita sandang
terlihat mencolok me ... lanjut baca
MENGAPA KITA TIDAK BISA BERDAMAI
Mengapa kita tidak bisa berdamai?
Di tengah kerusuhan yang makin banyak melanda Negara ini
Mengapa kita tidak bi ... lanjut baca
Bingung
tuk tuk tik tik
tuk tak tik tuk tak tik
barayun langkah kaki beralaskan sepatu kayu
melangkah dengan anggun melewati genangan air
den ... lanjut baca
Jam berbisik menerangi malam
Yang terlewat di bawah bulan pucat
Dengan berlandaskan tikar plastik butut
Berlahan enggan menyuruh ragaku
Untuk m ... lanjut baca
Aku sendiri tidak tahu penyebabnya. Tiba-tiba motor yang aku kendarai dengan kecepatan 110 km/jam oleng dan "Brakkkk!!!!" kemudian aku tidak sadarkan ... lanjut baca
Masih ada setetes darah
Yang takkan percuma melepas dahaga
Jika memang itu yang kau minta
Sebelum lepas jiwa ini dari raga
Sangkar segala derita
... lanjut baca
ada gemuruh ombak
memburu cepat menghatam hatiku
ada badai yang berkecamuk dalam bathinku
merobek-robek lembaran tipis jiwa ini
ada yang terkoyak ... lanjut baca
ku terpaku beku
ketika kilat membelah jiwaku
tanpa hujan membasahi ragaku
lidahku kelu
ku hanya terisak tersedu
ketika ku tahu
darah mengalir la ... lanjut baca
Berjalan sepanjang Sagan
Memandang matahari yang semakin tenggelam
Mengiring keringat yang menderas di sore itu.
Membelok pada sebuah tempat asing ... lanjut baca
“Kota Daging”, begitulah kaum iblis menyebut tempat laknat yang aslinya bernama Jakarta. Dari delapan juta penduduknya, ada sangat banyak yang bis ... lanjut baca
Pure Shores
Teks. Edo Wallad
Pulau Bintan, memerlukan tiga perempat jam dari kota Tanjung Pinang supaya aku bisa dengan leluasa bercinta de ... lanjut baca
KEMARAU belumlah lagi menampakkan batas akhirnya. Ia menyedot habis seluruh persediaan air di sumur-sumur belakang rumah, mengeringkan sungai, serta m ... lanjut baca
Dodol Duren
Sebuah cerita fantasi
Bagian dua.
“Kau tahu, tak sopan duduk di atas kepala seseorang”
Suara itu bergaung di antara pepohona ... lanjut baca
ceritany bgs
tp kasian ma ce ny. tuh co kurang ajar amat yak???
yg dcintai co ny bukan tuh ce ny, tp kperawanan ce ny
uh.......
*pgn bejek!!
Wah udah kyk cerita di sinetron2 aja, tapi bagus lho. Seru.
Ide cerita yang bagus, perempuan yang selalu menjadi objek penderita di beberapa belahan bumi.
Ada beberapa tulisan yang perlu diedit, kesalajam mengetik.
Gaya bahasa lebih dengan sentuhan emosi sedikit akan membuat cerita ini menjadi cantik
ada ide yang besar di sini. kenapa kehormatan seorang perempuan selalu dipandang dari keperawanannya? serendah itukah perempuan di mata laki-laki?
tetapi ide yang besar ini menurutku masih kurang didukung dengan eksekusi yang rapi. banyak dialogmu yang masih kurang luwes, sehingga kesannya sangat artifisial. mudah-mudahan bisa dilatih lagi penulisan dialognya, ya, karena kamu punya potensi besar.
dan masalah editing ... hehehe maaf, tapi aku lebih suka kamu mengedit dulu ceritamu sebelum di-posting di sini. simpel, sih, untuk memanjakan pembaca aja. karena pembaca adalah raja buat penulis, kan?
satu kesalahan yang paling mengganggu adalah penulisan sepoi-sepoi yang pakai 'y' hihihi aku kira itu tadi istilah baru seperti asoy atau geboy, gitu ;p
terus asah taringmu ya!!! kita belajar sama-sama!
good... ini cerita latar belakang bagaimana si Mel jadi gila ya?... i c