apa sich gunanya aku hidup?mengapa aku ditakdirkan seperti ini?pertanyaan ini sering datang berkecamuk di hatiQ..ohhh memang meletihkan..ingin rasanya aku mati,tapi aku takut...
"sudah berjam - jam Aisha duduk di pantai ini cuaca seperti bersahabat dengannya cerah dan hangat. ia selalu menyukai pantai menurutnya pantai mengandung makna kejujuran,"
kalimat di atas akan lebih hidup kalau disertai pemenggalan kalimat yg sesuai.
dialog yg berpindah pun aku kurang bisa lihat karakternya.
gimana kalau ceritanya dibikin lebih sabar, tanpa terkesan terburu-buru...
sisanya idem sama putut.
dipart pertama ini mba widiastri coba memperkenalkan profile para tokoh, namun penekanan akan suasana pantai yang mendukung keadaan sang aisha agak kurang. jadi pembaca agak kurang terbawa imajinasinya atas keadaan yang ingin diciptakan, lalu saya sebagai pembaca belum tahu alur ceritanya akan seperti apa. tp ini kan baru part I, semoga dipart lainnya karakter tokoh, suasana dan alur cerita jadi lebih kental sehingga imajinasi saya sebagai pembaca bisa terbawa dalam suasana yang ingin diciptakan penulis. terus maju mba.... sementara baru bisa komen doang neh... belum pny poin buat nulis...