icchan chan,
hehe... emangnya kalo kita julingin mata, huruf2 kuno di buku bisa jadi keliatan lebih jelas ya?
.
eniwei, saya gak komentar mengenai konsep dunianya. saya percaya kamu punya konsep bagus di sana. yang lebih penting nanti sebenarnya gimana caranya supaya semua konsep itu bisa masuk (dan benar2 terasa penting) dalam cerita, jadi tidak hanya terasa sebagai informasi belaka. dan jika memang konsep tersebut nanti bisa langsung masuk ke dalam cerita, bisa jadi prolog yg isinya adalah ttg konsep pun mungkin nanti tidak terlalu dibutuhkan.
.
jadi pertanyaan saya mungkin lebih ke: sebenarnya si tokoh aku saat bercerita itu sedang bicara kepada siapa ya? di awal dia menyebut 'kamu', lalu di akhir di menyebut 'bicara terus', jadi apakah berarti dia sedang berbicara kpd pembaca? sedang mendongeng?
.
jika dia memang sedang mendongeng, maka perlu diperjelas, dalam persepsi si 'aku' itu dia sedang mendongeng kepada siapa, dan kenapa dia melakukan itu.
.
eniwei lagi, good work. :-)
Settingnya dong diceritain, biar ngebayanginnya lebih gampang gitu.. :)
icchan chan,
hehe... emangnya kalo kita julingin mata, huruf2 kuno di buku bisa jadi keliatan lebih jelas ya?
.
eniwei, saya gak komentar mengenai konsep dunianya. saya percaya kamu punya konsep bagus di sana. yang lebih penting nanti sebenarnya gimana caranya supaya semua konsep itu bisa masuk (dan benar2 terasa penting) dalam cerita, jadi tidak hanya terasa sebagai informasi belaka. dan jika memang konsep tersebut nanti bisa langsung masuk ke dalam cerita, bisa jadi prolog yg isinya adalah ttg konsep pun mungkin nanti tidak terlalu dibutuhkan.
.
jadi pertanyaan saya mungkin lebih ke: sebenarnya si tokoh aku saat bercerita itu sedang bicara kepada siapa ya? di awal dia menyebut 'kamu', lalu di akhir di menyebut 'bicara terus', jadi apakah berarti dia sedang berbicara kpd pembaca? sedang mendongeng?
.
jika dia memang sedang mendongeng, maka perlu diperjelas, dalam persepsi si 'aku' itu dia sedang mendongeng kepada siapa, dan kenapa dia melakukan itu.
.
eniwei lagi, good work. :-)
Tauk nih, penulisnya payah. kerja setengah-setengah ....
kemana lanjotannya...
tenang. segala sesuatu ada saatnya. untuk saat ini segitu aja dulu.
ah sok kitu, ayo atuh ngomong aja jgn malu-malu. biar saya bisa menjadi lebih baik, demi masa depan yang cerah *halah
...Hm, entah ya. Aduh, tapi aku enggak enak ngomong alasannya. Lanjutin aja dulu deh. Seenggaknya kayaknya kamu udah punya alur yang menarik.
hihihihi ^^;
wkwkwkwkaaa!!!
ED! XD