^^salam kenal.
Endingnya rada mengejutkan. Tapi rada simple juga. Berubah pikiran dalam semalam, tanpa perdebatan spiritual yang berarti. Mungkin jika isi mimpi itu tidak disampaikan hanya lewat sebuah kalimat batin, mungkin dengan pendiskripsian ala puisi pendek yang penuh isi, mungkin cerita ini akan memiliki nilai yang lebih.
^^
[quote=Villam]tedjo, kuasumsikan dirimu sedang bereksperimen menggunakan gaya bahasa dengan kalimat terpatah-patah seperti ini, yang cukup menarik jika digunakan secukupnya, tapi mendekati kemonotonan jika dipaksakan untuk dilakukan sepanjang cerita.
aku juga bertanya2 kenapa cerita dibuka dengan dua paragraf awal berPOV orang ketiga terbatas milik Ridho, sementara dari paragraf ketiga sampai akhir sebenarnya ini adalah cerita milik Sukur, dan disampaikan melalui POV milik Sukur (yang sebenarnya sudah bagus). jadi, memang perlukah adegan dua paragraf pertama itu? kenapa tidak fokus saja pada Sukur?
[/quote]
Thank you Villam sudah memberikan masukan untuk saya dan iya dirimu benar saya masih merasa eksprimentasi kalimat pendek-pendek gini masih mentah,butuh banyak belajar saya :) awalnya memang menghindari bicara banyak setting, tapi penokohan. dan maka dari itulah saya mencoba explore baik sukur dan Ridho. Thanks untuk apresiasinya.
tedjo, kuasumsikan dirimu sedang bereksperimen menggunakan gaya bahasa dengan kalimat terpatah-patah seperti ini, yang cukup menarik jika digunakan secukupnya, tapi mendekati kemonotonan jika dipaksakan untuk dilakukan sepanjang cerita.
aku juga bertanya2 kenapa cerita dibuka dengan dua paragraf awal berPOV orang ketiga terbatas milik Ridho, sementara dari paragraf ketiga sampai akhir sebenarnya ini adalah cerita milik Sukur, dan disampaikan melalui POV milik Sukur (yang sebenarnya sudah bagus). jadi, memang perlukah adegan dua paragraf pertama itu? kenapa tidak fokus saja pada Sukur?
eniwei, seperti biasa dirimu selalu mengangkat masalah sosial yang menarik dalam tulisanmu. salut.
Sebuah cerita yang menyentuh tentang pendidikan gratis yang ternyata tidak gratis, walaupun diceritakan seperti sebuah dongeng, namun cerita dirimu ini sangat bagus.
Seandainya semua anak-anak bermimpi bertemu kakek penggembala, maka tidak akan ada anak yang tidak sekolah akibat kemiskinan.
# Blo90n :Baik baik aja, cuman lagi males ngedit saya kemarin-kemarin, akhirnya bertemu kembali di sini..ho..senang! I will drop a message in your page :)
# Kawan kawan yang lain thank untuk apresiasinya.
#Zupeh: Saya memang pembaca yang rewel, tapi bukan penulis ahli. hahaha. begitulah!!
saya penasaran.....seperti apa membaca tulisan orang, yang kalo dari komentar2 nya ...... (kaya nya udah juara bangettt gitu)
.........ternyata................
emang oke banget, bahasanya jujur, dan gak ngejelimet, keliatan bahasa laki2.....gestur nya agak......tegas, tapi tetep dengan penyampaian yang....(di mengerti oleh wanita)
met kenal.........
saya penasaran.....seperti apa membaca tulisan orang, yang kalo dari komentar2 nya ...... (kaya nya udah juara bangettt gitu)
.........ternyata................
emang oke banget, bahasanya jujur, dan gak ngejelimet, keliatan bahasa laki2.....gestur nya agak......tegas, tapi tetep dengan penyampaian yang....(di mengerti oleh wanita)
met kenal.........