to conquer the battle we need some reason and a quick motivation to declarate the win's. not just claim by laying the guns's. even the gun is too important. when i sae this story, i'd like to say that this story is good for design of the word, but so childist for a true romance.
temanya nyata banget...
it's generally happen to us...
aku juga pernah...
tapi cara penulisannya bagus jadinya walau temanya biasa aja cerita jadi bagusss
Saya masuk ke sini setelah sebelumnya "dikenalkan" dengan nama penulis. Ternyata menulis cerpen juga ya.
Anyhow, salam kenal.
Komen saya tentang cerpen ini tidak berbeda dengan komen2 sebelumnya. Dari segi gaya narasi, karena penulis seorang penyair, harus diakui keindahan bahasa itu jelas terlihat. Dan senada dengan Valen, bagian awal di kala Gadis menorehkan nama2 dia tanah, itu situasi yang indah sekali.
Sayangnya, penulis kurang mampu memainkan konflik. Padahal resiko memilih tema sederhana, haruslah diikuti dengan kepiawaian mendramatisir konflik. Pada akhirnya kebingungan seorang Gadis memang terasa di akhir cerita, namun kalo boleh jujur, "rasa" persimpangan itu masih kurang menghujam, karena miskinnya emosi pembaca diulik2 oleh kelihaian penulis membuat konflik.