adanya allah tidak perlu dinalar, tetapi didekati, dia akan mendekat, kita berlari dekat , allah bagaikan kilatan cahaya dekat dengan insannya, dan lebih dekat dari urat leher sang mahluknya.
maaf memberikan wejangan...... dari anak melarat didubai.
nilainya adalah 8 untuk anda mendalami tauhid allah
penggunaan idiom yang 'nyaris' konsis: ada "langkah" ada "kayuh"
"Berusaha menjejeri langkah yang kian dalam gegasmu", kayanya penggunaan kata "kian" terasa mubazir deh & mengaburkan
"Bila jeda nafasku pun tak dapat lagi mendengarnya", bukan "didengarnya" ya?
sori klo t'kesan nyinyir ya, btw lam kenal ya....
Haruskah aku berbalik membelakangi langkah?
Dan akupun semakin tak berdaya
Dua baris terakhir ini saling membunuh
Sepertinya mempunyai kemampuan untuk meninggalkan kemelut;
Tapi menyerah begitu saja
Diksi yang keren Neng
Salam persobatan Yovan Wisnu