Lirikkah?
Buatku masih terlalu terbuka rumah puisinya.
Pintunya tutup dulu, tapi jangan rapat.
Supaya yang baca nggak bisa langsung lihat, tapi mesti ngintip lewat celah kecil.
kiasannya kira kira begitu :)
terus nulis ya ;)
hehe, dua bait pertama, seperti memulai cerita..
sebernya smua standar aja, tapi endingnya bagus, kalimat terkahirnya bagus sekali, "sampai aku tak berbekas di dunia ini...", keren sekali....
Maaf commentnya,
mirip lirik lagu.
Bahasanya terlalu biasa.
Menurut gue, puisi itu gunanya adalah: untuk menyampaikan maksud secara tersembunyi, bukan terang terangan begini.
Jadi (lagi lagi menurut gue) bukannya tanpa maksud puisi dibuat seribet dan seindah mungkin. Cobalah pakai pengandaian (kalau bisa sejenis metafora, personifikasi, dan sebagainya itu), siapa tahu jadi bagus ;)
oh, menurut gue, dikau juga banyak buang2 kata2.
mungkin kalau dibuat begini jadi lebih enak dan misterius:
[i]"LOVE...."
Pertama kali bertemu...
Kau tuntun langkah hidup(ku)...
Ketika lihatmu...
Hati debar kencang...
Ketika dua bola mata saling pandangan...
rasa ini (se)rasa tak ter-tahan...
[/i]
Entah gimana menurutmu. yang jelas itu cuma pendapat, jadi jangan dijadikan patokan perubahan.
keep writting yaw ;)