Kegelapan itu perlahan memudar. Dan sedetik kemudian, cahaya terang yang menyilaukan menembus penglihatan. Membuat dahiku berkerut dan kedua mataku pun terasa berkedut.
"Apa aku sudah mati?" tanyaku lirih.
"Kamu masih hidup, Al."
Terdengar suara menggema dari sampingku. Dengan sisa kekuatan yang ada, aku menggerakkan kepalaku. Menoleh ke kanan, tempat dimana sosok itu menatapku ragu.
"Ma...lika?"
Dia mengangguk kaku. Sambil membelai pipiku dengan jari-jarinya yang terasa dingin, dia kembali 'bicara'. Tapi bukan mengeluarkan suara dari celah bibir seperti aku, dia mengeluarkan suara entah dari mana. Karena di hadapanku, bibir itu tetap rapat membeku seperti biasa.
"Kamu masih di duniamu, Al. Masih di kamarmu... Tidur di tempat tidurmu."
Aku menatap sekeliling.
Benar, ini kamarku. Aku ingat dengan empat sisi dinding yang berwarna ungu, juga adanya frame lucu berbentuk bintang yang memajang fotoku. Tapi, siapa itu? Kenapa mereka berkumpul di sudut kamar begitu? Siapa mereka?
Lagi-lagi, seperti bisa membaca isi kepalaku, Malika tersenyum melihat kebingunganku. Lalu, "Mereka temanku. Sengaja kuajak ke sini karena ingin aku perkenalkan dengan kembaran cantikku... Itu kamu."
Lagi-lagi badanku menggigil mendengar penjelasan Malika. Dan gigil itu makin terasa saat makhluk-makhluk tanpa bentuk yang berkumpul di pojokan kamar, bangkit dan tertawa lebar. Lalu seperti diberi aba-aba, mereka 'berjalan' bersama; menghampiriku tanpa suara.
Jantungku berdebar. Mataku juga ikut membesar. Dan sebentar saja, rasa dingin mulai menjalar. Membuatku gemetar, lalu kembali tidak sadar.
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
...
makasih buat semua komennya...
narsis dikit aaahhh
terus lanjut yaaa
iya, jadi merinding bacanya.. setuju sama om bamby.. kalo baca malem2 bisa merinding nih..
jadi ikutan horor juga nih,,
baguss... jadi inget pilm ghost, wkakak... dasar penggemar film.
*padahal kan td siang udh kasi komen ke sini tp internet lg eror, ni br bisa lg, semoga bisa*
^___^
Cara deskripsinya masih menarik dan seru untuk dibayangkan... tapi sampai bagian ketiga ini, saya masih belum ngerasain dimana fokus cerita ini. Semoga saja cerita ini ga cuma sekedar nakut-nakutin atau ngaget-ngagetin....
Walaaaah untung bacanya siang-siang kalo baca malem gimana gitu hehehehe. Aku rasa deskripsi makhluk halus dan sebangsanya sudah dapet, pas!
Lagi ga ada ide aja bisa gini yaa.
Bagus bu, ceritanya ngalir, cuman deskripsinya kurang jelas, makhluk2 yg dipojok kamar menurut gw mending lo urai aja, misalnya bayangan hitam/putih dg rambut panjang menutup muka ato bayangan yg melayang-layang diudara kayak hantu casper gitu bu. jadi horornya lebih dapet...
Over all, bagussss. gw tunggu lanjutannya
kalo gw lg bener2 ga ada ide niy...gw lg blank di kesetanan. binun
Malika yang malang, setelah meninggal malah bergaul dengan mantan preman jalanan..
Hwahahahaha
Imajioner
Halah, puisi lamamu pada hilang yach.. Coba simpan Linknya di About Me supaya gak Ilang...Lihat contoh account punyaku..