Thanks ya buat comments kalian, they are very precious...=).Oh ya sekalian jawab sedikit pertanyaannya disini.
Mengenai detil lokasi, itu emang asli di Lueneburg, North Germany. Terus mengenai aku kamu dan saya anda, dalam bahasa Jerman ada dua jenis percakapan dg tingkatan kesopanan dan kapan kita menggunakannya,seperti ich und du= aku dan kamu, ini untuk yang sudah kenal dan sudah akrab, sedangkan ich und Sind= Saya dan Anda, ini jauh lebih sopan, mungkin dalam kasus ini untuk yang baru ketemu. Makanya pas Lila dan Dennis sudah tahu nama masing2, mereka langsung berubah dari Ich, du, ke Ich, Sind, tapi disini saya translate jadi pakai bahasa Indonesia, begitchu, hehehe.
Dan cerita ini ga dibikin ngegantung kok, pada akhirnya Lila memutuskan untuk pulang ke Indonesia, karena sudah dapat jawabannya saat itu juga.
Dan foto itu ga dibuat timbul hihihi aneh-aneh aja deh,hehehee. Sebenrnya Dennis ga butuh hasilnya seperti apa, yang penting obsesi Petra terwujud, gichu aja, okay? heehhe
Alur cerita yang flashback namun tetap jelas. Gambaran emosi yg kental. Aq suka deskripsi "serpihan remah2 rotinya." Emang gitu orng kalo lg emosi ya? Tadinya aq pikir endingnya, si "Aku" jadian sama cowok kamera itu. Tp tnyata tidak. Sengaja dibuat ngegantung ya Runi?
Tapi cerita ini punya kesan tsendiri. Ada feelingnya.
Kalo sempet, pls kritiknya donk Run, ceritaku: "Aku Jatuh Cinta?" TQ.
Terakhirnya bagus....Kunjungi tempat'ku jg yahh^^
ide cerita ok, dan gaya bahasamu enak diikuti.
salam kenal
fe
febriannugroho.blogspot.com
wuich bwgus nech
ada sedikit gombal
tapi bersih memang
nikung-nikung dikit
seep !
oke2. tapi masi agak kaya cerita sinetron.
Sebenarnya aku suka dengan cara penceritaan yang begini, tapi kayaknya agak kurang menggigit ya???
Hehe aku suka endingnya. But whats wrong with white roses? aku suka :) emm detail kotanya mgkn bs diperjelas lg somehow
asyik kok, ada penulis indonesia bisa bikin cerita dgn tokoh2 italiano di amrik gitu.
keren degh ceritanya..so sweet...cowoknya lucu..
Thanks ya buat comments kalian, they are very precious...=).Oh ya sekalian jawab sedikit pertanyaannya disini.
Mengenai detil lokasi, itu emang asli di Lueneburg, North Germany. Terus mengenai aku kamu dan saya anda, dalam bahasa Jerman ada dua jenis percakapan dg tingkatan kesopanan dan kapan kita menggunakannya,seperti ich und du= aku dan kamu, ini untuk yang sudah kenal dan sudah akrab, sedangkan ich und Sind= Saya dan Anda, ini jauh lebih sopan, mungkin dalam kasus ini untuk yang baru ketemu. Makanya pas Lila dan Dennis sudah tahu nama masing2, mereka langsung berubah dari Ich, du, ke Ich, Sind, tapi disini saya translate jadi pakai bahasa Indonesia, begitchu, hehehe.
Dan cerita ini ga dibikin ngegantung kok, pada akhirnya Lila memutuskan untuk pulang ke Indonesia, karena sudah dapat jawabannya saat itu juga.
Dan foto itu ga dibuat timbul hihihi aneh-aneh aja deh,hehehee. Sebenrnya Dennis ga butuh hasilnya seperti apa, yang penting obsesi Petra terwujud, gichu aja, okay? heehhe
Thanks ya all!!
Runi
Alur cerita yang flashback namun tetap jelas. Gambaran emosi yg kental. Aq suka deskripsi "serpihan remah2 rotinya." Emang gitu orng kalo lg emosi ya? Tadinya aq pikir endingnya, si "Aku" jadian sama cowok kamera itu. Tp tnyata tidak. Sengaja dibuat ngegantung ya Runi?
Tapi cerita ini punya kesan tsendiri. Ada feelingnya.
Kalo sempet, pls kritiknya donk Run, ceritaku: "Aku Jatuh Cinta?" TQ.