Tedjo profile

Posts

82
points
(1908 words) posted by Tedjo 1 year 45 weeks ago
68.3333
Tags: Cerita | kehidupan | experimental | POV3 | tedjo
134
points
(1661 words) posted by Tedjo 2 years 20 weeks ago
83.75
Tags: Cerita | cinta | CERPEN | experiments.
137
points
(988 words) posted by Tedjo 2 years 35 weeks ago
76.1111
Tags: Cerita | drama | CERPEN cerita pendek experimental
112
points
(1392 words) posted by Tedjo 2 years 39 weeks ago
74.6667
Tags: Cerita | cinta | cinta CERPEN prosa
224
points
(1585 words) posted by Tedjo 2 years 44 weeks ago
82.963
Tags: Cerita | cinta | anak manusia | CERPEN | Cinta | Kehidupan | Satire

Fans

Comments

Writer snap
snap at (1 year 19 weeks ago)

runtut sekali ya........

Writer rayaKafka28
rayaKafka28 at (1 year 20 weeks ago)

sederhana...tapi eksklusif..keren

Writer vanzenciel
vanzenciel at (1 year 34 weeks ago)

paragraf 1 nya uda asik tuh!
cuma sayang pas paragraf 2, kalimat penjelasannya kurang dramatis...

Writer Amian_zanggol
Amian_zanggol at (1 year 43 weeks ago)

^^salam kenal.

Endingnya rada mengejutkan. Tapi rada simple juga. Berubah pikiran dalam semalam, tanpa perdebatan spiritual yang berarti. Mungkin jika isi mimpi itu tidak disampaikan hanya lewat sebuah kalimat batin, mungkin dengan pendiskripsian ala puisi pendek yang penuh isi, mungkin cerita ini akan memiliki nilai yang lebih.

^^

Writer Tedjo
Tedjo at (1 year 43 weeks ago)

Villam wrote:
tedjo, kuasumsikan dirimu sedang bereksperimen menggunakan gaya bahasa dengan kalimat terpatah-patah seperti ini, yang cukup menarik jika digunakan secukupnya, tapi mendekati kemonotonan jika dipaksakan untuk dilakukan sepanjang cerita.

aku juga bertanya2 kenapa cerita dibuka dengan dua paragraf awal berPOV orang ketiga terbatas milik Ridho, sementara dari paragraf ketiga sampai akhir sebenarnya ini adalah cerita milik Sukur, dan disampaikan melalui POV milik Sukur (yang sebenarnya sudah bagus). jadi, memang perlukah adegan dua paragraf pertama itu? kenapa tidak fokus saja pada Sukur?


Thank you Villam sudah memberikan masukan untuk saya dan iya dirimu benar saya masih merasa eksprimentasi kalimat pendek-pendek gini masih mentah,butuh banyak belajar saya :) awalnya memang menghindari bicara banyak setting, tapi penokohan. dan maka dari itulah saya mencoba explore baik sukur dan Ridho. Thanks untuk apresiasinya.

Writer Villam
Villam at (1 year 44 weeks ago)

tedjo, kuasumsikan dirimu sedang bereksperimen menggunakan gaya bahasa dengan kalimat terpatah-patah seperti ini, yang cukup menarik jika digunakan secukupnya, tapi mendekati kemonotonan jika dipaksakan untuk dilakukan sepanjang cerita.

aku juga bertanya2 kenapa cerita dibuka dengan dua paragraf awal berPOV orang ketiga terbatas milik Ridho, sementara dari paragraf ketiga sampai akhir sebenarnya ini adalah cerita milik Sukur, dan disampaikan melalui POV milik Sukur (yang sebenarnya sudah bagus). jadi, memang perlukah adegan dua paragraf pertama itu? kenapa tidak fokus saja pada Sukur?

eniwei, seperti biasa dirimu selalu mengangkat masalah sosial yang menarik dalam tulisanmu. salut.

Writer Armanda
Armanda at (1 year 44 weeks ago)

A

Writer zupeh
zupeh at (1 year 44 weeks ago)

sempurna,untuk endingnya..termasuk untuk konfirmasi data nya.... (nyata!!)

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at (1 year 45 weeks ago)

Sebuah cerita yang menyentuh tentang pendidikan gratis yang ternyata tidak gratis, walaupun diceritakan seperti sebuah dongeng, namun cerita dirimu ini sangat bagus.

Seandainya semua anak-anak bermimpi bertemu kakek penggembala, maka tidak akan ada anak yang tidak sekolah akibat kemiskinan.

Writer Tedjo
Tedjo at (1 year 45 weeks ago)

# Blo90n :Baik baik aja, cuman lagi males ngedit saya kemarin-kemarin, akhirnya bertemu kembali di sini..ho..senang! I will drop a message in your page :)

# Kawan kawan yang lain thank untuk apresiasinya.

#Zupeh: Saya memang pembaca yang rewel, tapi bukan penulis ahli. hahaha. begitulah!!