F_Griffin profile

Posts

127
points
(408 words) posted by F_Griffin 2 years 11 weeks ago
79.375
Tags: Cerita | cinta | Cemburu | Cinta | Griffin
76
points
(1554 words) posted by F_Griffin 2 years 28 weeks ago
69.0909
Tags: Cerita | drama | Cinta | Griffin | Kelekatu
112
points
(1557 words) posted by F_Griffin 2 years 28 weeks ago
80
Tags: Cerita | drama | Cinta | Griffin | Kelekatu
59
points
(631 words) posted by F_Griffin 2 years 28 weeks ago
73.75
Tags: Cerita | drama | Cinta | Griffin | Kelekatu
89
points
(795 words) posted by F_Griffin 2 years 29 weeks ago
68.4615
Tags: Cerita | cinta | Griffin

Comments

Writer januari
januari at (5 weeks 16 hours ago)

sudaaaaah cukup lama anda mengirim karya ini....
Aku katakan.....karya seperti ini, cukup tergolong memiliki alur artistik.
terima kasiiiih
see youuuuuu................

Writer karangterjal
karangterjal at (33 weeks 4 days ago)

saya sangat suka alurnya... cantik...

Writer cat
cat at (33 weeks 5 days ago)

nanggung ui di akhir he5 .. jd pengen nambah .. warung kalee.
ceritanya mengalir, perasaan cemas dari yg baru sangat terasa.
hanya saja perasaan tenang pd akhir cerita kurang tersampaikan yach (*menurutku -- sok tau ah)

practice makes perfect

Writer alif fatahillah
alif fatahillah at (33 weeks 5 days ago)

keren. enak bgt dibaca.

Writer santorini.girl
santorini.girl at (1 year 10 weeks ago)

parfait!! Aku pengen banget bisa nulis kayak gini...

Writer jayhawkerz
jayhawkerz at (1 year 12 weeks ago)
Writer F_Griffin
F_Griffin at (1 year 12 weeks ago)

Terimakasih atas kritik atas petilan cerita ini.
1. Saya tidak yakin apakah cerita ini bisa dinilai sebagai "Tirani" terlalu dini karena sesungguhnya ia hanyalah fragment dari rangkaian yang lebih besar lagi. Di ruang Kemudian.com ia memiliki beberapa kawan selahiran, diambil secara acak dari sebuah rangkaian, kesemuanya diunggah dengan kata kunci "Kelekatu".
2. Sejujurnya saya sempat agak bingung, "nggak" yang mana yang dimaksud karena cerita ini sudah lama sekali tidak saya baca lagi. Setahun lebih yang lalu saya unggah ke Kemudian.com, dan lebih lama lagi dari itu ia sudah lepas dari kepala saya melalui jari menjadi bentuk teks digital. Saya sudah lupa penempatan kosakatanya secara detil dan terperinci. Ternyata, setelah saya tilik lagi, semua "nggak" yang tidak ditulis miring telah berada dalam tanda petik, bagian dari dialog karakter. Selain itu, seakrab Adrian pada Nina (juga sebaliknya), jika dipaksakan menggunakan kata "tidak" pada saat mereka berdua bercakap, rasanya kaku betul.
3. Jika kosakata yang dipermasalahkan adalah dalam paragraf ini:
"Nina merasa canggung bergerak, canggung bernafas. Seluruh badannya seperti mati rasa. Dalam kepalanya ada badai pertanyaan, tapi sepertinya badai itu memutuskan sambungan komunikasi dengan lidah dan mulutnya, sehingga tak satupun pertanyaan itu sampai terlontar ke udara."
Analogi satu paragraf tersebut, dibaca utuh, adalah gangguan cuaca yang bisa membuat rusaknya peralatan komunikasi elektronik. Saya tidak merasa "badai" dalam kasus ini, menjadi tidak pantas ditempatkan di sana untuk menggambarkan kacaunya isi pikiran Nina. Ataupun, bahwa penggunaan analogi ini (dengan konsekuensi penggunaan kosakata 'badai') adalah bukti sah atas kemiskinan imajinasi dan kosakata saya.
4. Terpeleset antara "Kau" dan "Kamu" memang menjadi salah satu dari sekian kecemasan saya saat berusaha menyunting ulang teks. Sejauh ini saya selalu berusaha menyeragamkan penggunaan istilah sebutan ini sepanjang teks, tetapi dalam kasus ini saya tidak punya alasan selain bahwa: (4.1). 'Kau' yang dimaksud berada di luar tanda petik. Ia merupakan bagian dari narasi tetapi juga tidak, karena sesungguhnya ia adalah isi pikiran Nina. Sesuatu yang tidak terucap. Karenanya ia dituliskan miring. dan (4.2). Perbedaan istilah yang muncul dalam petilan ini tidak mengganggu jeda, ritme, dan narasi cerita.

Terima kasih sekali lagi atas pengamatan yang sudah dipaparkan atas 'Janji Laki-laki...'
:)

Writer azura7
azura7 at (1 year 15 weeks ago)

Terlalu tirani. Tak ada ruang berfikir setelah membaca kecuali kejadian dalam tulisan dan perasaannya. Jika bentuk tulisannya potret atau sebagian memoar ini sangat tepat. Sayangnya judul cerita lepas dari itu. Apalagi pilihan kata 'Harus', 'Janji'

Kekuatan percakapan juga masih prematur dan terlalu monoton. Kalau EYD jadi prioritas, kenapa masih ada kata seperti 'nggak' tanpa pemiringan, setidaknya pemilahan.

Perbendaharaan kata masih minim. Penggunaan perasaan seperti contoh 'sakit', terlihat masih miskin. Lihat ketika membahasakan masalah. Sepertinya bahasa untuk itu hanya ada 'Badai'. Padahal pilihan masih terlalu luas. Tak ada salahnya memperkaya.

Yang sering terpeleset untuk semua penulis Indonesia adalah, penggunaan kata 'Kamu' dan 'Kau'. "Kamu mencintainya?" sementara di tempat lain, Kau luka, Adrian?

Lalu... Keep Writing.

Writer KD
KD at (1 year 16 weeks ago)

hmmm

Writer dialian
dialian at (1 year 18 weeks ago)

Bagaimana Cara Menghentikan Cinta nya?