hey kamu. kamu belom dapat buku puisiku yah? isinya ga usah dibaca, tapi kata pengantarnya doooong.
buku itu memang ramai, tapi mampu membuat hening tersendiri. hohoho...
ah fany saya akan selalu berkenan dengan kritik atau saran.
setiap pembaca punya hak menilai, dan setiap penulis punya hak menjawab... tentu saja dalam koridor saling mengisi...
bukan dalam koridor bahwa itu benar atau salah ...
tengkyu fany
disini:
"tapi, bukan sepi tanpa detik bernyanyi
tanpa teriakan kenang yang pilu"
ak kurang dapet feel ny. jd rancu kurasa.
maap kalo tdk brkenan.
salam^^
Salam,
aku merasakan begitu mengalir, runut dan liris menyelubungi keseluruhan karya ini..dan dirimu seolah begitu ringan mengguratkannya...sungguh keindahan dalam karyamu
:)
salam,
hey kamu. kamu belom dapat buku puisiku yah? isinya ga usah dibaca, tapi kata pengantarnya doooong.
buku itu memang ramai, tapi mampu membuat hening tersendiri. hohoho...
aku suka
^_____^ Love it!
Hmmmm..... hening yang jatuh pada ranting-ranting waktu, syahdu....
ah fany saya akan selalu berkenan dengan kritik atau saran.
setiap pembaca punya hak menilai, dan setiap penulis punya hak menjawab... tentu saja dalam koridor saling mengisi...
bukan dalam koridor bahwa itu benar atau salah ...
tengkyu fany
disini:
"tapi, bukan sepi tanpa detik bernyanyi
tanpa teriakan kenang yang pilu"
ak kurang dapet feel ny. jd rancu kurasa.
maap kalo tdk brkenan.
salam^^
Bagus....:D
Salam,
aku merasakan begitu mengalir, runut dan liris menyelubungi keseluruhan karya ini..dan dirimu seolah begitu ringan mengguratkannya...sungguh keindahan dalam karyamu
:)
salam,
Salam,
permainan kata yang sangat indah, malarikkan bait-bait puitis...begitu indah, liris...dengan goresan yang begitu mengalir
:)
Salam,
rindumu kawan yang tak pernah tertuntaskan dalam bait2 puisi hingga rindu menjadi ungu disiram gerimis sore ini, salam kenal