Mobil-mobilan balap hadiah ulang tahun dari ayahnya itu meluncur dengan gagahnya. Merah mengkilat dengan asesories kotak-kotak hitam putih ala catur di kiri kanan pintunya. Sungguh anggun!
Didier menatap mobil-mobilan itu dengan penuh kekaguman. Diimport dari luar negeri, begitu ayahnya bilang, meski ia tak begitu paham maksudnya.
Yang ia tahu pasti, benda itu mahal harganya dan tak ada teman-teman mainnya yang punya mainan sebagus itu. Ada sedikit bangga di hatinya saat itu.
Hai Valen.. ceritanya dengan dasar topik sehari2.. trus bahasa hatinya lancar. Tapi sakit hatinya sepertinya bs dieksplor lg dengan bahasa yang lebih anak anak
Gaya penulisannya gw suka, tapi bener kata yang lain, kayaknya terlalu dewasa untuk umur 7 tahun. Apa emang anak2 sekarang udah pikirannya dewasa yah???
hai valen, apa kabar? cerpen anak pertamanya ok deh. G selalu bilang bagus untuk cerpen yang bahasanya 'asyik'. N lo dah punya itu. Ini cerpen kayaknya emang buat mama papanya didier ya?
Sebenernya tehnik berceritanya sudah tidak amatiran lagi.Tapi kalo dari ide cerita.Terlalu biasa.Terlalu umum.Terlalu familiar.Lebih menarik kalo ada intrik2 pada jiwa Didier yang lebih dikemas dan lebih dieksplore.Tidak hanya berusaha menggambarkan dunia sepi seorang anak dari persepsi seorang dewasa.
He sat there behind the steering wheel, without saying anything. I was sitting behind him in this car, with my head still bleeding. I was tired, and i ... lanjut baca
Butir-butir keringat dingin membasahi sekujur pori-pori dahiku. Perlahan turun mengaliri pelipis dan jatuh menitik. Gemetar kuhapus tetes air yang mem ... lanjut baca
Bayangan tentang Rangga berputar-putar kembali di kepala Arlene sepagi itu.
Sosok pria yang meletupkan pesona di hatinya, sekaligus juga m ... lanjut baca
Perempuan yang selalu mengenakan rok lipit mini itu datang lagi.
Seperti biasa, wajahnya selalu membias keindahan alami. Ia memang senang mengenakan ... lanjut baca
Hoaoaahhhhhmmmm…Mata ini terasa memberat. Setelah makan siang dengan pecel lele nambah dua kali, plus jus alpukat, perut terasa membulat. Jad ... lanjut baca
THE STORY...
Sepi…Lengang…Dingin…
Ruangan itu nampak hampa bagai bangsal sebuah rumah sakit di malam hari…
Meja-meja yang berderet baga ... lanjut baca
Aku cukup sadar kalau raut wajahku tampan. Setiapkali melintas, berpasang-pasang mata wanita mengerling ke arahku. Menatapku dengan binar-binar cahaya ... lanjut baca
Ruang studio sore itu mulai lengang. Lampu-lampu panggung kini menggelap, hanya lampu ruangan yang masih berpendar, memberi nyala bagi dua kru ... lanjut baca
DRAMA TUKANG OJEK
Pagi itu serasa kepalaku mau meledak! Pukul delapan! Harusnya pukul 9 sudah tiba di Pulo Gadung, untuk mengikuti Psycotest yg dia ... lanjut baca
17 Agustus 2008
Hari ini adalah hari istimewa bagi Vella, karena hari ini ia berulang tahun. Dan semakin istimewa saja dengan bertumpuknya kado dan ... lanjut baca
Dua jam sudah Dewi menunggu. Katanya kereta api Gajayana tujuan Jakarta ke Malang yang mengangkut Avi, datang terlambat. “Ah, kereta api kok selalu ... lanjut baca
Dua hari menduda, terasa benar capenya mengurus rumah dan anak sendirian. Habis subuh, masak, nyuci, nyetrika baju sekolah lalu mengantar jagoan ke se ... lanjut baca
Bunga ini kupetik kemarin
Kupaksakan, karena hari ini ulang tahunmu
Walau belum mekar benar
Meski keindahannya pun belum terpancar sempurna
Kuniat ... lanjut baca
Hujan masih saja turun. Malam bertambah dingin dan kelam. Maya terbaring lesu di tempat tidurnya sambil menatap sedih angka-angka kalender yang dipega ... lanjut baca
Purwokerto,
Dalam tarikh dua puluh enam
Di bawah naungan bulan Februari
Di balik selubung tahun dua ribu enam.
Menjumpai yang telah lama tak ber ... lanjut baca
Hoahmmmmmm.......... Dengan bersusah payah kubuka mataku. Dasar saja, orangtuaku sudah membangunkanku pagi-pagi buta begini. Tidak pikir apa anaknya s ... lanjut baca
Moshi moshi....
Dear Kemudianers,
Terus terang bingung juga mau nulis pembukaannya apa, soalnya kebiasaan langsung.So, Tanpa basa-basi, saya cum ... lanjut baca
Matahari Sudah Berkemas Untuk Mulai Mengabdi
Tetapi Aku Disampingmu Tak Begitu Pasti
Langit Merekah Jingga
Apakah Kau Tengah Lengkungkan Senyum MAn ... lanjut baca
Hari ini, saya cuma ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk RA. Kartini.
Terima kasih atas segala perjuanganmu untuk merubah sejarah dunia kau ... lanjut baca
Aku adalah hadiah termanis dari ayah untuk ibu,aku adalah hadiah terindah dari ibu untuk ayah sedang mereka adalah hadiah termahal untukku.
Hai Valen.. ceritanya dengan dasar topik sehari2.. trus bahasa hatinya lancar. Tapi sakit hatinya sepertinya bs dieksplor lg dengan bahasa yang lebih anak anak
Gaya penulisannya gw suka, tapi bener kata yang lain, kayaknya terlalu dewasa untuk umur 7 tahun. Apa emang anak2 sekarang udah pikirannya dewasa yah???
keajaiban akan lebih menghidupkan cerita ini
hai valen, apa kabar? cerpen anak pertamanya ok deh. G selalu bilang bagus untuk cerpen yang bahasanya 'asyik'. N lo dah punya itu. Ini cerpen kayaknya emang buat mama papanya didier ya?
Waktu baca ada ikatan batin antara aku dan Didier. Dari kecil aku sepertinya diasuh dengan lingkup Didier.
Kalau aku punya anak, nggak bakalan aku jadikan kayak Didier atau diriku.
Sebenernya tehnik berceritanya sudah tidak amatiran lagi.Tapi kalo dari ide cerita.Terlalu biasa.Terlalu umum.Terlalu familiar.Lebih menarik kalo ada intrik2 pada jiwa Didier yang lebih dikemas dan lebih dieksplore.Tidak hanya berusaha menggambarkan dunia sepi seorang anak dari persepsi seorang dewasa.
Idenya lumayan, sayang penggapannya kurang. Sudut pandangnya kurang kanak2, terlalu dewasa untuk umur 7 taun
anaknya terlalu pintar..
Memang tentang seorang anak, tetapi bukan untuk anak-anak.