sepengetahuan saia, "tau" itu gak ada artinya dalam Bahasa Indonesia, nacha.
dan "tahu" bukan lebih baku dari "tau", tetapi memang "tahu"-lah bentuk yang sebenarnya.
tapi, jika dirimu mengatakan soal lebih sreg, itu bisa saia maklumi. tetapi yg fanatik dengan EyD, saia pikir akan keberatan. Toh ketika "tahu" digunakan sesuai konteksnya, pembaca juga akan membacanya sesuai arti yg dimaksudkan.
ehm, emang sih lebih "tahu" itu lebih baku dari "tau",, cuma kayaknya lebih sreg pake "tau" aja, lebih familiar kedengerannya, hehehe... but thx 4 d suggestion... :DD
bagus
Aih nachaaa...!
Cinta t'lah meluluhkanmu :D
luruh karena getaran atau karena rasa cinta?
salam
wyde
sepengetahuan saia, "tau" itu gak ada artinya dalam Bahasa Indonesia, nacha.
dan "tahu" bukan lebih baku dari "tau", tetapi memang "tahu"-lah bentuk yang sebenarnya.
tapi, jika dirimu mengatakan soal lebih sreg, itu bisa saia maklumi. tetapi yg fanatik dengan EyD, saia pikir akan keberatan. Toh ketika "tahu" digunakan sesuai konteksnya, pembaca juga akan membacanya sesuai arti yg dimaksudkan.
salam
thx kodok.. :DD
ehm, emang sih lebih "tahu" itu lebih baku dari "tau",, cuma kayaknya lebih sreg pake "tau" aja, lebih familiar kedengerannya, hehehe... but thx 4 d suggestion... :DD
arah disini maksud saya dari segala aspek kehidupan, spiritual, mental, fisik, dll.. :D
maksudnya arah-arah itu, budaya yang ada di dunia ini y? kaya
timur tuh maksudnya jepang, korea cina. bener ga?
cinta bersumber dari fitrah & kata hati tak dpt dipungkiri..
yg jadi pertanyaan saia setelah membaca ini, dari sisi redaksi : kenapa menggunakan "tau" pada kutau? bukankah yg baku itu adalah "tahu"?
kedua adalah kenapa memilih diksi "tlah" daripada "telah"?
kip nulis :)
salam dan mari mampir jika berkenan
ahak hak hak