seperti anak kecil..
mungkin juga aku.
toik, adakalanya setiap orang butuh yang namanya penilaian seperti cara adi.dengan begitu kau maju selangkah dari yang seharusnya kau duga..
yaaah,meskipun ulu hati perih.
maaf, aku tidak sedang berkhutbah kali ini.tapi kita coba saja berlapang-dada terhadap segalanya..
perjuangan agar karya kita dianggap ada masih belum ada apa2nya dibanding penyair2 kita yg sebenarnya.:)
Dan bagimu Di,kau benar, kadang aku juga sedikit jengah melihat komentar kepada orang lain yang isinya tak selayak kualitas tulisannya.
Tapi Di, bukan berarti jika kualitasnya sudah tinggi sekalipun dia layak berkomentar serampangan.
kau terhadap Toik,persis terhadapku dulu.saat awal kenal..
Dan kau tahu Di, responku seperti apa?!
Hingga hasilnya : kau tunjukkan kerendahhatianmu..
itu yang ingin coba kusampaikan pada toik.
Sebab aku tahu, kau tak akan pernah lemah dengan cara seperti itu.aku tahu, karena mungkin kau sama denganku..
Tapi dalam hal lain kita pasti berbeda.:)
woi jangan sok menghakimi orang seenak perut mu kawan, kau pikir kau siapa?? pencipta kemolekan sastra?? tau apa kau tentang karya ku, setidaknya aku tidak pernah sok berkhutbah dalam karyaku...ha3333333..pangeran kodok..
masuk banget ke hati!!!
Sekalian perkenalin diri.... om3gakais3r posting teranyar:
http://kemudian.com/om3gakais3r/puisi/cinta/goresan-kecil-yang-dalam
tau apa kau ttg aku dan toik?
mungkin dia juga tidak tau
awalnya, aku hanya selalu merasa kesal melihat komentar kepada orang lain yang isinya tak selayak kualitas tulisannya
aku hanya selalu kesal dengan orang-orang yang memakai tag spiritual tapi sama sekali tak kurasakan spirit di dalam tulisannya
untungnya kau tidak...
kau sama denganku dalam tag...kehidupan
hah...
sudahlah
tau apa kau ttg syahid sementara aurat kauumbar?