Posts

51
points

Kenapa Kita tidak Pernah Merasa Cukup Bahagia ?

( kata) dikirim nisa 1 year 42 weeks ago
Tag:
63.75
63
points

Abi dan Umi

( kata) dikirim nisa 1 year 44 weeks ago
Tag:
70
109
points

Surat Si Neng untuk Si Akang

( kata) dikirim nisa 1 year 44 weeks ago
Tag:
72.6667

Comments

sahman's picture
sahman at Surat Si Neng untuk Si Akang (23 weeks 6 days yang lalu)
aduh basa sunda euy jadi kangen
djaka's picture
djaka at Surat Si Neng untuk Si Akang (1 year 25 weeks yang lalu)
suratnya kurang panjang dikit, biar kena,..btw nice
great piece of work, nis ... tapi entah kenapa aku bacanya kayak lagi baca reportase gitu di salah satu majalah wanita hehehe mungkin karena penceritaannya kurang melibatkan emosi, sehingga kesannya seperti kurang menggigit. tapi tema yang kamu angkat bagus, kok, tinggal digali lagi gimana cara penyajiannya biar lebih sedap ;p
Bagus Nisa... cuma saya kok ngerasa judulnya kepanjangan :P
nisa's picture
nisa at Kenapa Kita tidak Pernah Merasa Cukup Bahagia ? (1 year 42 weeks yang lalu)
“Nggih, Pak Lik..menawi mboten kados ngeten, kulo mboten saget budal..”. Dia bilang, kalau tidak ngakali umur, dia tidak akan bisa pergi. dan.. “La iya..Ibumu sing ora setuju karo aku..” Nenekku di kampung disebut, katanya beliau tidak setuju melihat anak2nya dikirim ke Arab karena belum cukup umur.
Argh's picture
Argh at Kenapa Kita tidak Pernah Merasa Cukup Bahagia ? (1 year 42 weeks yang lalu)
cm 1 kata itu yg bs gw ucapin.. ditengah heteregonisme yg ada di masyarakat kita.. tp tulisan ini punya nilai "kejujuran"... trsin ya karyanya :)
bener..bahasa jawa sebaiknya diberi sisipan arti. Kan yang baca ga semuanya bisa bahasa jawa. Mungkin emang ga terlalu ngaruh sih, tapi kan ga ada salahnya. ======== be always thankful...
cerpen yang bermakna. cuma kadang saya ga ngerti bahasa jawanya.
gue jadi inget... dari suatu dalil isinya anugrah terbesar adalah dapat rezeki di negeri sendiri. Gue setuju sih... walaupun ...
entah kenapa aku merasa ada beberapa bagian dialog yang seharusnya tidak perlu ada, dalam arti tidak perlu dijadikan dialog melainkan cukup narasi karena "keberadaannya" tidak terlalu penting sebagai dialog. aku bilang dengan kata "entah Kenapa" karena aku sendiri tidak yakin lho. ini semata-mata apa yang kurasakan saat baca kisah ini saja