ernestito profile

Posts

50
points
(1208 words) posted by ernestito 4 weeks 6 days ago
71.4286

Comments

Writer Valkyrie
Valkyrie at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 5 days yang lalu)

Hitungan singkat jangan dibandingkan dengan sekarang karena pada saat itu Perang Dunia I,Indonesia sendiri sebenarnya masih patut dipertanyakan kebenaran sejarahnya apa benar 350 thn dijajah. Karena ada missing link dalam sejarah bangsa kita. FYI Nazi muncul setelah efek PD I, aku rasa kau tahu soal itu.
Bukan mempermasalahkan efek bunyi Blar dan Dor, tapi kenapa harus dituliskan bunyinya? Sama seperti kenapa kita harus menuliskan "deg-degan" saat jantung berdetak sedikit lebih cepat karena gugup? kenapa tidak dijelaskan saja jantungnya berdetak lebih cepat. Seperti itu lah.
But anyway, kau penulisnya, kau Tuhan atas karya mu kok. :)
Lanjutkan si Hindia Belanda aneh ini.

Writer heinz
heinz at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 5 days yang lalu)

Jerman memang bangkit dalam waktu singkat.
Boleh diitung sis. Cuma sekitar 15 tahunan. And for that, thanks to Nazi.
Bandingin ama Indonesia yang sudah 64 tahun merdeka, eh, malah kesalip ama Thailand, Vietnam, dan f****** Malaysia.
Saya pikir tidak ada negara di dunia yang bisa bangkit dalam waktu secepat itu dan menjadi sangat digjaya selain Jerman. Memang sih banyak faktor yang mendukung kebangkitan Jerman. Salah satunya adalah lemahnya kontrol pihak sekutu. Tapi yang terutama adalah nasionalisme yang luar biasa. Walau akhirnya memang disalahartikan.

Ya, yang Hindia Belanda ini memang aneh. Tapi anggaplah si Surya ini jenius banget sementara si bapak angkatnya sayang banget ama dia.

Dan efek BLAAAAR, ehm, itulah memang bunyi mortir. Karena kalo DOR, itu bunyi pistol. Hehehe.

Writer Tom_Hirata
Tom_Hirata at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 5 days yang lalu)

Wah, hebat nih cerita sejarahnya!!
Btw, ada kok tentara asing di tubuh Nazi. Ga cuma prajurit, perwiranya pun begitu.
Ohya, sekedar buat nambah refrensi kakak bisa buka blog ini:
alifrafikkhan.blogspot.com

Isinya all about nazi. Mulai biografi Hitler, dan segalanya. Happy researching! ^^

Writer Valkyrie
Valkyrie at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 5 days yang lalu)

Hmm, aku mau mau protes dengan pernyataan bahwa Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I dapat bangkit dalam waktu yang singkat. Setelah Perang Dunia I Jerman semakin tertekan dengan adanya perjanjian-perjanjian yang dibuat seperti Perjanjian Versailles dan St.Germain. Di perjanjian Versailles Jerman benar-benar hancur dengan kewajibannya membayar rampasan perang, menyerahkan wilayah pada sekutu dan kewajiban memperkecil angkatan perang. Jadi agak aneh juga jika dibilang Jerman bisa bangkit dengan cepat dari kehancurannya,karena pada Perang Dunia I banyak negara bermasalah dengan Jerman seperti Prancis, Rusia (Uni Sovyet), Inggris yang kemudian membentuk aliansi.

Yang berikutnya aneh memang jika ada orang Hindia Belanda dari kalangan pribumi yang bisa nyangkut di Jerman. Karena sepengetahuan saya sih, Belanda sendiri sangat ketat terhadap pribumi. Jangankan disekolahkan keluar negeri,sekolah di negeri sendiri pun hanya terbatas kalangan bangsawan saja. Kalaupun ada bangsawan yang disekolahkan keluar negeri, biasanya tidak sampai keluar Belanda. Alias hanya di negeri Tulip itu saja.
Oh iya,untuk caramu menceritakan efek jatuhnya mortir dengan menggunakan penggambaran suara “ssiingg.......BLAAARR!!” itu agak mengganggu buatku. Entah yang lain, karena menurutku tiba-tiba seperti mengembalikanku ke dunia nyata saja.
Tapi, tetap semangat menulis ya :)

Writer heinz
heinz at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

Hm, menurutku juga memang aneh ada orang Indonesia yang "nyasar" ke Jerman. Rasanya dulu belum jamannya orang belajar ke luar negeri.
Tapi ya politik rasialisnya memang ga seketat itu. Kalo nonton Schlinder's list, memang orang masih bisa lolos jika dirinya masih "berperan" atau "berkarya" atau "berguna".
Salut untuk kemampuannya menulis cerita macam gini. Dan tentu saja, ditunggu kelanjutannya.

Writer ernestito
ernestito at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

terimakasih ya komentar nya! untuk penjelasan bagaimana bisa karakter utamanya terdampar di jerman akan dan detil lainnya dijelaskan di bagian 2. Memang bagian satu ini saya sengaja belum membuat detil cuma membawa pembaca aja untuk masuk ke dunia tokoh2nya ^^ detilnya nanti akan dijelaskan lewat flashback2 dan memori tokoh utamanya.

Writer ernestito
ernestito at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

145 dan Alcyon
Terimakasih buat komentarnya! untuk detil memang tidak dijelaskan secara gamblang di bagian 1 ini tapi perlahan di bagian selanjutnya. Dan mengenai tentara asing di Nazi,
berdasarkan referensi2 yang aku baca sih politik rasialis Nazi nggak seketat itu. Diakhir perang mereka malah banyak merekrut sukarelawan2 asing yang bukan ras Arya dalam unit baru dibawah komando SS, ada ras India, Muslim,Slavia Afrika, bahkan Asia di dalamnya

Writer panah hujan
panah hujan at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

Mmmh, tapi bukannya ada beberapa universitas di Jerman yang dikuasai NAZI ketika itu?
Seperti kata Alcyon, bagaimana bisa pribumi kita ini bertahan hidup dengan warna kulit dan rambutnya yang asli Batavia? Belum dijelaskan, di universitas manakah sang tokoh utama berkuliah? Jerman Barat apa Jerman Timur? Kamp konsentrasi manakah yang dimaksud? Auschwitz atau di mana?
Rasa-rasanya, politisi, musisi, matematikawan, fisikawan, siapapun tidak bisa lolos kalau sudah dianggap 'cacat', kan?
Kayaknya bakal banyak aksi, ya. Hmmm. Omong-omong, alur ceritanya bakal diarahin ke mana, nih?

Writer 145
145 at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

Untuk tema sejarah, detilnya masih agak kurang, waktu, tempat, nama regu pun rasanya tak masalah kalau disebutkan.
-
@alcyon: Hmm sebenarnya Nazi gak rasis-rasis amat sih, ada kesatuan-kesatuan yang anggotanya bukan orang jerman.

Writer alcyon
alcyon at Auf Wiedersehen (Bagian 1) (4 weeks 6 days yang lalu)

keren! mantap! aku suka ini!
....
cuman satu yang aneh :

Nazi dibawah Fuehrer menjalankan politik rasis yang amat ketat, siapapun yang tidak berdarah Arya murni akan di-kamp konsentrasikan, tidak peduli siapapun itu dan apapun kedudukannya semua akan berakhir di kamar gas. Jadi melihat sang tokoh adalah pria pribumi berkulit sawo matang dan berambut gelap, apakah mungkin dia bisa selamat dari politik rasialis itu?