untung saya bukan perempuan berhati api..hehe
segitunya kah perempuan dimatamu?
jangan gampang terbawa emosi..
puisi bagus..emosinya dapet, tapi setuju dengan buayadayat. ih tapi bagus kok..
lho kok sy bingung..??!! hehe..
"keep writing"
Perempuan itu hanya sebuah bayang dari segenap imajinasimu tuk memilikinya. Perempuan itu hanya hasil racikan perasaan-perasaanmu yang tak pernah bisa dimengerti. Perempuan itu hanya ada dalam mimpimu setelah kau lama berkhayal, tapi perempuan itu bisa memberimu seberkas cahya yang menyibakkan tirai alam pikirmu. Dan perempuan itu bisa membukakan hatimu untuk menerima kehadirannya di alam nyata...
waduh,, sy ngos2an,, ^^
iyaa, hmpir senada sm buayadayat, puisi ini sarat emosi, tp masih bisa diolah lagi, sehingga yg keluar tak sekedar berapi-api, tp juga kata2 yg puitis-berapi2..
*nah lho?!*
puisi yang terburu emosi, hingga kata yg keluar tak sadar diulang-ulang padahal bermakna sama.. tanda seru pun kauulang seakan pembaca belum ngeh dengan pilihan katamu yg telanjang itu kawan..
ada baiknya emosi itu kau endap dulu di hati, rendam dengan kosa kata tak basi, niscaya yg keluar lebih menohok dari sekedar lugas dan telanjang macam ini..
untung saya bukan perempuan berhati api..hehe
segitunya kah perempuan dimatamu?
jangan gampang terbawa emosi..
puisi bagus..emosinya dapet, tapi setuju dengan buayadayat. ih tapi bagus kok..
lho kok sy bingung..??!! hehe..
"keep writing"
Lha kok dihapus?? Sayang lo??
Kalau kau masih ingat (atau punya draft/saveannya), aku berharap dipajang lagi.....
Perempuan itu hanya sebuah bayang dari segenap imajinasimu tuk memilikinya. Perempuan itu hanya hasil racikan perasaan-perasaanmu yang tak pernah bisa dimengerti. Perempuan itu hanya ada dalam mimpimu setelah kau lama berkhayal, tapi perempuan itu bisa memberimu seberkas cahya yang menyibakkan tirai alam pikirmu. Dan perempuan itu bisa membukakan hatimu untuk menerima kehadirannya di alam nyata...
h.he.he kirain posting dua kali makanya dihapus...
persepsi orang tentang puisi bisa beda-beda kok.
santai saja. it's urs and theirs
saat menulisnya, puisi punya kita
saat mempublishnya, puisi punya pembaca...
mereka punya imaji, biarkan saja...
love
-----------
cheers!
menurut om gpp.
malah biar kamu bisa tahu dari pendapat temen kemudianers disini. jika ada salah atau apa.
salam.
mampir ke tempat om.
ada api...api..api!!
1.( berkaitan dengan tanya panah hujan "kau laki2?" : karena jika wanita benci wanita maka biasanya karena cemburu.....maka om kira : shafira wanita.
2.tetapi jika kamu laki-laki : kamu disakiti habis-habisan oleh wanita dalam puisi ini.
3.setuju ama abang buayadayat :
diendapkan dulu emosinya.
kau laki2?
kenapa demikian membenci wanita?
?
waduh,, sy ngos2an,, ^^
iyaa, hmpir senada sm buayadayat, puisi ini sarat emosi, tp masih bisa diolah lagi, sehingga yg keluar tak sekedar berapi-api, tp juga kata2 yg puitis-berapi2..
*nah lho?!*
;)
semangat!
puisi yang terburu emosi, hingga kata yg keluar tak sadar diulang-ulang padahal bermakna sama.. tanda seru pun kauulang seakan pembaca belum ngeh dengan pilihan katamu yg telanjang itu kawan..
ada baiknya emosi itu kau endap dulu di hati, rendam dengan kosa kata tak basi, niscaya yg keluar lebih menohok dari sekedar lugas dan telanjang macam ini..
Safira... wah perempuan mana yg sedang berhati api... Siram air dech Fira... biar cepat padam :) bagus nich...