Pengulangan kata: PANDANGAN-PANDANGAN MATA-MATA itu mengganggu sekali. Mengapa bukan PANDANGAN MATA mereka? Kata "mereka" itu sudah menunjukkan JAMAK atau jumlahnya banyak, jadi untuk apa ada pengulangan terlalu banyak? Artinya sama kok, yang memandang ke arah Anda lebih dari sepasang mata yang dimiliki satu orang!! :)
Sedikit KOREKSI untuk kalimat: "Maka orang-orang akan menatap ke arahku dengan TELUNJUK-TELUNJUK mereka." hehehe...Jujur, baru kali ini aku membaca artikel, cerita pendek yang menyatakan bahwa TELUNJUK-TELUNJUK MANUSIA BISA MENATAP ke arah yang tepat. hehehehe...Kata "MENATAP" itu berarti MELIHAT DENGAN SEKSAMA, telunjuk kita bisa melakukannya? heehehe...Kalau demikian, untuk apa kita punya HATI NURANI atau MATA HATI jika TELUNJUK kita bisa menggantikan fungsinya?! :)
Kita MENULIS untuk dibaca orang lain, 'kan? Jika ini adalah puisi, saya menerimanya. Tetapi jika ini adalah kalimat biasa yang dirangkai dalam satu cerita, tentunya Anda ingin pembacanya mengerti maksud Anda. Jujur, kalimat di bawah ini membingungkan saya:
"Maka orang-orang akan menatap ke arahku dengan telunjuk-telunjuk mereka. Dan mereka menunjuk ke arahku dengan pandangan-pandangan mata-mata mereka."
wahhhh,..bener2 bagus. Saat kita mencoba menolak diri kita dan berlagak seperti orang lain.
Manusia memang suka sekali memakai topeng, padahal mereka semakin tidak mengenali diri mereka sendiri.
Aku terkesima dengan ending yang kau hadirkan, Pak Moes. Umh, tidak mengenali keduanya? Oh, wow wow wow. Saking terlarutnya pada kesemuan topeng dan betapa tidak beraninya ia menatap wajahnya di cermin selama ini. Umh, manusia harus belajar dari kesalahan, meski begitu.
Mencoba mencari mimpi, sekedar melukis pelangi, memaknai imaji.
About Me
Aku hanyalah pemulung kata, yang melangkah sepanjang jalan kehidupan. Aku mencari penggalan-penggalan paragraf, serpihan-serpihan kalimat, juga butiran-butiran kata. Aku kumpulkan mereka dalam wadah imaji, kudaur ulang dengan campuran ilusi, khayalan dan angan, juga setetes harapan. Lalu kurangkai mereka satu demi satu, mencipta puisi-puisi, atau sajak-sajak atau sekedar legenda-legenda fiksi.
salam kenal
keren
Pengulangan kata: PANDANGAN-PANDANGAN MATA-MATA itu mengganggu sekali. Mengapa bukan PANDANGAN MATA mereka? Kata "mereka" itu sudah menunjukkan JAMAK atau jumlahnya banyak, jadi untuk apa ada pengulangan terlalu banyak? Artinya sama kok, yang memandang ke arah Anda lebih dari sepasang mata yang dimiliki satu orang!! :)
Sedikit KOREKSI untuk kalimat: "Maka orang-orang akan menatap ke arahku dengan TELUNJUK-TELUNJUK mereka." hehehe...Jujur, baru kali ini aku membaca artikel, cerita pendek yang menyatakan bahwa TELUNJUK-TELUNJUK MANUSIA BISA MENATAP ke arah yang tepat. hehehehe...Kata "MENATAP" itu berarti MELIHAT DENGAN SEKSAMA, telunjuk kita bisa melakukannya? heehehe...Kalau demikian, untuk apa kita punya HATI NURANI atau MATA HATI jika TELUNJUK kita bisa menggantikan fungsinya?! :)
Kita MENULIS untuk dibaca orang lain, 'kan? Jika ini adalah puisi, saya menerimanya. Tetapi jika ini adalah kalimat biasa yang dirangkai dalam satu cerita, tentunya Anda ingin pembacanya mengerti maksud Anda. Jujur, kalimat di bawah ini membingungkan saya:
"Maka orang-orang akan menatap ke arahku dengan telunjuk-telunjuk mereka. Dan mereka menunjuk ke arahku dengan pandangan-pandangan mata-mata mereka."
saya sedang tidak hendak paham -_-
wahhhh,..bener2 bagus. Saat kita mencoba menolak diri kita dan berlagak seperti orang lain.
Manusia memang suka sekali memakai topeng, padahal mereka semakin tidak mengenali diri mereka sendiri.
Ah demi Tuhan, sudah setahun lebih.
:)
Aku terkesima dengan ending yang kau hadirkan, Pak Moes. Umh, tidak mengenali keduanya? Oh, wow wow wow. Saking terlarutnya pada kesemuan topeng dan betapa tidak beraninya ia menatap wajahnya di cermin selama ini. Umh, manusia harus belajar dari kesalahan, meski begitu.
wow... abstrak namun menawan...
like this..
ko kaya di di novel Supernovanya Dewi Lestari yang judulnya "Akar" yah?? si Elektra..