mungkin ini cocoknya masuk ke kamar puisi kali yah!
Rumput kian bergoyang bersama alunan air mengalir. saya tidak setuju dengan aliran air,, kenapa bukan angin? toh rumput selalu terbawa angin. heheh cuma usul aja
selayaknya sastra tak berbicara tentang BAIK-BURUK dalam frame MORALITAS tapi sastra sebuah POTRET KEHIDUPAN,ia bisa menjadi malaikat di satu sisi saja...tidak ada yang mutlak.
jika sebagai sebuah POTRET dari sebuah realitas, aku suka tulisan ini...
cerita ini berapi-api, dan juga penuh diksi dan metafora. tapi... kenapa ditulisnya perkalimat, tak ada paragrafkah?, sehingga sulit untuk membayangkan dimana dimulainya satu adegan baru atau diakhirinya adegan tersebut.
mungkin ini cocoknya masuk ke kamar puisi kali yah!
Rumput kian bergoyang bersama alunan air mengalir. saya tidak setuju dengan aliran air,, kenapa bukan angin? toh rumput selalu terbawa angin. heheh cuma usul aja