Sajak merah jambu memang kerap dikenang, tapi hanya cahaya yang tahu semua. Tetaplah semangat dan tetaplah berkarya. Harimu akan lebih baik dari sekarang...
nice!..tapi aku lebih seneng kamu bilang 'kalian belum dewasa', dibanding 'kita...' ato 'mereka', meski aku biasa mikir agak pnjang juga kalo mau nulis ky gitu.
puisinya menarik nih
sayangnya ada kesalahan EYD yang luput oleh penyairnya...
"Keningpu" pun-nya kan ahrusnya pisah
"dimripat" juga salah, udah dikoreksi sama Luna di atas..
"takluq" Takluk
Bener kata mas Irwan, aku setuju... tapi yang namanya ciri, harus dibuat apalagi....:) tetaplah semangat, tetaplah berkarya dan jadilah dirimu sendiri.
:)
Ak suka tanda pentungny
perempuan pada titiknya selalu menjelma istana pasir yang khawatir kalau-kalau ombak tiba-tiba menerjang terlalu dini,
wah ada kisah 'anti-klimaks' rupanya, seperti kisah cinta prambanan yang monumen itu...
Sajak merah jambu memang kerap dikenang, tapi hanya cahaya yang tahu semua. Tetaplah semangat dan tetaplah berkarya. Harimu akan lebih baik dari sekarang...
di bagian ke 2 rasanya terlalu dipaksakan komen juga ya http://www.kemudian.com/node/231159
barus ekali ke prambanan, eh ini serasa disana lagi...
makasie kmaren di invite buat kopdar...
salam sastra...
jadi pengen nengok prambanan neh sekali sekali (lagi...??)
nice!..tapi aku lebih seneng kamu bilang 'kalian belum dewasa', dibanding 'kita...' ato 'mereka', meski aku biasa mikir agak pnjang juga kalo mau nulis ky gitu.
Bener kata mas Irwan, aku setuju... tapi yang namanya ciri, harus dibuat apalagi....:) tetaplah semangat, tetaplah berkarya dan jadilah dirimu sendiri.