zachira profile

Posts

9
points
(3418 words) posted by zachira 12 weeks 6 days ago
45
69
points
(3032 words) posted by zachira 28 weeks 4 days ago
69
46
points
(2138 words) posted by zachira 31 weeks 3 days ago
76.6667
71
points
(1876 words) posted by zachira 35 weeks 4 days ago
88.75
75
points
(1762 words) posted by zachira 36 weeks 3 days ago
83.3333

Comments

Writer andrea
andrea at Crazy Cyber (Part 4) (10 weeks 6 days yang lalu)

This Alma girl was so brave she had to 'embrace' alcohol overnight, and she made it, no remorse, no panic, and kinda enjoyed it that she turned hangover into a fling, or even an affair. Sounds like we can alter someone's behavior or personality or worldview or whatever just by a pint of vodka, a goddam cocktail spill of it. I wanna get one bottle of such a strong booze that can practically make a nun leave her convent. :D I won't argue on this; (unlikely) shit does happen.

 

But I also happened to eyeball some excessive interior monologues. Wouldn't it be more efficient to chop off these—among other—lines?: '... Cukup buatku untuk mengetahui bagaimana sifatnya terhadap orang seperti aku. Dia bersikap acuh tak acuh, tidak mau peduli itu sudah menandakan dia tidak berminat untuk lebih jauh apalagi macam-macam. Mungkin saja aku sendiri yang bodoh berharap ada penjelasan lain yang masuk akal, padahal tidak selamanya masalah ini seperti yang terlihat dari luar. ...' They reinforce nothing much less tell me anything I don't already know. Not until: 'Hanya memandang sosok Dilan saja sudah membuatku berpikir sesinting ini? Tolong singkirkan pikiran sakit ini dari kepalaku atau aku akan…,' have I begun to understand that you probably plugged such lines to describe how 'disturbed' Alma had become—at the expense of visual readers like me getting bored easily. As for me, it'd be more vividly tingling had you elaborated the 'evidence' stuff; was it recorded on VHS, DVD, hard drive?; what kinda 'pita rekaman' still in use these days?; was it CCTV normally installed outside tenant's room or was it hidden WiFi camera? This mattered a lot since: “Aku punya firasat sepertinya rekaman CCTV ini tidak akan pernah jadi masalah."

 

Alas, even more trivial things need lookups—hence the beauty of realistic fiction. Other quirks:
- Plain bartenders don't live in luxurious condo. How Dilan could afford it was a mystery.
- People don't get drunk in billiard parlor. You can't shoot balls if you're seeing double—or vomitting. Things would be different if it was a pub with a pool table in it.
- "Seolah-olah yang sedang menguasai ragaku adalah sosok wanita muda, mapan dan bergaya metropolis. Lengkap dengan euphoria pesta semalam suntuk, mabuk dan berakhir di ranjang laki-laki." This was OK if it was the naïve Alma doing the talking yet this was a strong stereotype that might shoo away your metropop-fan readers before too long.

 

One more thing, you probably missed the cliffhanger wrapping up this episode. Directly related to Adnis or Silvi of the three previous parts, maybe? The last few lines were not about Alma the college student trapped between a rock and a hard place due to accidental alcohol intake; she seemed more like ... I'm not sure ... a baby whore?

 

And for the last time I'm begging you, please, <em>emphasize</em> things like, '"I did, for some reason someone stupid had put that thing in my glass."' or 'Crap.' or 'Oh my...'. Also use 'alkohol' and 'topik' instead of 'alcohol' and 'topic'. Disable your MikroSoft Weird's auto-correct or spellchecker or whatever if you (still) use it.

__________

in memoriam
President Gus Dur (1999 — forever)

Writer icchan-chan
icchan-chan at Crazy Cyber (Part 1) (27 weeks 2 days yang lalu)

so sweeet .. ceritanya mengalir ringan, gak kerasa tau-tau udah abis dah. bravo bravo.

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (27 weeks 6 days yang lalu)

*salaman juga*....iyah kemana aja kamu, bro? :D

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 1 day yang lalu)

jawaban idem sama yg dibawah...oh ya, coba diklik tag "Religi Fiesta 2009"-nya
yang ada disamping cerita ini...nemu cerita2 dengan tag yg sama? gimana dengan
jumlah katanya? :) yap...itu persyaratan lomba, sayang ^^ berminat meramaikan?
Hayuuuuk mari (kok jadi ngiklan...)

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 2 days yang lalu)

yup. panjang...dan syaratnya emang panjang...soal pemilihan diksi bisa dibilang itu masalah selera dan pemilihan gaya penulisan ^^. tenkyu udah mampir

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 2 days yang lalu)

Lengkap kali komennya, jeng...otak saya yang cetek bikin saya rada 'nyesel' kenapa dikit banget yg saya tau soal 'tulisan'. di draft awal saya malah mikir tentang perbandingan skeptis yg dirasa tokoh 'aku' dan yang dirasa oleh pihak lain yg mendukung suatu 'ritual' tapi tak bisa melaksanakan karena suatu hal. yup persis seperti yg disebutkan,..takutnya malah bukan cerita tapi esai, disini 'penyakit-cap-menggurui' mulai bikin pening, dan akhirnya malah nyari 'aman' dengan bikin sesuatu yang berkisah.

Seperti biasa, selalu ada saran dan referensi oke dari komen kamu...ide ganti narasinya boleh juga tuh, jeng..*padahal saya aslinya lemah dengan sudut pandang lebih dr satu dalam satu cerita*

tentang komen ini di del apa nggak,...selama tidak ada klausul yg menyebutkan komen pembaca mempengaruhi penjurian, kayaknya nggak usah :D. sedikit banyak mungkin bisa jadi masukan buat pembaca yg lain terlepas dr sifat lomba-nya sendiri juga tidak terlalu resmi. :)

Writer andrea
andrea at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 3 days yang lalu)

'Spekulasi' gue terbukti salah setelah ada 'suplemen' yang menjelaskan bahwa ada dua 'aku' yang berbeda: aku-1 yang mengalami peristiwa, aku-2 yang menginterpretasikan lebih lanjut; kedua 'aku' terikat secara tematis ke konsep abstrak bernama 'hikmah mengalami X'. Kalau benar demikian adanya, maka simak situasi hipotetis berikut.

    Bayangkan ada wawancara terhadap dua orang asing tentang 'hikmah mengalami X'; masing-masing menghasilkan info-1 dan info-2. Info-1 dan info-2 isinya tentu berbeda, namun tidak ada jaminan bahwa info-1 diiyakan/disanggah/dilengkapi info-2. Jika dimuat dalam satu kesatuan, yang potensial muncul bukan satu cerita, tapi kumpulan esai.

   IMHO, kalau terpaksa banget ganti narator di ruang sedemikian sempit, manfaatkan saja satu karakter yang udah diperkenalkan di 2 bag. awal (misal, pelayan Embun Pagi) untuk dimunculkan sebagai narator di bag. akhir. Ikat kedua 'aku' dalam peristiwa konkret yang sama (misal, kecelakaan lantas, BYKT keduanya gak harus sama-sama jadi korban), untuk kemudian mereka hubungkan dengan satu abstraksi (misal, skeptisisme terhadap sebuah ritual) dengan cara yang satu sama lain terkait (berbentuk penjelasan/penyanggahan/ pelengkapan seperti tsb. di atas; basa kerennya: 'alegori'). Dengan demikian, bag. akhir punya alasan keberadaan yang kuat, gak hadir sebagai esai yang dimly related.

   Sebenarnya bukan tugas gue untuk mempromosikan cerita jenis ini—tau ndiri, gue pemburu (pen)cerita konkret. Namun kalau lu mau survei lebih lanjut, periksa novel ini; plotnya rata, karakterisasinya edan-edanan (dari orang idiot sampe penderita nervous breakdown), alegorinya keterlaluan (dari promiscuity sampai runtuhnya borjuasi); novel yang disusul banyak 'suplemen'.

   Terakhir, gue baru sadar kalo cerpen ini masuk sebuah kompetisi. Serupa dengan alasan napa gue menghindari komen ke published author (menyangkut penjualan), kalau nurut lu komen ini akan membawa mudharat (menyangkut penjurian), jangan ragu, delet aja. ;-)

—————

P.S.: Cara termudah menangkal kesan menggurui: self-deprecation.

Writer justammi
justammi at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 3 days yang lalu)

:(( :)) :(( :))
bingung mau nangis apa ketawa . menghibur sekali :D
seven thumbs for you :D
.salam.

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 3 days yang lalu)

hehehe,..membosankan ya? soale yg nulis ini sendiri kadang suka tidur kalo
ceramah, jadi saya memahami kebosanan anda. haghaghag. btw thanks udah mampir

Writer zachira
zachira at AKU SEBUT INI HIKMAH (28 weeks 3 days yang lalu)

iyah semangat.
tenkyu ya, jeng ^^