ratihcahaya : Comments

Writer CayCuy
CayCuy at (5 years 31 weeks ago)

Keren, langsung masuk dalam hati... Jd punya insfirasi buat nulis..

Writer ahmadsaktia
ahmadsaktia at (5 years 37 weeks ago)

Saya dapat inspirasi. :D

Writer Shinichi
Shinichi at (5 years 39 weeks ago)

ummm...

saya nemu kalimat ini >> Otaknya seperti berpikir keras. rasanya agak aneh. memang siy bagian tubuh manusia yang berpikir itu memang otak. tapi menyebutkannya, dalam kasus pov orang ketiga begini, agak aneh di pembacaan saya :D akan lebih oke rasanya bila yang tampak berpikir keras itu tokohnya. meski pov orang ketiga (yang biasanya tau segalanya), menyebutkan "situasi" seperti itu rasanya kurang oke. lagipula di sana kalimat itu menggunakan kata "seperti" yang mana, implementasi begitu "wajarnya" terlihat pada tokoh, bukan pada salah satu bagian tubuhnya. apalagi ini organ dalam :D tapi itulah itu.

lalu ada kalimat ini >> Matanya menerawang 360 derajat. itu satu putaran penuh lho. saya nggak bisa mengimajinasikannya. kira-kira maksudnya matanya muter gitu? :) trus ada typo pada kata "barus" yang pastinya maksudnya "baru". ehehehe.

selanjutnya ada bunyi "toktoktok!" yang disebut sebagai gedoran keras. saya kira pilihan penjelas begini agak sulit. gedor, menggedor ini keras lho. udah serasa memukul pintu. jadi "suara" yang dihasilkannya agak kurang tepat bila berbunyi toktoktok begitu :D

saya juga menemukan kata berimbuhan "mempesona". kata EyD, kata dasar berawalan 'p' akan luluh bila dilekatkan pada imbuhan mem-. beberapa kali saya lihat bentuknya jadi memesona, memengaruhi, memulangkan, memasung, dll :)

saya komentarin isi cerita deh :D overall, cerita ini punya penuturan yang udah oke. tinggal gregetnya yang kurang menurut saya. rasanya nggak ada klimaksnya gitu. kesannya datar dari awal hingga akhir cerita. selanjutnya adalah saya cenderung kurang menikmati dialog antar tokoh, meski rasanya komposisinya udah oke dengan narasi. kurang oke maksud saya ini mungkin karena tokoh Delia yang tiba-tiba saja menanyakan soal "mimpi" pada tokoh Hakim. rasanya kurang mulus saja kenapa dia bertanya hal itu di awal obrolan. okelah kalo Delia suka nulis puisi, tapi dalam kasus memulai obrolan dengan orang asing, rasanya Delia nggak alami. kurang natural aja rasanya. (gimana siy baru ngobrol, lalu nanya lawan bicara soal mimpi). saya pikir akan jadi lebih oke semisal mereka sudah beberapa kali bertemu (terlibat dalam percakapan normal). lalu keduanya ngobrolin hal semacam mimpi itu, dengan dipicu sesuatu. contohnya ya puisi milik Delia, misalnya. jadi lebih beralasan. ada aksi-reaksi begitu.

terus, cerita ini seperti angin lalu. meski dibagi dalam beberapa bagian, saya kesulitan membedakan perpindahan (terutama) waktu. kesannya keduanya masih dalam masa yang sama dari awal sampai akhir cerita. itu aja deh :D

btw, saya hanya mencoba mengapresiasi. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. kip nulis. ahak hak hak.

salam

P.S.
saya nggak paham kenapa penulisnya membuat judul begitu. kenapa ruang dan rindu ditulis dalam huruf besar, sementara dua kata lain menggunakan format normal. saya rasa, bila untuk mengutamakan kedua kata itu, lebih oke (dan tentu saja sesuai aturan penulisan judul) disampaikan melalui cerita saja :)

Writer haruo_damon
haruo_damon at (6 years 29 weeks ago)

10! karena karya anda telah menghangatkan perasaan saya malam ini ketika hujan deras.

Writer herjuno
herjuno at (6 years 31 weeks ago)

Ketika saya membaca cerita ini, ada satu hal yang saya rasakan mengganjal. Akhirnya saya tahu apa perasaan itu. Atau lebih tepat disebut harapan, sebenarnya. Yup, gaya bercerita dikau seolah memunculkan harapan bagi saya (pembaca) dan ketika harapan itu akhirnya terpenuhi, saya merasa puas.
.
Simpel, tapi apik. Memang, konklusi dan endingnya terlalu tiba-tiba dan seujug-ujug, tapi sudahlah, haha.

Writer ratihcahaya
ratihcahaya at (6 years 31 weeks ago)

thanks yang sudah baca, cerita ini sebenarnya untuk latihan menulis cerpen lagi setelah lama ga nulis, hehe

Writer geneveva_hani
geneveva_hani at (6 years 31 weeks ago)

aku juga suka hujan...

Salam,

Writer pratama_fariz
pratama_fariz at (6 years 31 weeks ago)

10 point! Sudah angkat tangan kalau sudah mengambil topik hujan. Aku juga suka hujan :)

Writer muras
muras at (6 years 31 weeks ago)

waktu remaja dulu aku gemar cerita2 seperti ini. Tapi setelah kesini (tambah umur) ngerasa klise. salam kenal :)

Writer 14insa
14insa at (6 years 31 weeks ago)

konsepnya udah sering digunakan, tetapi tetap saja >.<