b.heavirain : Comments

Writer deelaNErth
deelaNErth at (4 years 27 weeks ago)

bagus x3

Writer deelaNErth
deelaNErth at (4 years 27 weeks ago)

diksinya asyik :3 tegangnya kerasa

Writer b.heavirain
b.heavirain at (5 years 6 days ago)

salam kenal, d.a.y.e.u.h.. terima kasih sudah mampir dan baca cerpen ini.
awalnya, pembahasan utama dlm cerpen ini adalah kesementaraan, tentang kebahagiaan yg bersifat sementara dan luas cakupannya. seinget saya sih, idenya dari buku Dunia Sophie makanya bawa2 referensi ke situ.
saya setuju kalo "pikiran tak akan berarti tanpa tindakan", dan di cerpen ini saya coba ceritakan perubahan pola pikir si Btari dlm hal filosofis. itu aja sebenernya garis besar Percakapan ini. tapi, kamu menganalisis cerpen saya seperti pembaca aktif yg nangkep fenomena lain, yg tadinya nggak terpikirkan oleh saya... hahaha.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (5 years 2 weeks ago)

owh keren!
mungkin karena: 1) narasinya, seperti dibilang shinichi. pun saya suka kalo ada referensi dari mana2 gitu, nambah wawasan, tapi ga selalu yang filosofis2 gitu; 2) merasa teridentifikasi sama Laksmi haha... andai emang mudah ya dapetin senjata api. Laksmi beruntung karena menemukannya begitu saja di gudang. kalo baca di novel 1Q84 jilid 3 tuh katanya sebenernya ga mudah juga ya bunuh diri pakai pistol. karena kalo tangan gemetar sewaktu melakukannya, bisa2 meleset dan akibatnya si pelaku berakhir jadi mayat hidup. dan alasan kenapa Laksmi bunuh diri, sebetulnya bisa dikaitkan dg kesendiriannya (walau dia bilang udah terbiasa) dan kesepiannya (lagu "Eleanor Rigby"). lagipula dikatakan dia ga punya ambisi apa2. bagaimanapun juga orang kadang ga butuh alasan yang kudu digali dg sebegitu mendalam untuk bunuh diri, kadang sebabnya hanya karena patah hati, ga bisa bayar spp, atau menganut absurdisme.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at (5 years 2 weeks ago)

salam kenal b.heavirain.
saya udah menamatkan dunia sophie tapi filsafat bukan makanan kesukaan saya ternyata, jadi cerita tentang filsuf dl gentong itu justru lebih nempel sewaktu ditayangkan dl bentuk sketsa di acara tv horrible histories. sekadar sharing, waha.
saya mendapati gambaran yang disajikan dl cerpen ini selain dituliskan dg rapi juga konteksnya realistis banget. anak2 muda ngomongin hal2 yang filosofis, antikemapanan, dan semacam itu justru dl kemapanan mereka (atau yang diwariskan oleh orangtua mereka) dg duduk2 di kafe atau semacam itu dan mengudap makanan-minuman yang harganya puluhan ribu. bentuk yang jadinya sering sekali dipakai, saya kira, mungkin karena udah membudaya begitu (atau malah fenomena). jadi yang dikedepankan dl cerita bukan lagi adegan--apa yang tokoh itu lakukan, melainkan apa yang ia cakapkan entah dg batinnya sendiri atau dg orang lain dl ruang publik khas urban seperti itu. ironis sebetulnya. sekaligus miris. karena kita cenderung sibuk dg pikiran2 ketimbang mengalami sendiri, melakukan langsung. no action think only, mungkin istilahnya begitu. padahal pikiran tak akan berarti tanpa tindakan, bukan begitu? cmiiw.
disinggung pula soal orangtua Btari yang bercerai. ini mungkin bisa dihubung2kan dg apa yang dibicarakannya. tapi saya ga hendak membahas sejauh itu hehe.
ramaikan Kemudian lagi yuuk...

Writer rirant
rirant at (5 years 11 weeks ago)

Pesan moral yang saya tangkap dari cerita ini adalah, selalu bersyukur dan tak berlebih-lebihan.

Writer testoramo
testoramo at (5 years 11 weeks ago)

wiii, bagus ceritanya :v

Writer arjendro
arjendro at (6 years 38 weeks ago)

cerita yg bagus.

Writer jarangadus
jarangadus at (7 years 6 weeks ago)

Hemmmm...yang ini beda ya ??

Writer b.heavirain
b.heavirain at (7 years 7 weeks ago)

terima kasih atas koreksinya :)
enggak papa, kok. saya sendiri juga nyadar apa2 yg kamu maksud, hehe..