Tema nya agak pasaran, dan mengekspresikannya juga agak biasa...
Tetapi cerita dibaliknya memang ga bisa dipungkiri kadang menyakitkan... huhuu.. :(
Keep up the good work!
Pertama ku baca bait pertama aku kira puisi ini ditujukan untuk tuhan, tapi ternyata terhadap seorang kekasih. kalo aku sarankan kata ini diganti saja menjadi :
"Tak juga hendak datang walau daku merindumu"
Selain itu, metaforanya dapat
..bagus sklai temanya...
Puisi lugas adalah sebuah pilihan karakter berpuisi...
Tp, maap, yg ini lugasnya teramat sangat polos sklai..., shg cenderung mengarah sperti sebuah catatan pengingat pribadi.
Tp krn temanya.., puisi ini jadi ada berbobot...
Coba baca (hehe..promosi nih) puisiku yg berjudul ; "(dia..., titipan kesempurnaan itu....)", yg menurutku memiliki makna persis sperti puisimua ini.. ;) ^_^
Makasih...Lam kenal jg yah...
mencintai seorang sahabat tak seperti mencintai orang yang baru kita kenal....
sesaat hasrat ingin memiliki, di lain hati tak ingin memaksa perih...
jangan pernah cintai sahabatmu....
karena sahabat tak pernah ada di muka bumi.....
jika tidak ingin kau kenali...
point 5 untuk mengingatkanku akan arti persahabatan....
hmmm...
kalau mandang dari sudut tema, puisi bagus. Tapi, kalo dipandang dari sudut puitik, ini seperti pendapat dalam artikel...
yah, menurut saia siy...