karya yang bermakna dalam, personal. usul: mungkin bisa diset menjadi dua bait. rasanya bisa lebih nendang. sedikit usul lain: kalau puisi lebih baik ditulis lengkap. "karena" jangan ditulis "karna", karena biasanya yang nulis begitu itu penulis lirik lagu, untuk dipaskan dengan nada-iramanya.
itu hanya saran/usul lho, monggo kalau bisa menerima.
salam salut,
~s.n~
Padahal…
Tuhan saja tak melarang…
Apalah Mendel…?
..........
damn,sayang sekali dalam kasusku.. sepertinya Tuhan melarangnya... entah Tuhan,, entah Mereka..
aku tak pernah tahu..
yang aku tahu.. Tuhan kenapa beriku waktu bertemu dengannya...
Menunggu rasa itu hilang…
Jika tak juga menghilang?
Apa kau akan paksa pudar?
.......
yeaaahhh,,, damn,gwa suka tulisan yang ini...
apa akan kau paksa pudar???? damn it... :(