Halo Vania, ada di sini juga toh.
Saya suka ide cerita ini yang sangat sederhana dengan setting tempat dan waktu yang sama dan pendek, kebanyakan orang akan menulis cerita yang njelimet dengan penokohan yang banyak dan segala macamnya. Untung yang ini tidak terjebak dengan euforia yang seperti itu. Membacanya pun jadi lebih enak.
Konflik cerita mungkin dirasa kurang. Si laki-laki misterius kurang memberikan gelagat yang mampu mengundang si tokoh utama untuk benar-benar memperhatikan. Tidak ada yang terlalu istimewa dari si lak-laki. Untung saja si tokoh utama punya daya imajinasi yang menarik.
Hmm sy kurang setuju dengan kerangka karangan dalam menulis. Jangan lupa, menulis itu proses kreatif. Kalau menurut saya menyusun kerangka karangan terasa membuang waktu, lebih baik tuliskan apa yang ada di kepala lalu "buahi" perlahan-lahan lewat kreatifitas sampai akhir. Itu cuma pendapat saya aja sii, intinya adalah lakukan apa yang paling cocok untuk gaya menulis kamu.
Jujur, awalnya aku tak begitu tertarik dengan pembukamu. Kafe? ah, paling cerita ttg orang yg lagi cinta2an atau menyatakn cinta di sana. But...
Well, ide yg kamu ceritakan ternyata menarik. Hal kecil yg jarang menjadi obyek tulisan.
Aku tak tahu ending awalnya gmn, tapi yg ini dah lumayan koq. Ternyata dugaan "aku" salah semua, hihihi...
Mengenai kemubaziran, sepertinya usdah dipaparkan Rijon.\
salam kenal yah...
Udah banyak yang komen di bawah. Aku cuma bisa bilang, "Manis, meski di awal-awal aku udah mencap ini adalah cerita klise dan membaca dengan mata memicing sebelah."
Hehehe. Aku rasa, bertukar pesan memo adalah bagian menarik cerita ini^^
Halo ikra..
Mana cerita barunya???
Halo Vania, ada di sini juga toh.
Saya suka ide cerita ini yang sangat sederhana dengan setting tempat dan waktu yang sama dan pendek, kebanyakan orang akan menulis cerita yang njelimet dengan penokohan yang banyak dan segala macamnya. Untung yang ini tidak terjebak dengan euforia yang seperti itu. Membacanya pun jadi lebih enak.
Konflik cerita mungkin dirasa kurang. Si laki-laki misterius kurang memberikan gelagat yang mampu mengundang si tokoh utama untuk benar-benar memperhatikan. Tidak ada yang terlalu istimewa dari si lak-laki. Untung saja si tokoh utama punya daya imajinasi yang menarik.
Hmm sy kurang setuju dengan kerangka karangan dalam menulis. Jangan lupa, menulis itu proses kreatif. Kalau menurut saya menyusun kerangka karangan terasa membuang waktu, lebih baik tuliskan apa yang ada di kepala lalu "buahi" perlahan-lahan lewat kreatifitas sampai akhir. Itu cuma pendapat saya aja sii, intinya adalah lakukan apa yang paling cocok untuk gaya menulis kamu.
Sukses!
kurang panjang..
masi pengen menikmati manis kata2mu..
:D
Dari judulnya sudah keliatan. Lebih memilih "berharap" daripada "bermimpi".
iya aku menhindari kata kafe..
tapi tempat apa lagi yang pas buat duduk lama2 sendirian..
makasih yaa udah baca ^^
salam kenal juga!
Jujur, awalnya aku tak begitu tertarik dengan pembukamu. Kafe? ah, paling cerita ttg orang yg lagi cinta2an atau menyatakn cinta di sana. But...
Well, ide yg kamu ceritakan ternyata menarik. Hal kecil yg jarang menjadi obyek tulisan.
Aku tak tahu ending awalnya gmn, tapi yg ini dah lumayan koq. Ternyata dugaan "aku" salah semua, hihihi...
Mengenai kemubaziran, sepertinya usdah dipaparkan Rijon.\
salam kenal yah...
smangat!!!^^v
memang klise!
huff!
Udah banyak yang komen di bawah. Aku cuma bisa bilang, "Manis, meski di awal-awal aku udah mencap ini adalah cerita klise dan membaca dengan mata memicing sebelah."
Hehehe. Aku rasa, bertukar pesan memo adalah bagian menarik cerita ini^^
Wah unpredictable^^