membaca puisi ini kita seperti dihadapkan pada padang gurun..tandus kering dan menyakitkan hati dan pikiran..pilihan katnya memang gamblang tp sepertinya unsur estetika tidak mendapt tempat dlm puisi ini..puisi adalh akrya seni dan estetika adalh roh seni..jasi puisi tanpa estetika adalah semu...
ow
bagus ya
no coment !!
sebuah perenungan dialog
mendendam pada kengerian yang
terobsesi keasaan yang amat kuat, sip sip !
turun nih ritmisnya
Maju terus pantang mundur!
membaca puisi ini kita seperti dihadapkan pada padang gurun..tandus kering dan menyakitkan hati dan pikiran..pilihan katnya memang gamblang tp sepertinya unsur estetika tidak mendapt tempat dlm puisi ini..puisi adalh akrya seni dan estetika adalh roh seni..jasi puisi tanpa estetika adalah semu...
sebetulnya dosa tak memiliki warna
hanya memiliki ....
apa yang kita rasa...
ehm, asmaradana....
jd ikutan membaur saya.